Home » , , » Harga Sawit Anjlok di Jambi, Ekonomi Petani Kian Terpuruk

Harga Sawit Anjlok di Jambi, Ekonomi Petani Kian Terpuruk

Written By jambipos-online on Tuesday, October 18, 2016 | 8:12 AM

Sudahlah Harga Sawit Anjlok, Jalan di Kasang Pudak, Muarojambi Lah Hancur Pulo. Nasib...Nasib. IST
Jambipos Online, Jambi- Perekonomian petani sawit di Provinsi Jambi kian terpuruk menyusul terus turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah itu. Menyikapi kemerosotan harga TBS sawit tersebut, sebagian petani sawit di daerah tersebut menebang kebun sawit mereka dan menggantinya dengan tanaman singkong dan sayur-sayuran.

Makdin (60), petani sawit Desa Kebun Sembilan, Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi di Jambi, Minggu (16/10) menjelaskan, Dia sudah menebang hampir dua hektar kebun sawitnya dan menggantinya menjadi areal tanaman sayur-sayuran. Penebangan kelapa sawit tersebut dilakukan menyusul terus merosotnya harga TBS di daerah itu dua tahun terakhir.

“Hasil panen sawit kami sudah tak mampu lagi menutupi kebutuhan keluarga karena harga TBS di tingkat petani di desa kami setahun terakhir rata-rata Rp 1.000/kg. Rendahnya harga TBS sawit tersebut membuat kami rugi, Hasil panen sawit tak mampu lagi menutupi biaya pembelian pupuk, transportasi dan upah panen. Karena itu saya sudah menebang kebun sawit dua hektar. Enam bulan terakhir saya menanam sayur-sayuran di areal bekas kebun sawit tersebut,” katanya.

Menurut Makdin, hasil panen pertanian sayur-sayuran yang digelutinya hingga kini lebih menguntungkan. Berbagai jenis sayuran yang ditanam Makdin bisa panen dua bulan. Hasil panennya pun mudah dijual ke Kota Jambi dengan harga yang cukup mahal.

“Setiap bulan saya bisa mendapatkan uang hingga Rp 5 juta dari hasil panen sayurm- mayur seluas dua hektare. Sedangkan hasil panen sawit dua hektare saat ini hanya bisa menghasilkan Rp 2 juta, ” katanya.

Dijelaskan, sebagian petani sawit di Muarojambi juga sudah mengganti kebun sawit menjadi tanaman singkong atau ubi kayu. Petani beralih menanam singkong karena pemasarannya mudah dan mahal. Pemasaran singkong di Muarojambi dikhususkan untuk perusahaan pabrik tapioka milik perusahaan mi instan terkenal.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Putri Rainun mengatakan, penurunan harga TBS sawit di daerah itu disebabkan pasokan TBS yang terus meningkat, sedangkan daya tampung perusahaan atau pabrik sawit di Jambi tidak bertambah.

Dijelaskan, harga TBS sawit kualitas terbaik dengan umur tanaman sawit 10 – 20 tahun di Provinsi Jambi periode 14 – 20 Oktober 2016 sebesar Rp 1.721/kg atau turun dari harga dua pekan sebelumnya sebesar Rp 1.834/kg. Sedangkan harga TBS dengan umur tanaman 3 tahun di daerah itu turun dari Rp 1.426/kg menjadi Rp 1.339/kg. Kemudian harga TBS sawit umur tanaman 6 tahun turun dari Rp 1.664/kg menjadi Rp 1.562/kg.

“Kami juga prihatin melihat nasib petani menyusul terus merosotnya harga TBS sawit. Namun harga TBS sawit sulit didongkrak karena hasil panen sawit petani dan perusahaan perkebunan sawit terus meningkat. Sedangkan pabrik sawit tidak mampu menampung seluruh hasil panen sawit di Jambi,” katanya. (SP)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos