Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Tambang Galian C Hancurkan Kabupaten Bungo


Raker Camat se Provinsi Jambi di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa (20/12/2016). Foto Asenk Lee.

Jambipos Online, Jambi-Maraknya pertambangan galian C di Kabupaten Muarobungo menyebabkan hancurnya ekosistem diwilayah tersebut. Bahkan bekas galian tambang di Bungo sudah parah hingga 80 persen yang biaya reboisasinya tak terhingga. Hingga kini tambang galian C di Bungo masih marak, meski ijin perusahaan msudah habis.

Demikian diungkapkan Camat Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Syafrizal pada Rapat Koordinasi Camat se Provinsi Jambi (141 Camat) di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa (20/12/2016) yang dihadiri Gubernur Jambi H Zumi Zola, Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, Ketua Penggerak PKK Provinsi Jambi Sheerin Tharia dan Kepala SKPD Provinsi Jambi.

“Kami melaporkan pa Gubernur, di Kabupaten Muarabungo masih banyak tambang galian C yang izinnya sudah habis namun masih tetap beroperasi. Maraknya tambang galian C ini menyebabkan ekosistem di Bungo hancur. Jadi kami minta Pemerintah Provinsi Jambi untuk menertibkan perusahaan yang melanggar tersebut,” ujar Syafrizal.

Selain soal tambang galian C, Syafrizal juga mengeluhkan soal jalan provinsi yang rusak di empat titik di KM 19 Desa Emplu, setidaknya ada di empat titik yang cukup rusak parah. Jalan rusak itu juga sudah memakan korban pengendara.

“Kami juga melaporkan pa Gubernur, soal kekurangan guru Matematika, Fisiki, Biologi dan Bahasa Inggris di SMAN 1 dan SMAN 2 Bungo. Yanhg banyak justru guru agama Islam pak. Semoga dengan kewenangan SMA dan SMK pada Pemprov Jambi, bisa menambah guru tersebut,” katanya.

Menanggapi usulan Camat Camat Tanah Tumbuh, Syafrizal itu, Gubernur Jambi Zumi Zola mengakui kalau Kabupaten Bungo kini hancur karena eks pertambangan. “Saya pernah melihat dari udara eks tambang di Kabupaten Muarobungo. Hampir 80 persen hancur dan bahkan dana untuk pemulihan eks tambang itu tak terhingga. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Zumi Zola juga meminta Pemkab Bungo untuk memberikan daftar perusahaan yang izinnya mati namun tetap beroperasi kepada Pemprov Jambi. Karena hal ini sudah masuk kedalam ranah hukum karena merusak lingkungan.

“Kalau soal jalan provinsi itu, nanti akan kita koordinasikan kepada Dinas PU Provinsi Jambi. Pembangunan infrastruktur ini menjadi tanggung jawab kita dan menjadi prioritas tahun 2017. Karena infrastruktur menjadi akses ekonomi masyarakat,” kata Zola.

Kemudian soal guru tersebut, kata Zumi Zola, di Provinsi Jambi hampir tersedia guru sebanyak 6000an. Namun keberadaan guru tersebut menumpuk dan tidak merata. “Kami juga sudah mencoba menata guru ini, namun selalu pindah. Jadi nanti kita minta Kepala dinas atau kepala sekolah untuk membuat surat komitmen kepada guru agar tidak mudah pindah dari satu sekolah, khususnya sekolah di pelosok,” katanya.

Menurut Zumi Zola, pemerataan guru ini sangat sulit selagi tidak ada komitmen pengabdian dari guru bersangkutan. Semoga kedepannya guru yang ditempatkan betah pada sekolah yang dituju. (JP-03/Lee)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar