Anak Punk Bikin Resan DPRD Tanjabar

Written By jambipos-online on Monday, March 13, 2017 | 20:15


Tanpak anak punk yang sedang berkeliaran di Objek Wisata WFC Kualatungkal.

Jambipos Online, Kualatungkal-Keberadaan anak-anak punk di Kabupaten Tanjung Jabung Barat membuat resah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar). Makanya mereka kini meminta Pemerintah Darah Tanjabar untuk menindak tegas keberadaan anak punk yang kian marak bekeliaran di Kota Kualatungkal.

Hal ini seperti di sampaikan Ketua Komisi I DPRD Tanjabbar, Syafrizal Lubis yang menghimbau agar instansi terkait melakukan penertiban secara tegas agar keberadaan anak jalanan tersebut tidak meresahkan masyarakat.

“Kita minta pemda supaya serius untuk mengatasi maraknya masuk anak punk ke Kualatungkal ini. Sebenarnya ini sudah kita bicarakan sejak lama namun Instansi terkait seperti Sat PolPP selalu mempermasalahkan keterbatasan anggaran kegiatan. Jangan itu dijadikan sebagai alasan lagi,” tegas Oge, sapaan akrab Ketua Komisi I di Kualatungkal, Senin (13/3/2017).

Menurut dia, karena ini menyangkut ketertiban dan keamanan bagi masyarakat di Kualatungkal.  “Ini perlu di waspadai, jika smakin ramai keberadaan anak punk di Kualatungkal akan semakin susah menertibkannya,” disebut politisi Partai Golkar itu.

Sementara itu, hal senada juga di sampaikan anggota Dewan lainnya dari politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. M. Fadli yang meminta solusi tegas dari pemda untuk menertibkan keberadaan anak punk.

“Ya, komunitas anak punk ini juga campuran antara laki-laki dan wanita. Yangperlu kita waspadai selain masalah narkoba juga adanya seks bebas yang tentu akan meresahkan masyarakat sekitar,” kata H Padli.

Di ungkapkan dia, bahwa dewan Komisi I akan memanggil pihak dan instansi terkait untuk menindak lanjuti keberadan anak punk ini. “Nanti akan kita panggil instansi pemerintah terkait seperti assisten dan Satpol PP. intinya harus ada solusi dari Pemerintah untuk menertibkan,” terang dia.

Pantauan dilapangan, pusat ramainya keberadaan anak punk di Kualatungkal yaitu di tempat wisata seperti Water Front City (WFC) dan Tungkal Ancol Beach serta di tempat kuliner dimana ramainya pengunjung.

 “Memang anak punk ini kadang bikin kesal, kita lagi santai dan makan bersama keluarga dia datang minta duit, kalau tidak dikasih minta rokok juga, bahkan marah-marah kalu tidak dikasih sama sekali. Ini perlu ada tindakan dari instansi pemerintah untuk mengusir anak punk dari Tungkal,” keluh Anto (35) warga Kualatungkal. (JP-Ken)


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos