Home » , , » Fee Proyek Disdik yang Jebloskan Bupati Muda ke Rutan Guntur

Fee Proyek Disdik yang Jebloskan Bupati Muda ke Rutan Guntur

Written By jambipos-online on Tuesday, September 6, 2016 | 10:31 AM

Yan
Fee Proyek Disdik yang Jebloskan Bupati Muda ke Rutan Guntur
Jambipos Online, Sumsel-Yan Anton Ferdian tergolong kepala daerah berusia muda. Dia lahir pada 1984, dan usianya tahun ini masih berusia 32 tahun. Di usia 29 tahun, pada 2013 lalu dia dilantik menjadi Bupati Banyuasin, Sumsel.
 
Yan Anton merupakan anak bupati terdahulu Imaroeddin Inoed. Lewat Pilkada langsung, Yan anton terpilih dan menggantikan posisi yang ditinggalkan ayahnya.

Tiga tahun menjadi Bupati, pada 4 Agustus 2016, kariernya tamat. KPK menciduknya di rumah dinasnya usai pengajian yang digelar untuk keberangkatannya berhaji.

Yan diduga menerima suap model ijon dari pengusaha rekanan Disdik Banyuasin. Anggaran proyek di Disdik itu baru terlaksana pada 2017, Yan sudah mengambil lebih dahulu fee untuknya. KPK bergerak dan melakukan penindakan. Ada uang Rp 300 juta dan US$ 11 ribu yang disita.

“Indikasi awal itu ijon untuk anggaran 2017,” jelas Ketua KPK Agus Rahardjo di Kantor KPU, Jl Imam Bondjol Jakarta, Senin 5 September 2016.

Yan sejatinya berangkat haji pada Rabu 7 September. Tapi keinginannya pupus dan berakhir di Rutan Guntur. Dia dijebloskan KPK ke tahanan yang dahulu biasa dipakai militer.

Tertangkapnya Yan ini membuka mata. Miris melihat bupati muda, yang masa depannya masih terbentang membangun daerah, tetapi terjungkal karena suap.

Yan tergiur godaan sebagai kepala daerah. Padahal bila belajar dari kasus terdahulu, banyak bupati yang sudah diciduk KPK dan karena kasus serupa, bermain di proyek di dinas.

Yan masuk ke jajaran bupati yang tersungkur karena korupsi diciduk KPK. Tak heran kalau Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut, tekad memberantas korupsi masih belum dimiliki sejumlah kepala daerah.

“Identifikasi penyebab masih adanya korupsi, salah satunya adalah komitmen anti korupsi dari seluruh stakeholder pemerintahan masih belum memadai. Yaitu birokrasi, masyarakat, swasta khususnya. 

Integritas belum memadai,” kata Tjahjo dalam pesan singkat, Senin.
Yan sendiri saat dikonfirmasi soal kasus suapnya hanya berkomentar singkat. Dia mengaku khilaf dan meminta maaf.(Net)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos