Home » , , » Sebanyak 237 Desa di Provinsi Jambi Berada di Arel Lahan Gambut

Sebanyak 237 Desa di Provinsi Jambi Berada di Arel Lahan Gambut

Written By jambipos-online on Wednesday, April 6, 2016 | 9:01 AM

Tanaman Kelapa Sawit di lahan gambut di Muarasabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Jambipos Online, Jambi-Sebanyak 237 desa di Provinsi Jambi berada diareal lahan gambut yang rawan akan terjadi kebakaran saat musim kemarau tiba. Pemerintah Provinsi Jambi berencana merestorasi lahan gambut sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Pemprov Jambi juga akan melakukan pembinaan dan pemberdayaan desa yang berada di lahan gambut, yang jumlahnya 237 desa. Dalam konteks ini, Pemprov Jambi juga akan mendorong agar pendidikan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana akan menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi. Bahkan pengenalan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana ini juga mulai diperkenalkan pada anak usia dini.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum dalam Pembukaan Forum Ekonomi dan Keuangan Daerah Provinsi Jambi, bertempat di Hotel Aston, Kota Jambi, Selasa (5/4/2016).

Disebutkan, Provinsi Jambi memposisikan diri masuk dalam bagian poros maritim. Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan seluruh instansi dan pihak terkait, berupaya melakukan pengembangan Pelabuhan Muara sabak, Kuala Tungkal, Nipah Panjang, Talang Duku, dan Pelabuhan Ujung Jabung, sebagai simpul-simpul maritim Provinsi Jambi.

Wagub Jambi juga menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi, terutama yang terjadi pada tahun 2015, yang sangat mengaanggu dan berdampak negatif terhadap perekonomian Provinsi Jambi.

“Kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Kabut asap mengganggu berbagai aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat, mulai dari tidak beroperasinya Bandara Sultan Thaha selama kurang lebih tiga bulan, sampai dengan lahan pertanin yang kekeringan hingga puso (gagal panen) mencapai 8,9 ribu hektar. Kondisi ini berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi,” ungkap Fachrori Umar.

Forkopimda Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi berupaya semaksimal mungkin untuk mencebah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, dengan penekanan pada pencegahan (preventif) dan segera memadamkan secepat mungkin jika ada kebakaran hutan dan lahan.

“Salah satu upaya dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan adalah dengan mengelola lahan gambut, mengingat kebakaran yang terjadi pada tahun 2015, 74% kebakaran berada pada lahan gambut di kawasan hutan dan 81% lahan gambut diluar kawasan hutan,” katanya. (Lee)


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos