Home » , , » Kebakaran Hutan di Jambi Dua Tahun Terakhir Menurun

Kebakaran Hutan di Jambi Dua Tahun Terakhir Menurun

Written By jambipos-online on Monday, September 25, 2017 | 18:52

Forum Group Discussion (FGD) Tentang Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, Impelementasi Perda Provinsi Jambi Nomor 2 Tahun 2016 dan Pergub Jambi Nomor 31 Tahun 2016 dan permasalahannya, di Ruang Meranti, Kantor Dishut Provinsi Jambi, Senin (25/9/2017). IST

Jambipos Online, Jambi-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi dua tahun terakhir cenderung menurun jika dibandingkan pada tahun 2015 lalu. Pada Tahun 2015 lebih 1600 titik hotspot ditemukan, Tahun 2016 turun drastis jadi 64 titik dan hingga September 2017 baru tercatat 79 titik. 

Hal itu diutarakan Kapala Dishut Provinsi Jambi H Irmansyah Rachman saat jadi pembicara pada Forum Group Discussion (FGD) Tentang Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, Impelementasi Perda Provinsi Jambi Nomor 2 Tahun 2016 dan Pergub Jambi Nomor 31 Tahun 2016 dan permasalahannya, di Ruang Meranti, Kantor Dishut Provinsi Jambi, Senin (25/9/2017). 

Acara FGD ini kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). FGD dihadiri Danrem 042/Gapu Inf Refrizal dan Dirkrimsus Polda Jambi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, WWF Indonesia, KKI Warsi dan Para Kepala Desa serta tamu Undangan lainnya. 
Kata Irmansyah, trend kebakaran hutan sejak dua tahun ini cendrung menurun. Sebelum Perda diterbitkan, banyak perusahaan berbasis lahan tidak memiliki sarana dan prasarana untuk mengatasi kebakaran lahan. Saat ini, cukup menggembirakan, para perusahaan sudah memiliki sarana dan prasana yang memadai. 

“Selain itu, sosialisasi perda juga sudah sampai menyentuh para petani, sehingga para petani sudah ada kesadaran untuk tidak membakar ketika membuka lahan baru,” katanya. 

“Kami telah mengupayakan banyak hal dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini, khususnya terkait dengan penundaan pemberian izin baru, rekomendasi, pemberian izin lokasi berkebunan di wilayah hutan,” ujarnya. 

Sementara Danrem 042/Gapu Inf Refrizal mengatakan hampir setiap tahun, ketika memasuki musim kemarau selalu terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, kebakaan hutan dan lahan di Provinsi Jambi terjadi cukup parah. 

“Sangat banyak pertanyaan masyarakat yang harus dijawab dengan langkah nyata agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus terjadi di masa yang akan datang. Secara kebijakan, patut dipertimbangkan penggunaan lahan gambut untuk budidaya. Jika tidak dilakukan control yang ketat maka kebakaran hutan dan lahan gambut niscaya akan terjadi lagi,” katanya. 

Disebutkan, terlebih jika pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar seperti yang selama ini terjadi harus dicegah sedini mungkin. (JP-04)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos