Home » , , » Dinkes Jambi Bantah Soal Adanya Suku Anak Dalam Terkena Virus Zika

Dinkes Jambi Bantah Soal Adanya Suku Anak Dalam Terkena Virus Zika

Written By jambipos-online on Thursday, September 1, 2016 | 6:32 PM



Jambipos Online, Jambi-Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menyatakan tidak ada warga SAD di Jambi yang terinveksi virus zika seperti yang diungkapkan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan jajaran dinas kesehatan beberapa kabupaten terhadap warga SAD di Jambi baru-baru ini, tidak ditemukan adanya warga SAD terjangkit virus zika.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Andi Pada di Jambi, Kamis (1/9/2016) mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan terhadap ratusan warga SAD di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) wilayah Kabupaten Batanghari, Sarolangun, dan Merangin tak ditemukan adanya warga SAD terjangkit virus zika. 

“Petugas kesehatan hanya menemukan warga SAD yang terkena penyakit hepatitis B dan malaria,” kata Andi Pada. Dia mengakui bahwa Menteri Kesehatan, Nila Moeloek beberapa hari lalu di Jakarta menyebutkan adanya warga SAD di Jambi terjangkit virus zika. Namun setelah petugas kesehatan di Jambi memeriksa kebenaran informasi tersebut di beberapa kelompok warga SAD di Jambi, ternyata tidak ada warga SAD terjangkit virus zika.

Kendati demikian, lanjut Andi Pada, pihaknya terus memantau penyebaran virus zika di Jambi karena tahun 2005 lalu, ada informasi mengenai adanya warga Jambi yang terjangkit virus zika. 


Kemudian pemantauan terhadap virus zika di Jambi juga diintensifkan, karena wilayah Jambi dekat dengan Singapura dan Batam, Kepulauan Riau. Warga Singapura sering masuk ke Jambi melalui Batam, baik menggunakan kapal melalui pantai timur Jambi maupun melalui Bandara Sltan Thaha Syaifuddin Kota Jambi.

Hal senada juga diakui lembaga swadaya masyarakat pemerhati SAD, Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi. Direktur KKI Warsi, Rudy Syaf menjelaskan, pihaknya belum menemukan adanya warga SAD yang terjangkit virus zika. 

Ratusan warga SAD yang didampingi KKI Warsi tidak ada yang sakit akibat virus zika. Laporan mengenai adanya warga SAD terjangkit virus zika dari fasilitator kesehatan KKI Warsi di lapangan juga tidak ada.

Dikatakan, sejak akhir 2015 hingga awal 2016, hampir sebulan KKI Warsi dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta melakukan penelitian mengenai prevalensi hepatitis B dan malaria di kalangan warga SAD Jambi.

“Pada peneilitian itu kami melakukan pemeriksaan terhadap sampel darah warga SAD. Tetapi tidak ditemukan adanya warga SAD terinfeksi virus zika. Kami hanya menemukan penakit hepatitis B dan malaria di kalangan warga SAD,” katanya.

Dijelaskan, sejak tahun 2015 ada juga tim lain dari Pusat yang melakukan penelitian mengenai penyebaran virus zika di Jambi. Tetapi hingga penelitian tersebut berakhir Februari 2016 tidak ada laporan mengenai terjangkitnya virus zika di kalangan warga SAD.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Adnan mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan warga SAD di Sarolangun. Melalui beberapa kali pemeriksaan, petugas Dinas Kesehatan Sarolangun hanya menemukan penyakit hepatitis B dan malaria di kalangan warga SAD. Tidak ada ditemukan adanya warga SAD di Sarolangun terjangkit virus zika. (Lee)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos