Home » , » 100 Hari Kerja Zumi Zola, BEM UNJA dan KAMMI Jambi Sebut Perbaikan Belum Signifikan

100 Hari Kerja Zumi Zola, BEM UNJA dan KAMMI Jambi Sebut Perbaikan Belum Signifikan

Written By jambipos-online on Friday, May 20, 2016 | 7:37 PM

IST.FB
Jambipos Online, Jambi-Massa elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM Unja dan KAMMI Jambi melakukan aksi unjukrasa di bundaran Bank Indonesia Jambi Telanaipura Kota Jambi, Jumat (20/5/2016). 

Unjukrasa itu dilakukan BEM Unja dan KAMMI Jambi dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 2016). Pengunjuk rasa menyuarakan kinerja 100 hari Gubernur Jambi H Zumi Zola-H Fachrori Umar yang belum tampak perubahan signifikan di Provinsi Jambi.

Sorotan BEM Unja dan KAMMI Jambi yakni pelayanan publik di sejumlah SKPD Provinsi Jambi, perbaikan ekonomi serta pelayanan publik di RS Raden Mattaher. 

Mereka juga mengatakan bahwa sampai saat ini dunia pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik masih jauh dari kata harapan. Pemerintah Provinsi Jambi pun diimbau untuk segera bertindak.

Terpisah, Gubernur Jambi H Zumi Zola membantah jika selama menjabat menjadi Gubernur Jambi tidak memiliki peran yang penting untuk Provinsi Jambi. Zola kepada wartawan mengatakan, dia kini masih fokus terhadap bencana yang ada dibeberapa wilayah di Provinsi Jambi.

"Setiap minggu bencana terus ada, tidak mungkin saya tinggalkan, ini masyarakat yang menjadi dampaknya. Sampai kini kami terus melakukan kegiatan seperti penyusunan RPJMD bersama SKPD hingga evaluasi kinerja mereka satu persatu," ujarnya.

"Setelah enam bulan kerja, saya akan evaluasi SKPD nya. makanya kita lihat bagaimana kinerja mereka sekarang," kata Zola usai menjadi ispektur upacara dalam rangka mempringati hari Kebangkitan Nasional ke 108 di lapangan Kantor Gubernur Jumat, (20/5/2016).

Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jamb ini juga mengatakan bahwa kini pihaknya menekankan efesiensi penggunaan anggara oleh semua kepala SKPD, agar anggaran benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

Apa lagi saat ini anggaran proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN terpotong 10 persen oleh pemerinah pusat dari Rp 156 miliar menjadi Rp 140,6 miliar untuk Provinsi Jambi.

"Kalau terganggu jelas terganggu adanya pemangkasan ini. Karena kita sudah membuat program kerja selama satu tahun kedepan," kata Zola. (Asenk Lee)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos