Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Dampak Debu Vulkanik Gunung Kerinci, Ratusan Warga Terkena ISPA

Calon pendaki berkomunikasi dengan latar belakang Gunung Kerinci di Kersik Tuo, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Jumat (2/1). Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci menyebutkan status Gunung Kerinci saat ini berada pada level II (waspada) di mana rentang 1-24 Desember 2014 telah terjadi 80-250 kali gempa hembusan dan rata-rata 1-6 kali gempa vulkanik dangkal per hari, sehingga masih tertutup untuk pendakian.
Calon pendaki berkomunikasi dengan latar belakang Gunung Kerinci di Kersik Tuo, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Jumat (2/1). Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci menyebutkan status Gunung Kerinci saat ini berada pada level II (waspada) di mana rentang 1-24 Desember 2014 telah terjadi 80-250 kali gempa hembusan dan rata-rata 1-6 kali gempa vulkanik dangkal per hari, sehingga masih tertutup untuk pendakian. (Antara/Wahdi Septiawan)

Jambipos Online, Kerinci-Sedikitnya 173 orang warga desa di kaki Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) menyusul menyebarnya debu vulkanik Gunung Kerinci ke desa-desa di sekitar gunung tersebut. Warga yang terkena ISPA tersebut terdiri dari anak bayi lima tahun (balita) 71 orang dan dewasa 101 orang.

“Jumlah warga desa di kaki Gunung Kerinci yang tercatat terkena ISPA tersebut hanya yang berobat ke Puskesmas Kersiktuo. Warga beberapa desa lainnya yang terkena ISPA akibat debu vulkanik Gunung Kerinci masih banyak yang belum berobat. Untuk menanggulangi peningkatan kasus penyakit ISPA di desa-desa yang berada di kaki Gunung Kerinci, kami sudah membagikan sekitar 5.000 buah masker,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hamsal Rabit di Kerinci, Selasa (7/6/2016) lalu.

Menurut Hamsal Rabit, meningkatnya kasus ISPA secara drastis di beberapa desa di kaki Gunung Kerinci akibat meningkatnya semburan debu vulkanik gunung tersebut sejak akhir pekan lalu. Debu vulkanik gunung tersebut pun terus meluas dan meningkatkan pencemaran udara di desa-desa sekitarnya. Puluhan desa di tiga kecamatan yang berada di kaki dan sekitar Gunung Kerinci terkena dabu vulkanik gunung tersebut.

“Seluruh warga desa di sekitar gunung tersebut sudah kami imbau mengurangi kegiatan di luar rumah. Warga yang melakukan kegiatan di luar rumah kami imbau menggunakan masker yang sudah kami bagikan melalui Puskesmas Kersiktuo dan Pelompek. Kemudian kami juga menugaskan tenaga medis di kedua puskesmas tersebut unruk melayani warga yang terkena ISPA selama 24 jam,” katanya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kerinci, Jumadil, kualitas udara di tiga kecamatan sekitar Gunung Kerinci, yakni Kecamatan Kersiktuo, Gunung Tujuh dan Kayuaro, sepekan terakhir terus memburuk akibat tebalnya semburan debu vulkanik Gunung Kerinci. Berdasarkan hasil pemantauan BLHD Kerinci, kadar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di desa-desa sekitar Gunung Kerinci sudah melampaui ambang batas dan berbahaya bagi kesehatan.

“Hasil pemantauan dan pengujian laboratorium yang kami lakukan Selasa (7/6), unsur pencemaran udara berupa kandungan sulfurdioksida (So2) di sekitar Gunung Kerinci mencapai angka 206 partikel per million (ppm) atau status berbahaya. Secara normal, unsur pencemaran udara So2 di kawasan gunung tersebut sekitar 50 ppm,”katanya. (SP)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar