Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Kemenkum HAM Provinsi Jambi Pastikan Napi Kabur 32 Orang

Tembok lapas Kelas IIA Jambi yang roboh diterjang banjir Rabu (14/6/2017) dini hari. Foto Istimewa
Jambipos Online, Jambi-Kepala Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Jambi, Bambang Palasara memastikan narapidana yang masih kabur berjumlah 32 orang pasca kejadian jebolnya tembok Lapas Kelas IIA Jambi, Rabu (14/6/2017) dini hari. Kini sudah 19 Napi sudah tertangkap dan 2 menyerahkan diri. 

Bambang Palasara meminta Para Napi yang kabur menyerahkan diri. Kemenkumham berjanji akan memperlakukan para Napi dengan baik. Hingga kini petugas kepolisian dan pihak Lapas Kelas IIA Jambi masih memburu puluhan napi yang melarikan diri tersebut.

“Sampai saat ini kami masih memburunya. Jebolnya dinding Lapas Klas IIA Jambi akibat banjir, membuat pagar belakang lapas roboh, Rabu (14/6) dini hari. Hal itu dimanfaatkan banyak napi untuk melarikan diri. Hingga Rabu siang, puluhan polisi dan TNI masih mencari napi yang kabur tersebut,” kata Bambang.

Kakanwil Kemenkumham Provinsi Jambi Bambang Palasara kepada wartawan berjanji akan memberikan keterangan. “Nanti kita menggelar jumpa pers. Nanti ya,” ujarnya.

Bambang menghimbau warga binaan napi yang kabur agar segera menyerahkan diri kepada petugas. “Semua data napi yang kabur ada dengan kita. Segeralah menyerahkan diri. Kita akan perlakukan dengan baik semuanya,” kata Bambang.

Disebutkan, banjir yang melanda kawasan Lapas Jambi menyebabkan dinding Lapas Jambi jebol. Kondisi menyebabkab kepanikan bagi penghuni. Tahanan wanita juga dievakuasi. Saat ini, napi diamankan di mesjid yang berada di dalam lapas.

Bambang Palasara mengatakan, lebih 50 napi Lapas Kelas II Kota Jambi dipindahkan ke lapas kabupaten di Jambi Rabu siang pascajebolnya dinding lapas Kota Jambi tersebut. Pemindahan dilakukan karena ruang tahanan Lapas Kota Jambi berkurang akibat rusak diterjang banjir.

“Para napi akan dipindahkan ke Lapas Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Lapas Muarasabak, Kabupaten Tanjungabung Timur dan Lapas Sarolangun. Pemindahan dilakukan agar penghuni Lapas Kota Jambi tidak semakin padat. Saat ini Lapas Kota Jambi sudah terlalu padat. Jumlah napi di lapas tersebut mencapai 1.238 orang, sudah melebihi kapasitas 360 orang,” katanya.
 
Razia kendaraan yang dilakukan Satuan Direkorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Tempino, Kabupaten Muarojambi, batas Jambi - Sumatera Selatan, Rabu 14 Juni 2017 berhasil mengamankan seorang narapidana (napi) yang kabur lembaga pemasyarakat (Lapas) Kelas II Kota Jambi.IST
Sementara itu Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto didampingi Kepala Bidang Humas (Kabid) Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Rabu (14/6/2017) siang menjelaskan, pihaknya mengerahkan satuan gabungan Reserse Kriminal (Reskrim) dan Lalu Lintas (Lantas) Polda Jambi melakukan razia di perbatasan Jambi – Sumatera Selatan, Jambi – Riau dan Jambi – Sumatera Barat. 

“Razia tersebut untuk mencegah napi ke luar Jambi. Selain itu, polisi memperkatat pengamanan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi dan pelabuhan laut Kualatungkal, Tanjungjabung Barat," katanya.

Priyo Widyanto mengimbau agar napi yang kabur segera menyerahkan diri. Jika tetap kabur, akan ditindak tegas, bahkan ditembak. "Warga yang mengetahui keberadaan napi segera melaporkan ke kantor polisi terdekat,” katanya.

Menanggapi kondisi Lapas Kelas II Kota Jambi pascabanjir Priyo Widyanto mengatakan, situasi di lapas sudah kondusif. Namun pengamanan masih dilakukan secara ketat di dalam dan di luar lapas.

Sebanyak 59 napi wanita yang sempat dievakuasi ke kantor Imigrasi Jambi sudah dikembalikan ke lapas tersebut. Kemudian napi yang dievakuasi ke luar ruang tahanan, sudah kembali ke ruangan masing-masing.

Seperti diberitakan sebelumnya, lebih 50 orang napi Lapas Kelas II A Kota Jambi kabur ketika dinding lapas tersebut jebol diterjang banjir Rabu (14/6) dini hari. Banjir melanda lapas itu akibat hujan dan angin kencang yang melanda Kota Jambi Selasa (13/6) malam hingga Rabu (14/6) dinihari.

Sebelumnya Gubernur Jambi H Zumi Zola, Walikota Jambi H Syarif Fasha, Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto dan pejabat Polda Jambi lainnya langsung turun meninjau lokasi saat kejadian itu. (JP-Lee)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar