Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Jambi 2016 Sebesar 4,37 Persen

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa memberikan kebutuhan sandang kepada warga Komunitas Adat Terencil (KAT) disela-sela peresmian Permukiman Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sungai Surian di Desa Pulau Lintang, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (18/2/2017). Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar turut mendampingin Mensos pada peresmian itu.

Jambipos Online, Jambi-Angka pertumbuhan ekonomi Jambi pada tahun 2016 yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi naik sebesar 4,37 persen. Angka itu mengalami kenaikkan jika dibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar 4,20 persen.

Ekonomi Jambi triwulan IV-2016 bila dibandingkan triwulan IV-2015 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,35 persen denghan pertumbuhan tertinggi oleh informasi dan komunikasi sebesar 14,81 persen. 

Sementara itu ekonomi Jambi triwulan IV-2016 mengalami pertumbuhan positif 2,36 persen bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dan dari sisi produksi hal ini terutama disebabkan oleh kinerja positif lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 11,82 persen.

Demikian dijelaskan Kepala BPS Jambi, Dadang Hardiwan kepada wartawan, Senin (20/2/2017). “Dilihat dari sisi pengeluaran, maka ekonomi Jambi tahun 2016, didominasi oleh ekspor barang dan jasa sebesar 66,06 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 44,96 persen," kata Dadang.

Disebutkan, pertumbuhan tertinggi pada sisi pengeluaran tahun 2016 adalah pembentukan modal tetap bruto yang mencapai angka 5,37 persen. Sedangkan untuk pengeluaran konsumsi pemerintah justru mengalami penurunan sebesar 4,01 persen.

BPS Jambi juga mencatat perekonomian Provinsi Jambi pada 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PBRD) atas dasar harga berlaku mencapai Rp171,7 miliar dan PDRB per kapital mencapai angka Rp49.642.996 atau senilai 3.730 ribu dolar AS.

Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, dimana tertinggi pada jasa keuangan dan asuransi sebesar 10,38 persen diikuti oleh informasi dan komunikasi 8,51 persen serta teransportasi dan pengudangan 8,29 persen.

Struktur perekonomian Provinsi Jambi menurut lapangan usaha, kata Dadang, pada 2016 dodimonasi oleh tiga lapangan usuaha utama yakni pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai angka 29,79 persen, sedangkan pertambangan dan penggalian hanya 16,59 persen serta perdagangan besar dan ecaran, reparasi mobil dan sepeda motor 12,15 persen.

Dadang juga mengatakan, bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2016, pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,73 persen.

Kemudian diikuti sektor perdagangan besar dan ecaran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,59 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 0,29 persen. (JP-03)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar