Home » , , , » 80 Persen Hydrantt di Kota Jambi Tak Berfungsi

80 Persen Hydrantt di Kota Jambi Tak Berfungsi

Written By jambipos-online on Friday, September 30, 2016 | 9:04 AM


TAK BERFUNGSI : Sebanyak 50 titik 70 Hydrant Kebakaran yang ada di Kota Jambi tidak berfungsi. FOTO: IST

Damkar Desak PDAM Untuk Benahi

Jambipos Online, JambiSebanyak 50 titik dari 70 Hydrantt Kebakaran yang ada di Kota Jambi tidak berfungsi. Padahal keberadaan Hydrantt ini sangat berpengaruh ketika terjadi peristiwa darurat saat terjadi kebakaran. 

Hal ini membuat pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, mendesak pihak PDAM Tirta Mayang Kota Jambi untuk membenahi keberadaan titik Hydrantt tersebut.

Kepala BPBD dan Damkar Kota Jambi melalui Kasi Pengendalian Kebakaran Kota Jambi, Indra Jafrizal , Kamis (29/9) mengatakan, ada 70 titik penyebaran Fire Hydrantt Kebakaran di Kota Jambi tetapi banyak yang tidak berfungsi. Akibatnya, mengganggu kinerja Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kota Jambi dalam menjinakkan si jago merah.

Disebutkan Indra, di Kota Jambi tersebar sebanyak 70 titik Fire Hydrantt, hanya 20 titik berfungsi dengan baik. Selebihnya tidak dapat dimanfaatkan oleh petugas Damkar jika  terjadinya peristiwa kebakaran. Kerusakan ini terjadi sudah cukup lama namun tidak ada perbaikan hingga kini.

Sementara, yang melakukan pembangunan jaringan atau instalasi saluran adalah pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jambi. PDAM Tirta Mayang adalah selaku penyuplai air dan perawatan, serta Damkar sebagai pengguna. 

Titik kerusakan Hydrantt itu tersebar di Kota Jambi, terdapatdi Kecamatan Telanaipura tersebar 21 titik Hydrantt tetapi hanya 7 titik yang bisa dipakai. Memiliki tekanan air yang kuat dan kondisi Hydrantt masih baik.

Dekat Museum Benteng dua titik, Lorong Remaja di Jalan Slamet Riyadi satu titik, dekat Hotel Mutiara di Jalan Sultan Agung, dekat Telkom di Jalan Sri Sudewi, dekat Lorong Suka Damai di Jalan Empu Sendok, dan di dekat Universitas Batanghari di Jalan Slamet Riyadi.

“Kami kesulitan pasokan air karena jauh. Hydrantt dikelola sepenuhnya oleh PDAM. Kami hanya mengecek dan memberikan laporannya saja," ujar Indra.

Menurut Indra, kondisi kerusakan parah karena kerusakan kopling, tetapi memiliki tekanan air yang sedang, terdapat di depan Dealer Kerinci Permata Motor Jalan Kol Abunjani. Ada dua titik Hydrantt memiliki tekanan air yang kuat tetapi dalam kondisi rusak terdapat di dekat Markas Korem 042 Gapu di Jalan Urip Sumoharjo, kerusakan ini disebabkan kerusakan Kopling.

Ada Hydrant sama sekali tidak dapat digunakan, itu terdapat didekat Mesjid Agung Nurdin Hasanah di Jalan Kol Amir Hamzah, Kondisinya rusak tekanan air yang lemah.

Diungkapkan Indra, Hydrant di Telanaipura, di belakang Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jambi, dan di depan Kantor Gubernur Jambi memiliki kondisi Hydrant yang baik, akan tetapi tekanan airnya rendah, karena tidak ada kopling sehingga tak dapat digunakan.

Kondisi kerusakan ini bukan hanya terdapat di perkantoran milik Pemerintahan saja, bahkan terdapat di tempat objek vital di Mall Jambi Town Squre (Jamtos), Hydrant di dekat Mall itu sama sekali tak memiliki tekanan air alias mati total, kondisi Hidrannya pun juga dalam rusak parah.

Ditambahkan Indra,hydrant dalam kondisi yang baik serta memiliki tekanan air yang sedang, akan tetapi tidak bisa dipakai terdapat di dua titik di dekat Lorong Remaja, di dekat Lorong Pepaya, di lorong Suka Damai, didekat Rumah Dinas Walikota Jambi. Dan kosongtidak ada air bahkan ada yang mati total seperti di depan Sekolah Swasta Ferdi Feri di Jalan Sumantri Brojonegoro dan di Pasar Simpang Pulai.

Kondisi parah juga terdapat di 11 titik di Kecamatan Pasar. Hanya tiga titik dapat digunakan seperti di dekat Hotel Novita di Jalan Gatot Subroto, di Simpang Bata di Jalan Dr Wahidin dan di depan Yayasan Amitaba di Jalan Dipenogoro. Selebihnya Hydrant di Kecamtan Pasar rusak parah.

Bahkan ada yang kondisi Hydrantnya baik tetapi tidak ada air  seperti di depan gang Siku, di Jalan Wahid Hasyim, di depan Mall WTC Batanghari, Taman Ria di Jalan Sam Ratulangi, Depan Eks Kantor Damkar di Jalan Sultan Taha, dan di Simpang Sado di jalan Dr Sutomo.

Selanjutnya, kata Indra Jafrizal, 11 titik di Jambi Timur juga begitu. Hanya empat titik yang bisa dipakai dalam kondisi baik di dekat Mako Batalion 142 Ksatria Jaya di Jalan Prabu Siliwangi, di dekat SMPN 9 di Jalan Orang Kayo Hitam, di dekat PT Tanjung Johor dan di dekat rumah Dinas Gubernur Jambi, di Jalan Fatmawati. 

Ada satu Hydrant terpaksa digunakan oleh Damkar jika terjadi kebakaran meski sering terjadi kebocoran, di dekat Simpang Eks – UNJA di Jalan Fatmawati. Selebihnya kondisi rusak di dekat SMPN 12, dekat Simpang Bintaro Kasang di jalan Prabu Siliwangi, Simpang Talang Banjar di jalan Kompol Zainal Abidin, tak jauh dari Swalayan Meranti di jalan Djamin Datuk Bagindo, dekat Pempek Asiong, di jalan Orang Kayo Hitam, di depan Kantor LVRI di jalan Sri Sudewi.

Selanjutnya, 10 titik terdapat di Jambi Selatan, satupun Hydrantt tidak dapat digunakan. Terdapat di Tambak Sari di Jalan Mawardi, di samping Kantor Partai Golkar Kota Jambi di Jalan Syamsudin Uban, dekat Dinas PMKS di Jalan Sudirman, Samping Taman Makam Pahlawan Satria Bhakti di Jalan Rajawali III, di lorong Merah Putih di Jalan Bangau III, di simpang SMPN 6 di Jalan RB Siagian.

Kemudian di Setia Budi di Jalan Tengku Sulaiman, di depan kacang garuda di Jalan AR Shaleh. Bahkan di Eks Arena MTQ terdapat empat Hydrantt tak ada satupun yang berfungsi semua dalam keadaan rusak parah. Dibandara Sultan Taha Jambi di Jalan Soekarno – Hatta, petugas memanfaatkan air kolam yang baru dibangun oleh pemerintah Provinsi Jambi sebagai pasokan air karena kondisi air di dalam Hydrant kosong.

Empat titik terdapat di Kecamatan Kotabaru hanya satu titik dapat digunakan terdapat di depan Taman Remaja di Jalan KH Agus Salim. Tiga hydrantt titik rusak tersebut terdapat di Simpang Rimbo seperti di Simpang lampu merah, di depan Kantor Dinas Perhubungan Kota Jambi dan di belakang Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi.

Lebih lanjut, kata Indra, delapan titik di Kecamatan Jelutung hanya dua titik masih berfungsi. Yakni di dekat Mako Polisi Militer di Jalan Gajah Mada dan dekat Hotel Aini di Jalan Prof M Yamin itu pun hanya tekanan airnya yang kuat, kondisi Hydrant sudah rusak. Selebihnya mati total di tiga titik tak jauh dari Lorong Teratai, dua titik tak jauh dari Pasar Hongkong di Jalan Hayam Wuruk, dan di depan Terminal Eks Simpang Kawat.

Lima titik di kecamatan Danau Teluk, dua titik terdapat di dekat PDAM Pasir Panjang, bahkan satu diantaranya dalam keadaan baik dan mati total. 

Dua titik Hydrant dalam kondisi baik dan rusak terdapat juga di dekat Puskesmas Olak Kemang itupun tekanan airnya sudah lemah. Di Tanjung Raden terdapat satu titik kondisi dalam keadaan rusak parah akan tetapi masih memiliki tekanan air yang kuat.

“Kerusakan Hydrantt di Kota Jambi ini bermacam macam , ada yang sudah tidak ada kopling, karetnya yang rusak menyebabkan kebocoran, bahkan ada yang mati total,” tutup Indra Jafrizal. (JP-03)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos