Home » , » Bos First Travel Selalu Minta Fasilitas VIP Saat ke Saudi

Bos First Travel Selalu Minta Fasilitas VIP Saat ke Saudi

Written By jambipos-online on Saturday, August 26, 2017 | 07:38

Bos PT First Anugerah Karya Wisata, Andika Surachman, dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, disebut selalu meminta fasilitas VIP saat mengunjungi Arab Saudi. (Dok. Istimewa)
Jambipos Online, Jakarta-Bos PT First Anugerah Karya Wisata, Andika Surachman, dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, disebut selalu meminta fasilitas VIP (Very Important Person) saat mengunjungi Arab Saudi.

Informasi itu disampaikan pengusaha travel di Arab Saudi, Ahmed Saber Ahmed Amin, usai melaporkan Andika yang merupakan rekan bisnisnya dengan tuduhan penipuan dan penggelapan, di kantor sementara Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Jumat (25/8/2017), seperti dilansir www.cnnindonesia.com.

Menurutnya, kehidupan Andika dan Anniesa boros. Bahkan, lanjut dia, keduanya sering memesan kamar hotel yang mewah secara mendadak.

"Sebenarnya, gaya hidup mereka yang serba mewah. Kalau ke mana-mana dia VIP bisnis," kata Ahmed.

Ahmed mengaku kerepotan menyikapi tingkah serta gaya hidup Andika dan Anniesa. Menurut dia, keduanya sulit untuk diajak kompromi.

"Saya bilang ke mereka, kalau pesan kamar jangan dadakan. Kadang baru tiba hari ini dan harus disediakan, tapi mereka tidak peduli," ujarnya.

Ahmed menyampaikan, kerja sama dengan Andika dan Anniesa dalam bisnis perjalanan ibadah umrah telah dijalani sejak 2015. Dia pun mengaku, pernah bertemu dengan pasangan suami istri tersebut sebanyak lima kali.

Pertemuan antara ketiganya dilakukan di dua negara berbeda, sebanyak tiga kali di Arab Saudi dan dua pertemuan lainnya berlangsung di Mesir.

"Ketemu di Mesir dan Arab Saudi untuk bisnis. Di Mesir untuk ketemu lebih akrab, saya jamu mereka," ujarnya.

Lebih dari itu, Ahmed mengatakan bahwa Andika memiliki utang sebesar Rp24 miliar kepada dirinya. Utang itu, menurutnya, merupakan tunggakan pembayaran sejumlah kamar hotel dan katering untuk jemaah umrah sejak Maret 2017 hingga Juli 2017.

Ahmed pun melaporkan Andika ke Bareskrim Polri. Laporan itu diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpada (SPKT) Bareskrim dan diberikan nomor TBL/572/VIII/2017/Bareskrim.

Ahmed menuduh Andika telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 372 KUHP.

Andika dan Anniesa sendiri berada di dalam penjara pada saat ini. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan terhadap puluhan ribu calon jemaah yang telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah.

Penyidik menjerat pasangan suami istri itu dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 dan Pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 


Restoran Nusa Dua di London Milik Bos FT.
Polisi Tak Bisa Sita Restoran Bos First Travel di London
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polro Brigadi Jenderal Rikwanto menyatakan pihaknya tak bisa langsung menyita Restoran Nusa Dua yang berada di London, Inggris, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pemilik bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan.

Penyitaan langsung tak bisa dilakukan lantaran Restoran Nusa Dua tak sepenuhnya dimiliki oleh bos First Travel. Perusahaan itu merupakan konsorsium atau gabungan dari usaha sejumlah orang.

"Rumah makan di London adalah konsorsium, dimiliki beberapa orang. Tersangka beli saham belasan miliar sebagai salah satu pemilik," kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

"Tidak bisa disita langsung," jenderal polisi bintang satu itu menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Unit 5 Subdirektorat Kejahatan Wilayah Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Ajun Komisaris Besar M Rivai Arvan menyebut bos First Travel memiliki saham sebesar 40 persen di Restoran Nusa Dua.

Restoran Nusa Dua berada di kawasan elite Shaftesbury Ave, London, Inggris. Restoran ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun lalu.

Restoran milik Usya Suharjono dengan dekorasi dan nuansa khas Bali ini mengutamakan menu makanan khas Indonesia.

Dalam akun instagramnya, restoran Nusa Dua di Shaftesbury Avenue ini kerap dikunjungi warga Indonesia dari beragam latar belakang. Beberapa dari mereka adalah pelajar Indonesia yang kuliah di London, orang penting negara, sampai atlet Indonesia.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera Nashir Djamil dan Aboe Bakar Al-Habsyi, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak bersama sejumlah orang juga pernah mengunjungi restoran ini.

Kunjungan itu terjadi di sela-sela studi banding Panitia Kerja Revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme ke London, awal tahun ini.

Mengintip Isi Restoran Bos First Travel di London

Restoran Indonesia Nusa Dua di London, Inggris ternyata merupakan salah satu aset milik tersangka kasus penipuan terhadap calon jamaah umroh First Travel, Andika Surachman dan desainer Anniesa Hasibuan.

Data ini diungkapkan oleh Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskim) Polri. "Saham restoran 40 persen," kata Rivai di Gedung Bareskrim Polri.

Tak dimungkiri, melihat dari akun instagram Nusa Dua London, restoran ini memang 'menyatakan diri' sebagai bagian dari grup FT. Ini terlihat dari papan nama yang terpajang di bagian atas restoran.
Restoran Nusa Dua bukan restoran baru di London, Inggris. Restoran ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun lalu.

Restoran dengan dekorasi dan nuansa khas Bali ini mengutamakan menu makanan khas Indonesia.

Mengutip berbagai sumber, restoran Nusa Dua ini milik seorang pengusaha wanita Indonesia bernama Usya Suharjono. Restoran tersebut berada di kawasan Shaftesbury Ave, London.

Dalam laman resminya, restoran Nusa Dua mengklaim menghadirkan aneka makanan Indonesia yang autentik dan unik. Untuk menjaga kekhasan rasanya, mereka mengklaim mendatangkan rempah yang dibawa langsung dari Indonesia. 

Restoran Nusa Dua ini menghadirkan berbagai makanan Indonesia seperti aneka gulai, gado-gado, soto lamongan, sate ayam, sate kambing, ayam goreng kremes, rendang ayam, aneka sambal, kangkung.

Tak cuma makanan berat, aneka camilan gurih seperti lumpia semarang, bakwan, tempe, martabak, sampai emping, dan kerupuk juga menjadi menu yang dihidangkan di restoran tersebut.

Nusa Dua juga menghadirkan sajian jamuan ala Indonesia Rijsttafel di restorannya dengan harga 24,50 poundsterling.

Kisaran harga di restoran ini berkisar antara 4.10 poundsterling sampai 11.50 poundsterling. Tak cuma makanan, restoran ini juga dilengkapi dengan beragam hiburan lainnya, salah satunya karaoke bar dan lounge.

Pelanggan-pelanggan yang datang ke restoran Nusa Dua London ini juga tak cuma didominasi warga rantau Indonesia. Tamu-tamu asing juga terlihat sering datang ke restoran tersebut.

Sosok Anniesa Hasibuan sendiri juga terlihat menyambangi restoran ini pada Desember 2015.

"The Lovely fashion designer, Anniesa Hasibuan has joined us for lunch!!" tulis Nusa Dua London.

Anniesa Hasibuan pun kala itu menanggapi status yang dituliskan restoran tersebut.

"Menu Indonesia paling mantappp se UK @nusadualondon." (JP)


Sumber: CCNIndonesia.


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos