Home » , » Fenomena Bisnis Ruko yang Kini Buntu di Jambi

Fenomena Bisnis Ruko yang Kini Buntu di Jambi

Written By jambipos-online on Wednesday, August 30, 2017 | 14:09

Puluhan Ribu Bangunan Ruko di Kota Jambi Tak Laku Sewa dan Jual 
Bangunan Ruko di Jalan Lingkar Barat, Kotabaru Kota Jambi, Selasa (29/8/2017). Foto Asenk Lee Saragih.
Jambipos Online, Jambi-Puluhan ribu unit bangunan Rumah Toko (Ruko) di Kota Jambi tak laku disewakan, apalagi terjual. Lesunya perekonomian ditengarai penyebab sulitnya untuk transaksi sewa dan jual Ruko di Kota Jambi. Selain itu, tingginya sewa dan harga Ruko memaksa calon konsumen untuk menahan diri untuk bertransaksi. 

Perkembangan Kota Jambi dari tahun ketahun terus menggeliat. Seiring perkembangan itu pula, membuat banyak pemodal berlomba-lomba berinvestasi dengan membangun Ruko. 

Hampir disetiap sudut Kota Jambi bangunan Ruko tampak berjajar. Bisnis Ruko ini pula yang membuat harga tanah di Kota Jambi meroket selangit. 

Namun perkembangan Kota Jambi itu ternyata tak seiring manisnya bisnis Ruko. Bahkan banyak pemodal ibaratkan berinvestasi mati dengan membangun Ruko. Di Kota Jambi bangunan Ruko sudah tak asing lagi. 

Hampir di jalan-jalan strategis yang akses jalannya mulus sudah terdapat bangunan ruko yang siap jual atau disewakan. Seperti di Jalan Lingkar Barat Kota Jambi, Lingkar Selatan Kota Jambi, Jalan Pattimura Kota Jambi, Wilayah Mayang Kota Jambi, Jelutung Kota Jambi bahkan seluruh Kota Jambi sudah menjadi Kota Ruko. 

Investasi Ruko itu awalnya begitu menggiurkan karena untungnya lumayan. Bayangkan saja jika satu ruko bisa terjual Rp 1 Miliar hingga Rp 2 Miliar, tergantung lokasi ruko tersebut. 

Namun hampir puluhan ribu Ruko di Kota Jambi kini seperti bangunan rongsokan (alias rumah kosong tak berpenghuni). Bahkan sulitnya ekonomi masyarakat, menjadikan bisnis Ruko di Kota Jambi mati kutu. Bahkan modal investasi ruko hampir tenggelam tak berdenyut. 
Bangunan Ruko di Jalan Lingkar Barat, Kotabaru Kota Jambi, Selasa (29/8/2017) tak laku-laku hingga tahunan. Foto Asenk Lee Saragih.
Hal itu karena minat masyarakat untuk menyewa ruko atau membeli ruko berpikir 10 kali karena tingginya harga. Kini ruko-ruko di Jambi banyak terbengkalai dan bahkan tak laku jual hingga belasan tahun. Bahkan hingga bangunan ruko itu berlumut atau kumuh. 

Kini bisnis ruko di Kota Jambi ibaratkan berinvestasi rugi. Karena investasi tak bergerak secara cepat karena minat masyarakat untuk membeli atau menyewa ruko minim seiring harga sewa dan jual ruko selangit. 

Sementara modal untuk membangun Ruko begitu mahal. Tak hanya itu, pesatnya bisnis ruko menjadikan harga tanah di Kota Jambi meningkat tajam. Bahkan satu tumbuk (10X10M) kini dibadrol Rp 150 Juta di wilayah Mayang Kota Jambi. 

Bahkan di batas Kota Jambi-Muarojambi harga tanah/tumbuk sudah diangka Rp 70 Juta, dengan kondisi perbukitan. Kini bisnis ruko di Kota Jambi sudah mati kutu. 

Berinvestasi di ruko kini tak menjanjikan lagi seiring daya sewa/beli masyarakat berkurang drastis akibat harga sawit dan karet yang anjlok dan tidak stabil. Kini banyak pemodal bisnis ruko terjerat hutang di bank karena ruko yang dibangun tak laku jual atau sewa. 

Bahkan ada kabar menyebutkan kalau bisnis Ruko di Kota Jambi banyak digeluti oleh Orang Singapura melalui perantara orang Jambi. Bahkan bisnis bangun Ruko disebeut-sebut hanya untuk mengamankan harta lewat investasi tanah dan bangunan. (JP-Asenk Lee).


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos