Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Tradisi Bantai Adat, Mampu Tekan Harga Daging Jelang Ramadhan di Merangin

Jambipos Online, Merangin-Tradisi Prosesi Bantai Adat (penyembelihan hewan secara massal jelang-red) Ramadhan dan Idul Fitri mampu menekan harga daging selama Ramadhan dan Idul Fitri. Tradisi ini telah dibuka oleh Bupati Merangin H Al Haris bersama Sekda Merangin H Sibawaihi dan Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Selasa (23/5/2017). 

Pada acara yang berlangsung cukup meriah itu dibanjiri ribuan masyarakat di Lapangan Desa Mampun, ada sekitar 70 hewan yang disembelih secara massal. Tidak hanya hewan jenis sapi yang disembelih, tapi juga kerbau yang beratnya mencapai lebih dari 600 Kg. 

Bupati Merangin H Al Haris mengatakan, bantai adat adalah tradisi masyarakat Merangin secara turun temurun dari zaman dahulu kala, menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. 

Dimana hewan yang disembelih hasil pembelian dari beberapa kepala keluarga dan dagingnya dibagi kepada berapa kepala keluarga yang membeli hewan itu. 

Selain itu, ada juga hewan yang tidak dibeli secara kelompok. Hewan itu beli dan disembelih oleh para saudagar (pegadang). Dimana daging dari hewan yang disembelih kemudian dijual kepada masyarakat, dengan harga dibawah harga pasar. 

“Biasanya daging yang didapat dari acara prosesi Bantai Adat itu, masing-masing keluarga memasaknya untuk kebutuhan selama Ramadhan, bila Bantai Adat Ramadhan seperti sekarang ini. Apabila Bantai Adat Idul Fitri dagingnya untuk kebutuhan selama Lebaran Idul Fitri,” kata Bupati Merangin H Al Haris. 

H Al Haris sangat memberikan apresiasi terhadap acara prosesi Bantai Adat tersebut, kerena banyak manfaat yang dirasakan. 

Selain sebagai ajang silaturahmi, Bantai Adat juga sebagai kegembiraan masyarakat menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. 

Prosesi Bantai Adat juga mampu menekan harga daging di pasaran, sehingga harga daging tidak melambung saat jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, yang terpenting terjadinya kebersamaan masyarakat bisa menikmati daging saat menjalankan ibadah puasa dan lebaran. 

“Jelasnya menu beberapa minggu puasa sudah terjamin, ada dagingnya. Tinggal menambahkan sedikit sayuran dan takjil saat berbuka puasa. Pastinya selama puasa baik saat buka maupun sahur, di setiap rumah ada rendang,” katanya. (JP-Yah)











Tradisi Bantai Adat, Mampu Tekan Harga Daging Jelang Ramadhan di Merangin

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar