Home » , , » Status Darurat Kebakaran Hutan di Jambi Diperpanang Tiga Bulan

Status Darurat Kebakaran Hutan di Jambi Diperpanang Tiga Bulan

Written By jambipos-online on Tuesday, July 25, 2017 | 20:57

Dua Helikopter “Water Bombing” Standby di Bandara Sultan Thaha Guna Padamkan Karhutla. Direncanakan Provinsi Jambi akan mendapatkan Bantuan sebanyak Tiga Unit Helikopter, yang terdiri dari Dua Helikopter jenis Water Bombing dan Satu Unit Helikopter khusus untuk Patroli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Hamdan mengatakan saat ini dua Helikopter Water Bombing sudah Standby di Bandara untuk memadamkan apabila terjadi Karhutla.
Jambipos Online, Jambi-Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi yang berakhir pekan lalu diperpanjang kembali mulai Senin (24/7/2017) hingga tiga bulan mendatang. Perpanjangan status siaga darurat karhutla di daerah itu dilakukan menyusul meningkatnya jumlah hot spot (titik api) di daerah itu. 

“Jika kebakaran hutan dan lahan di Jambi terus meluas hingga sampai menimbulkan bencana asap, status siaga darurat karhutlah di Jambi sewaktu-waktu bisa ditingkatkan menjadi tanggap darurat karhutla,”kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Hamdan, Selasa (25/7/2017). 

Menurut Hamdan, pihaknya selama dua hari terakhir meningkatkan patroli udara dan pemadaman beberapa hot spot di beberapa kabupaten. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing (pengebom air) disiagakan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi mengantisipasi karhutla di daerah itu. 

“Satu helikopter dikerahkan memadamkan beberapa hot spot di Kabupaten Tebo, Senin (24/7). Rencananya helikopter tersebut juga dikerahkan memadamkan beberapa hot spot di Kabupaten Batanghari, Selasa (25/7),”ujarnya. 

Dijelaskan, berdasarkan pantauan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, jumlah hot spot di Jambi meningkat dua hari terakhir. Sejak Minggu – Senin (23 – 24/7), terpantai delapan hot spot di Jambi. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Tebo sebanyak tiga titik, Bungo dan Tanjungjabung Barat masing-masing dua titik dan di Batanghari satu titik. 

“Jumlah titik api tersebut bisa bertambah jika pencegahan karhutla di setiap kabupaten di Jambi tidak dilakukan secara intensif. Untuk itu pihak perusahaan perkebunan sawit dan kehutanan di Jambi kami harapkan meningkatkan pemantauan karhutla di sekitar areal mereka. Kemudian para petani juga diharapkan tidak membakar hutan dan lahan,” katanya. 

Awasi Gambut 

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Erwan Malik mengimbau pengusaha, petani, BPBD dan jajaran dinas instansi terkait mengawasi pembakaran hutan dan lahan di kawasan gambut. Kebakaran hutan dan lahan gambut harus dicegah sedini mungkin. Hal itu penting karena pemadaman kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut sulit dilakukan. 

Dikatakan, sekitar 700.000 hektare (ha) hutan dan lahan gambut di Provinsi Jambi sangat rawan kebakaran. Hutan dan lahan gambut tersebut terdapat di Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur. 

Bila musim kemarau panjang tiba, lanjut Erwan Malik, kebakaran hutan dan lahan gambut selalu terjadi. Kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi sulit dicegah karena belum semua areal hutan dan lahan gambut di daerah itu memiliki sekat kanal (canal blocking). 

“Kami sangat kuatir terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi pada musim kemarau Juli – Agustus ini. Persoalannya sebagian besar hutan dan lahan gambut di Jambi belum memiliki sekat kanal. Karena itu sekat kanal perlu segera dibangun di seluruh hutan dan lahan gambut di Jambi,” katanya. 

Dikatakan, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi, pemerintah daerah bekerja sama dengan semua pihak perlu melakukan aksi tanggap titik api. 

Kemudian pembuatan sekat kanal yang bisa membuat areal hutan dan lahan gambut tetap basah harus segera dilakukan. "Sekat kanal tersebut penting mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi musim kemarau ini," katanya. (JP-L33)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos