Home » , » Petani Sayur Paal Merah Terancam Gagal Panen

Petani Sayur Paal Merah Terancam Gagal Panen

Written By jambipos-online on Friday, February 10, 2017 | 17:18


Petani Sayur Jambi Selatan.

Jambipos Online, Jambi-Petani sayur di Keluarahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan terancam gagal panen. Karena sebagian tanaman sayur sawi mengering akibat musim kemarau. Bibit yang ditanam-pun tidak tumbuh dan ada sebagian yang mati karena karena kekurangan air.

Hal itu dikatakan Tugiran, salah seorang petani sayur. Menurutnya, selama ini para petani di sana menggunakan air sumur untuk menyiram tanaman sayur. Namun karena lama tak turun hujan, sebagian persediaan air sumur mulai menipis. 

Sehingga hal itu dapat mengancam tanaman sayur petani. Saat inipun sudah terlihat menurunya hasil panen akibat lama tidak turun hujan, dan tanah sebagai media tanampun telah mulai kering dan retak retak.

Tanaman sayur jenis sawi dari Kelurahan Lingkar Selatan tersebut salah satu sayuran yang ikut meramaikan pasar sayur angsoduo. Karena dalam setiap pagi tidak kurang dari lima dafsun sawi segar di bawa ke sana.

Belum lagi yang dipasok ke Pasar Baru Talang Bajar dan Pasar Keluarga di Simpang Kawat. "Penjualan sayur ini kebanyakan di Pasar Talang Banjar dan Angsoduo,"ujarnya.

Saat ini yang dibutuhkan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Harga Makmur tersebut ialah ketersediaan pupuk. Karena kata Tugiran, terkadang dirinya dan teman-teman petani sayur lainnya kesulitan mendapatkan pupuk. Sebab tanaman sayur ini sangat kuat menghabiskan pupuk dan racun hama untuk mendapatkan hasil yang baik.

Hal senada juga dikatakan Musa. Petani sayur yang mengaku tinggal di Kelurahan Payo Selincah ini mengatakan tanpa pupuk tanaman sayur di Paal Merah, miliknya tidak akan mendapatkan hasil panen yang baik.

Kemudian petani juga mengharapkan pemerintah untuk mengucucurkan kredit agar para petani bisa membeli peralatan yang digunakan untuk sektor pertanian.

Dikatakan, dirinya telah mendengar kalau pemerintah telah menggulirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun hingga kini program itu belum menyentuh para petani secara menyeluruh. Buktinya, tambah Musa, dia dan kelompoknya sendiri belum mendapatkan itu. " Kalau memang pemerintah betul-betul memperhatikan para petani, tolong permudah persyaratan kredit untuk mencari modal," tandasnya. (Rizal/JP)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos