Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Meski Hujan, Kebakaran Hutan Meningkat di Jambi

ILUSTRASI: Seorang Petugas Memadamkan Api di Hutan Kabupaten Muarojambi. Photo Radio Muarojambi News.
Jambipos Online, Jambi- Asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya menyusul meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi. Asap tersebut berasal dari kebakaran lahan gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muarojambi. 

 Pantauan di Kota Jambi, sejak Selasa (12/9/2017) hingga Rabu (13/9/2017) pagi pukul 06.00-07.30 WIB, asap yang menyelimuti kota tersebut cukup tebal, sehingga menyebabkan mata pedih dan saluran pernapasan terganggu. 

Asap tersebut tampak merata di seluruh wilayah Kota Jambi. Namun asap belum sampai mengganggu aktivitas warga masyarakat, penerbangan, dan transportasi sungai. 

Jarak pandang di kota itu masih mencapai dua kilometer. Kemudian warga Kota Jambi masih melakukan aktivitas di luar rumah seperti mengantarkan anak-anak sekolah dan pergi bekerja. 

Asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten berasal dari kebakaran hutan, lahan, dan semak belukar di beberapa kabupaten, termasuk Kabupaten Muarojambi yang berbatasan dengan Kota Jambi. Kebakaran lahan itu diduga disengaja untuk pembersihan dan pembukaan lahan. 

Sementara itu, Manager Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudi Syaf menegaskan, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, BPBD, Manggala Agni, dan jajaran dinas kehutanan di Jambi perlu lebih proaktif mencegah kebakaran hutan dan lahan agar bencana asap tidak sampai terjadi lagi di Jambi. 

Pemantauan kebakaran hutan dan lahan ke daerah-daerah kabupaten perlu ditingkatkan karena musim kemarau masih terjadi di Jambi hingga pekan kedua September ini. 

“Munculnya kembali asap kebakaran hutan dan lahan di Jambi mulai Selasa pagi ini menjadi salah satu bukti kurang proaktifnya seluruh pemangku kepentingan di Jambi mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.  Semestinya kebakaran hutan dan lahan di Jambi tidak terjadi lagi pada musim kemarau tahun ini karena sudah ada aturan daerah yang berkaitan dengan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,”katanya. 

Menurut Rudy Syaf, Provinsi Jambi sejak tahun lalu sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Kemudian sudah ada pula Peraturan Gubernur (Pergub) Jambi Nomor 31 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perda Provinsi Jambi tersebut. 

Sesuai perda dan pergub tersebut, lanjut Rudy Syaf, tindakan tegas sudah harus dilakukan terhadap siapa pun yang terkait dengan kebakaran hutan dan lahan. 

Namun kenyataannya, banyak areal hutan, perkebunan, dan pertanian yang terbakar di Jambi selama kemarau tiga bulan terakhir. Tetapi tindakan terhadap berbagai pihak yang terkait kebakaran hutan dan lahan tersebut belum dilakukan secara maksimal. 

Secara terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi, Mayor Infanteri TNI, Jasman Bangun di Jambi, mengatakan, dua pekan belakangan masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di Jambi. 

Di antaranya kebakaran hutan dan lahan gambut di Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi pekan lalu. 

Sedangkan luas areal kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jambi selama musim kemarau melanda Jambi tiga bulan terakhir mencapai 488 hektare (ha). 

Luas kebakaran hutan dan lahan tersebut meningkat dibanding tahun lalu sekitar 411 ha. Kebakaran hutan dan lahan di Jambi tersebar di Kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangun, Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur. Lokasi kebakaran terdapat di areal perusahaan kehutanan, perkebunan, dan lahan petani perseorangan. (JP-03)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar