Home » , , » Zumi Zola Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Zumi Zola Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Written By jambipos-online on Friday, October 7, 2016 | 7:51 PM




KENCANA: Gubernur Jambi H Zumi Zola saat menanam Pohon Ketapang Kencana di Kampus Universitas Jambi, Mendalo, Kabupaten Muarojambi, Jumat (7/10). Penanaman pohon itu sebagai simbol rangkaian Implementasi MoU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan para pihak yang disertai dengan Kuliah Umum tentang dalam pelestarian lingkungan hidup.


Mahasiswa Jadi Pelopor Pergerakan Cinta Lingkungan

Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi H Zumi Zola STP MA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki rasa kepedulian dan kepemilikan (sense of belonging) dalam melestarikan lingkungan hidup dan hutan. Zola juga mengajak mahasiswa sebagai pelopor dalam pelestarian lingkungan dan hutan di Provinsi Jambi.

Hal itu diungkapkan Zumi Zola usai penanaman pohon dalam rangka Implementasi MoU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan para pihak yang disertai dengan Kuliah Umum di Kampus Universitas Jambi, Mendalo, Kabupaten Muarojambi, Jumat (7/10).

“Semua lini masyarakat, semua sektor, kita harus memperkuat sense of belonging untuk melestarikan lingkungan dan hutan," kata Zola. Dalam penanaman pohon dipekarangan Asrama Mahasiswa Universitas Jambi itu, Zola menanam Pohon Ketapang Kencana.

Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Hilman Nugroho, Rektor Universitas Jambi Prof  Johni Najwan, SH,MH,PhD,  dan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Jambi Dr Forst Bambang Irawan, SP,M.Sc juga turut serta melakukan penanaman pohon.

Kata Zola, Provinsi Jambi dikaruniai hutan yang sangat luas, sekitar 2 juta Ha dengan keragaman flora dan fauna. Di dalamnya yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama, yang untuk memeliharanya tentunya bukan pekerjaan yang mudah.

“Tidak banyak daerah yang memiliki "kemewahan" berupa hutan, dan Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi yang memilikinya. Kita meminta dukungan dari Pemerintah Pusat karena Jambi ini merupakan provinsi yang hutannya masih luas, dan ini harus dijaga. Menjaga ini bukan pekerjaan yang mudah, karena sama-sama kita ketahui banyak sekali oknum-oknum yang memanfaatkan dan mencoba merusak hutan kita. Oleh karena itu, Pemerintah merangkul semua akademisi, universitas, untuk melestarikan lingkungan dan hutan," terang Zola.

Zola juga mengharapkan para mahasiswa mahasiswi sebagai generasi muda dapat ikut menularkan rasa kepemilikan atas hutan dan lingkungan, baik kepada lingkungannya sendiri, kepada temannya, maupun melalui media sosial, seiring dengan perkembangan gadget dan media sosial yang luar biasa.

“Kita berharap semua lini masyarakat, semua sektor masyarakat, semua terlibat di sini. Ini tanggung jawab kita. Mudah-mudahan hutan-hutan di Provinsi Jambi tetap terpelihara, tetap lestari," tutur Zola.

Kuliah Umum

Sementara itu, dalam mengisi kuliah umum kepada para mahasiswa mahasiswi Universitas Jambi, Universitas Batanghari, dan IAIN Sultan Thaha, Zola mengatakan, tahun lalu di bulan yang sama, Provinsi Jambi menghadapi masalah yang sangat serius, yakni kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan, yang selain sangat tidak sehat juga sangat merusak hutan dan lahan.

Zola mengungkapkan, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi tahun lalu hanya 2 % karena faktor alam, sisanya karena ulah manusia. "Alhamdulillah tahun ini Jambi tidak mengalami kabut asap. Ini karena komitmen dari semua pihak," kata Zola.

Zola menjelaskan, total luas hutan di Provinsi Jambi lebih dari 2 juta Ha, sekitar 40 % dari luas seluruh daratan Provinsi Jambi, namun 534 ribu Ha sudah kritis kondisinya dan butuh rehabilitasi.

Zola mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, yakni dengan penanaman pohon tersebut. "Semua pihak harus mendukung," himbau Zola.

Zola mengharapkan peserta kuliah umum menularkan informasi edukasi yang didapat dalam kuliah umum kepada masyarakat. “Saya juga menghimbau mahasiswa dan seluruh masyarakat memanfaatkan lahan masing-masing untuk ditanami pohon. Yang paling penting kita punya kemauan," sebut Zola.

Selain itu, Zola menyatakan bahwa dunia internasional juga sangat peduli dengan kelestarian hutan. Beberapa waktu yang lalu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia datang ke Jambi untuk pelestarian Hutan Harapan di Kabupaten Batanghari, dimana hal tersebut menunjukkan bahwa kelestarian hutan sangat penting.

Setelah Zola memberikan kuliah umum, dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Batanghari dengan Universitas Jambi, IAIN Sultan Thaha Syaifudin, Universitas Batanghari, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, dan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, yang disaksikan oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Selanjutnya, Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Hilman Nugroho memberikan bibit Pohon Matoa secara simbolis kepada Gubernur Jambi dan bibit Pohon Mahoni kepada Rektor Universitas Jambi.

Menanggapi penandatanganan kerjasama tersebut, Zola menyatakan dirinya menyambut baik kerjasama itu, sebagai upaya memperluas elemen yang terlibat dalam penanaman pohon.

“Dari kementerian yang ada di Jambi, siap untuk menyediakan bibit pohon pangan maupun non pangan berapapun jumlahnya. Jadi, masyarakat yang memiliki pekarangan yang luas, silahkan datang, minta bibit pohon unntuk ditanam. Saya menyambut baik, tinggal sekarang, dari setiap universitas yang melakukan MoU untuk membuat program, mensosialisasikan juga kepada mahasiswa-mahasiswa yang jumlahnya ribuan. Dari setiap mahasiswa ini, diharapkan juga menyampaikan edukasi ini kepada masyarakat, kesadaran untuk menanam pohon, dimulai dari lingkungan yang paling dekat, pekarangan rumahnya. Saya juga minta kepada rektor, kalau di lingkungan kampusnya ada lahan yang bisa ditanam, tanam, buat contoh," jelas Zola.

Rektor Universitas Jambi, Prof  Johni Najwan, SH,MH,PhD menyatakan harapannya agar setiap orang bisa menanam 25 pohon seumur hidup. Johni merencanakan, setiap mahasiswa baru menanam minimal 1 pohon dan saat lulus menanam 5 pohon. “Hal tersebut sebagai kontribusi dalam melestarikan lingkungan," ujar Johni. (JP-03)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos