Home » , , » Sepasang Mempelai Diculik OTK Saat Hendak Menikah di Desa Simpang Limbur Merangin

Sepasang Mempelai Diculik OTK Saat Hendak Menikah di Desa Simpang Limbur Merangin

Written By jambipos-online on Wednesday, May 3, 2017 | 14:33

Jambipos Online, Merangin-Pesta pernikhan Susiwulandari AM Keb dengan Muhammad Ikhsan S.Pd.I anak dari pasangan suami isteri, Suharsyah, SPDi ibuknya Sukmasuswita AMA Pd Selasa (2/5/2017) di Desa Simpang Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin mendadak mencekam. 

Pasalnya kedua mempelai diculik oleh sekelompok orang tak dikenal. Ternyata penculikan kedua menpelai itu adalah slah satu adegan adat pernikahan adat lamo Pasko Usang yang tak lapuk dek panas yang tak melekang buat hujan di Desa Limbur Merangin. 
 
Pada saat pesta berlangsung sempat mempelai laki laki dan perempuan diculik oleh sekelompok pendekar yang tidak dikenal sempat heboh. Untung pada saat itu ada sekelompok dukun yang siap tempur untuk membantu mencari kedua mempelai. 

Setelah dukun berangkat menelusuri kampung itu, lengkap dengan senjata seperti keris dan pedang juga menenelusuri setiap rumah, akhirnya dijumpai kedua mempelai disimpan dalam rumahnya pendekar itu. 
 
Setelah bertengkar mulut dengan pepatah adat, seorang pendekar yang mencuri kedua mempelai tersebut, baru mengaku bersalah. 

Setelah duduk berunding dan berbincang bincang baru dapat kata yang mupakat runding nansaiyo, yang salah dihutang yang berdosa harus bertobat. 

Selanjutnya barulah kedua mempelai bisa dibawak oleh pendekar dan dukun itu pulang kerumah mempelai perempuan. Kerena sebab dukun dan pendekar itulah yang bisa makan menghabis juga kalau menyencang bisa putus. Menurut sejarah dari Tokoh masyarakat Desa Limbur Merangin, Ramaini (50), itu adalah adat lamo Desa Limbur Merangin. 

Dulu pada abad 12 jaman dulu, cerita nya, Desa Limbur Merangin itu cuma ada 7 buah rumah atap daun rumbai tiang nya kayu bulat dikebat dengan akar mampenang. Dibuat dinding dari kulit kayu. 

Dibuat nama rumah Dusun Tuo, jadi dusun tuo dihuni 3 kk yang 4 kk pindah ke hilir mumbuat kebun tembakau, di buat namo dusun nya Tebing Tinggi, 4 kk membuat kebun di Ujung Tanjung. 
 
Lanjutnya, dulu ada sejarah anak hilang, nama Rio Tamalang ibunya bernama Siti Tamalang anak nya bernama supik saja. Pada usia 13 tahun anak itu hilang ditelan pulau Bugin Bahasa klamonya. Pada sore itu kedua orangtuo nya pulung dari kebun sampai di rumah anak nya hilang. 

Lalu merawung minta tolong bahwa anak nya hilang. Kumpullah orang itu, untuk mencari anak itu siap lah dukun dan ulubalang lengkap dengan senjata keris dan pedang. Itulah sejarah singkatnya, kini adat itulah yang masih di pakai, dan turun menurun masih di pakai.(JP-Yah)







Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos