Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Zumi Zola : Jangan Biarkan Harga Karet di Jambi Terus Merosot


Manual: Petani karet di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi hingga kini masih menggunakan teknologi sederhana (manual) dalam menggiling Slab (getah karet yang sudah dibentuk petak-petak) guna mengeluarkan kadar air pada slab tersebut. Tampak Slamet AT (kanan) dan Slamet KA (kiri) petani karet Dusun Suka Damai-Desa Pondok Meja saat menggiling slab di Unit Pengolahan Hasil (UPH) Budi Utoko A di Dusun Suka Damai, Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong-Kab Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin 19 Desember 2011.Foto Rosenman Manihuruk


Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi, Zumi Zola meminta para pengusaha karet yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) diharapkan tidak membiarkan harga karet di Jambi terus merosot. Gapkino perlu mengupayakan kenaikan harga karet agar perekonomian petanin karet di Jambi tidak semakin terpuruk.

 “Perekonomian petani karet Jambi selama setahun terakhir sangat terpuruk karena harga getah karet (crumb rubber) di tingkat petani di Jambi rata-rata Rp 6.000/kg. Saat ini harga karet mulai membaik, yakni mencapai Rp 9.000/kg. Bahkan di pasar lelang, harga karet petani ada yang mencapai Rp 15.000/kg. Saya berharap agar Gapkindo terus berupaya meningkatkan harga karet di Jambi. Hal ini penting agar ekonomi petani karet Jambi bisa bangkit kembali,”kata Zumi Zola pada pertemuan dengan Gapkindo dan Asosiasi Petani Karet Jambi, di rumah finas Gubernur Jambi, Jumat (20/5). Turut hadir pada pertemuan tersebut, Ketua Gapkindo Provinsi Jambi, Effendi dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Budidaya.

Menurut Zumi Zola, rendahnya harga karet di Jambi selama ini banyak disebabkan mata rantai perdagangan karet yang cukup panjang. Para petani karet sulit menjual karet mereka ke pabrik karena tata niaga karet sudah dikuasai tengkulak. Seandainya mata rantai perdagangan karet bisa diperpendek, harga karet di Jambi bisa cepat meningkat.

“Strategi yang bisa dilakukan meningkatkan harga karet, yaitu menghasilkan bahan olah karet (bokar) yang bersih, memperpendek mata rantai perdagangan mulai dari petani sampai pengusaha karet, peningkatan produktivitas getah karet dan peremajaan (replanting) karet tua yang tidak produktif lagi. Kemudian perlu juga kehadiran pelabuhan ekspor karet yang representatif untuk mempermudah ekspor karet  ke Singapura,”katanya.

Zumi Zola mengatakan, untuk memperbaiki produktivitas karet rakyat di Jambi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan melakukan peremajaan (direplanting) sekitar 5.000 hektare (ha) untuk dalam lima tahun ke depan. Perluasan areal peremajaan karet tersebut bisa dilakukan jika mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat.

“Target peremajaan karet di Jambi hingga lima tahun mendatang mencapai 5.000 ha atau atau 1.000 ha setiap tahun. Untuk mendanai peremajaan karet tersebut perlu bantuan pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat,”ujarnya.

Ketua Gapkindo Provinsi Jambi, Effendi pada kesempatan tersebut mengatakan, rendahnya harga karet di Jambi selama ini banyak juga dipengaruhi kualitas bahan olah karet petani yang rendah. Kemudian harga karet di Jambi rendah karena ekspor karet berkurang.

“Namun demikian, Gapkindo akan tetap berusaha menjaga stabilitas harga karet petani. Salah satu upaya yang kami lakukan, meminta petani menjual bahan olah karet yang bersih,”katanya. (JP-03)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar