Home » , , » Perang Syaraf Mantan Ketua KPK (Antasari) dengan Mantan Presiden (SBY) Dimulai

Perang Syaraf Mantan Ketua KPK (Antasari) dengan Mantan Presiden (SBY) Dimulai

Written By jambipos-online on Wednesday, February 15, 2017 | 05:59


Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar (kanan) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri).

Antasari: "Inisiator Kriminalisasi Terhadap Saya Itu SBY"

Jambipos Online-Perang syaraf dan peryataan antara Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dimulai. Tuding menuding keduanya kini juga merembet ke ranah Politik terkhusus Pilkada DKI Jakarta. Namun Antasari membantah tudingan SBY soal kepentingannya soal Politik, terutama Pilkada DKI Jakarta.

Perang syaraf itu dimulai ketika Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang yang merekayasa kasus Antasari. “Inisiator kriminalisasi terhadap saya itu SBY," kata Antasari kepada Antara di Kantor Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Ia pun menceritakan suatu hal yang menurutnya belum pernah diungkapkannya selama bertahun-tahun. Antasari menyebut pada suatu malam di bulan Maret 2009, CEO MNC Group Harry Tanoe mendatangi rumahnya.

Kedatangan Harry diperintahkan seseorang di Cikeas, yang meminta Antasari agar tidak menahan Aulia Pohan yang ketika itu terseret kasus korupsi. "Harry diutus oleh Cikeas, beliau minta agar saya tidak menahan Aulia Pohan," ucap Antasari.

Mendengar permintaan itu, Antasari menolaknya dengan alasan hal itu melanggar standar prosedur operasi KPK. Namun, Harry memperingatkannya. "Harry bilang kalau saya (Harry) enggak bisa penuhi target, bagaimana saya laporan? Saya bisa ditendang dari Cikeas. Nanti keselamatan Bapak bagaimana? Bapak hati-hati," kata Antasari menirukan perkataan Harry Tanoe.

Dalam percakapannya dengan Harry, Antasari menegaskan bahwa pihaknya tidak kompromi terhadap kasus-kasus yang ditangani olehnya. "Saya sudah milih profesi penegak hukum. Risiko apapun saya terima," ujarnya, menegaskan.

Di hadapan awak media hari ini, Antasari pun meminta SBY untuk berkata jujur perihal dugaan kriminalisasi terhadap dirinya. "Kepada SBY, jujurlah. Beliau tahu perkara saya. Beliau perintahkan siapa untuk kriminalisasi Antasari?" katanya.

Antasari adalah mantan Ketua KPK di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kiprahnya memimpin KPK mencuri perhatian setelah lembaga antirasuah itu menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Namun, karir Antasari terhenti karena dituduh terlibat pembunuhan berencana terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Antasari Azhar akhirnya divonis 18 tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan setelah dinyatakan terbukti membunuh Nasrudin Zulkarnaen, Direktur Putra Rajawali Banjaran.

Antasari Azhar melalui kuasa hukumnya mengajukan banding, kasasi, serta peninjauan kembali, namun ia tetap dihukum. Pada Kamis tanggal 10 November 2016, Antasari Azhar meninggalkan LP Tangerang dengan status bebas bersyarat sejak ditahan pada Mei 2009. 

Harry Tanoe Diperintah SBY

Kabar mengagetkan muncul dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar. Antasari di Jakarta, Selasa siang (14/02/17) mengungkap bahwa CEO MNC Group Harry Tanoe diperintahkan oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menemui dirinya. Perihal pertemuan itu adalah Harry Tanoe menyampaikan pesan SBY kepada Antasari.

Pengakuan Antasari, Harry Tanoe menemui dirinya atas perintah SBY agar KPK tidak menangkap Aulia Pohan pada Maret 2009. 

SBY Ancam Laporkan Antasari

Pernyataan mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyebut Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai inisiator kriminalisasi kasusnya langsung direspon oleh SBY. 

SBY yang juga Ketua Umum Demokrat merasa gerah dengan pernyataan-pernyataan Antasari. Bahkan SBY mengancam akan melaporkan Antasari ke pihak penegak hukum. 

"Tuduhan Antasari seolah saya sebagai inisiator kasusnya, jelas tidak benar. Pasti akan saya tempuh langkah hukum thd Antasari *SBY*," tulis SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono.

Tak hanya itu, SBY pun akan menjelaskan semuanya kepada masyarakat. "Dalam waktu dekat akan saya sampaikan bantahan & penjelasan saya. Saya ingin saudaraku rakyat Indonesia tahu kebenaran yg sejati *SBY*," cuit SBY yang lain di akun twitter @SBYudhoyono. 

Grasi ke Antasari Untuk Menyerang Dirinya

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengatakan siap bila dirinya diteror usai memberi keterangan kepada media massa, tentang rahasia yang disimpannya selama bertahun-tahun terkait kasusnya.

"Setelah selesai bicara hari ini, misal besok saya mati, saya siap," tegasnya kepada Antara di Kantor Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (14/02/17).

Di hadapan awak media, ia membeberkan bahwa ia pernah didatangi oleh CEO MNC Group Harry Tanoe di rumah Antasari pada suatu malam di bulan Maret 2009.

Bagaimana tanggapan SBY? Dalam akun tweitter milikny SBY bereaksi atas tudingan Antasari. SBY mencurigai ada motif lain di balik grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo ke Antasari.

“Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY) *SBY*," tulisnya dalam akun twitter @SBYudhoyono, Selasa (14/2/17).

“Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya *SBY*," cuit SBY lainnya.

SBY juga menduga Antasari Azhar sengaja menghancurkan namanya menjelang Pilkada serentak 2017. Dia menduga pernyataan Antasari sengaja dilakukan dan bermuatan politik agar pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni kalah dalam pilkada.

“Saya bertanya, apakah Agus Yudhoyono memang tak boleh maju jadi Gub Jakarta? Apakah dia kehilangan haknya yg dijamin oleh konstitusi?" tulis SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono seperti dikutip di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, saat ini dirinya tidak memiliki kekuasaan. Namun dia menyatakan akan menghadapi tudingan Antasari.

“Jangan menyerah & lanjutkan perjuangan. Kita terus dibeginikan. Apakah yang kuat memang harus terus menginjak-injak yg lemah? Marilah kita mohon pertolongan Allah Swt," tulis SBY.

SBY menegaskan semua penegak hukum yang memproses kasus pembunuhan Almarhum Nasrudin masih ada. Dia meyakini seluruh penegak hukum itu akan berbicara fakta dan kebenaran.

“Tuduhan Antasari seolah saya sebagai inisiator kasusnya, jelas tidak benar. Pasti akan saya tempuh langkah hukum terhadap Antasari," tulisnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh di kalangan wartawan, tim hukum SBY akan segera menyampaikan laporan atas dasar pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan oleh Antasari Azhar ke Bareskrim Mabes Polri Selasa malam pukul 19.00 WIB. (Berbagai Sumber/JP-03)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos