Home » » 559 Ha Padi di Batanghari Terancam Puso

559 Ha Padi di Batanghari Terancam Puso

Written By jambipos-online on Wednesday, May 4, 2016 | 8:03 PM

Puluhan hektar padi di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi terendam banjir.Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Batanghari-Banjir akibat luapan Sungai Batanghari tidak hanya memaksa petani di Kabupaten Batanghari, Jambi melakukan panen dini padi mereka. Banjir yang sudah terjadi sekitar dua pekan tersebut juga merendam sekitar 559 hektare (ha) tanaman padi petani. Seluruh tanaman padi yang baru berumur 15 hari tersebut pun terancam puso akibat terlalu lama terendam banjir. Jika banjir masih berlanjut hingga sepekan ke depan, padi tersebut tidak akan terselamatkan.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Batanghari, Isnen di Muarabulian, Batanghari, Selasa (3/5) menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan di seluruh sentra tanaman padi di Kabupaten Batanghari, luas areal sawah yang dilanda banjir mencapai 559 ha. Sekitar 350 ha sawah yang dilanda banjir tersebut berada di Kecamatan Mersam dan 209 ha di Kecamatan Marosebo Ulu.

“Seluruh sawah yang dilanda banjir di dua kecamatan tersebut baru ditanami padi pertengahan hingga akhir April lalu. Jadi umur tanaman padi yang terendam antara 5 – 15 hari. Bila banjir masih terjadi hingga pekan mendatang, seluruh tanaman padi tersebut dipastikan puso. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Batanghari dan para petani tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan tanaman padi mereka yang terendam banjir,” katanya.

Menurut Isnen, mengantisipasi kerugian petani akibat banjir tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Batanghari mengupayakan pengadaan bantuan bibit padi. Untuk itu, hasil pendataan tentang luas tanaman padi yang terancam puso akibat banjir di daerah itu telah dilaporkan kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi.

“Kemungkinan besar 559 ha tanaman padi petani di Batanghari yang sudah dua pekan terendam banjir bakal puso. Masalahnya banjir masih merendam tanaman padi tersebut. Tanda-tanda banjir surut juga belum ada. Bahkan ketinggian luapan Sungai Batanghari di Kabupaten Batanghari hingga Rabu (3/5) masih mencapai 2,76 meter atau status Siaga II,”katanya.

Sementara itu, Asril (50), petani Desa Mersam, Batanghari mengharapkan pemerintah segera menyediakan bantuan bibit padi dan pupuk agar mereka bisa kembali menanam padi pasca banjir. Para petani desa tersebut tidak memiliki persediaan bibit padi karena sudah ditanam semuanya sejak pertengahan April lalu. Kemudian para petani juga sudah menggunakan pupuk mereka untuk tanaman padi yang saat ini terendam banjir.(SP)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos