Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Peristiwa Perampokan Kakek Penjual Pisang, Modus Baru di Jambi



Kakek Penjual Pisang Jadi Korban Perampokan Modus Baru di Kota Jambi. IST
Jambipos Online, Jambi-Empat foto dan dua video yang diposting akun bernama TommyReza Chokolatoz di sosial media (Facebook) Selasa (6/6/2017) pagi tentang korban perampokan seorang Kakek penjual pisang keliling di depan Gedung Olahraga (GOR) Kotabaru Jambi menyita perhatian publik. 

Bahkan foto itu diviralkan hingga jutaan netizen melihatnya dan video utama telah ditonton 2.433.442 dan 43.838 kali dibagikan netizen hingga Rabu (7/6/2017) pukul 08.45 WIB. 

Berikut ini postingan dan keterangan kronologis yang dituliskan akun Tommy Reza: (Videonya)

Yang sabar ya pak, buat kalian yang sering pulang pergi melewati Kotabaru, pasti tidak asing lagi sama bapak ni. Belilah pisangnya tanpa kalian minta nego. 

Kasian bapak ini baru saja kehilangan uang tabungannya yang di tabungnya buat beli kursi, agar bisa ikut merayakan hari Lebaran Idul Fitri. Bapak ni penjual pisang keliling, dan bapak ini baru saja kehilangan uang sekitar Rp 1,1 Juta di dalam sakunya. 

 Jadi Kronologinya Sekitar jam 9 pagi saya lewat Kotabaru (depan GOR) melihat bapak ini teriak teriak, "rampok" "rampok" dibantu dengan ibu petugas sapu jalan. Mereka berteriak meminta bantuan. 

Sontak saya berhenti dan menanyakan rupanya bapak ini habis dirampok dengan kronologi perampok tersebut meminta bapak (penjual pisang) masuk ke dalam mobil, dengan alasan mau membeli se sisir pisang. 

Katanya malu (sipelaku) membeli pisang di bulan puasa. Jadi si bapak diminta masuk kedalam mobil, dengan maksud transaksi di dalam mobil saja. 

Bapak yang semangat bahwa dagangannya laku, mengikuti permintaan si pelaku. Sesampai di dalam, si bapak di beri Rp 15.000 (harga pisang yang di beli). 

 Namun saat mau turun dari mobil, pintunya dikunci oleh pengendara tersebut dan di sana mereka mengerogoti kantong si bapak. Penjelasan si bapak ada 3 orang di dalam mobil, dengan ciri mobil avanza/inova warna cream. 
Kakek Penjual Pisang Jadi Korban Perampokan Modus Baru di Kota Jambi. IST

Padahal uang tersebut dibawak bapak itu untuk menyetor ke toko kursi. Karena dia memesan kursi buat ikut lebaran. Untuk pelaku perampok, apa kalian berfikir, kalau bapak tersebut telah susah?? 

Berapa lama dia mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dengan jualan pisang? Apa kalian dak punya hati nurani di bulan puasa ini?? Yang sabar ya pak. 

Rasa Prihatin dr Maulana
Kasus perampokan yang dialami kakek penjual pisang itu ternyata tak luput dari perhatian dr H Maulana MKM. Ketika kabar tersebut ia dengar pemilik Rumah Sakit Annisa Jambi itu langsung berinisiatif mendatangi kediaman kakek tersebut di kawasan Kotabaru, Kota Jambi. 

Dalam pertemuan dengan kakek itu suami dari Dr Hj Nadiyah SP OG ini terlihat sangat berempati terhadap perampokan yang tergolong nekad tersebut.

"Sungguh kasihan melihat kakek yang setua ini harus mengalami perampokan, bagaimana rasanya jika ini di alami orang tua atau kakek kita," kata Maulana prihatin. 

Maulana menyebutkan, dirinya tidak habis pikir ada orang yang tega merampas uang yang dikumpul dari berjualan pisang.

"Kita bisa bayangkan uang yang dikumpul dari berjualan pisang Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu persisir harus raib dengan cara intimidasi kekerasan, merampas uang hasil keringat kakek yang sudah renta ini," kata dr Maulana dan  memberi bantuan sebagai pengganti uang yang telah diambil perampok kepada kakek tersebut.

"Saya harap kakek bisa melupakan kejadian ini serahkan saja dengan allah swt, insya allah jika kita ikhlas Allah SWT tuhan yang mahan berkehendak memberi ganti berlipat ganda, ujar ketua harian dewan mesjid Indonesia tersebut sambil menyerahkan uang bantuan," ujar Ketua Kahmi Provinsi Jambi ini. 

Atas bantuan tersebut Suratman kakek penual pisang tersebut mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan dr. Maulana.

"Saya terima kasih pada dokter Maulana atas bantuannya semoga bapak selamat dan Allah kabulkan niat Bapak," ujarnya terbata. (JP-Berbagai Sumber/Lee)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar