Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Peserta UN di Jambi Abaikan Tawaran Kunci Jawaban

Ilustrasi
ILUSTRASI.IST
Jambipos Online, Jambi-Ketatnya pengawasan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Jambi ternyata belum sepenuhnya mampu meredam spekulasi oknum-oknum tertentu untuk memperjual-belikan kunci jawaban UN. Peserta UN di Kota Jambi mendapat tawaran kunci jawaban sejak hari pertama, Senin (4/4/2016) hingga Selasa (5/4). Tawaran kunci jawaban tersebut dilakukan dari mulut ke mulut di kalangan peserta UN.

Dekri (19), peserta UN dari salah satu sekolah swasta di Kota Jambi kepada wartawan Selasa (5/4) pagi mengatakan, beberapa peserta UN di sekolahnya menerima informasi adanya tawaran kunci jawaban UN. Tawaran itu dilakukan dari mulut ke mulut oleh beberapa orang siswa. Namun tidak diketahui siapa yang memiliki kunci jawaban UN tersebut.

“Memang ada informasi yang beredar mengenai kunci jawaban UN di sekolah kami. Tetapi tidak jelas siapa yang memiliki kunci jawaban tersebut. Hanya peserta UN yang saling bertanya mengenai kunci jawaban tersebut. Katanya kunci jawaban UN tersebut bisa diinformasikan melalui pesan singkat kalau dibayar. Namun kami mengabaikan tawaran tersebut,” katanya.

Fresly Purba (19), peserta UN dari SMA Xaverius Kota Jambi juga mengaku mendapatkan informasi mengenai beredarnya kunci jawaban UN di sekolahnya. Modus penawaran kunci jawaban UN tersebut tetap sama, yakni melalui pesan singkat telepon genggam. Namun penawaran kunci jawaban tersebut kurang ditanggapi peserta UN di sekolah tersebut.

“Peserta UN di sekolah kami tidak percaya peredaran kunci jawaban UN tersebut. Orang yang memberi kunci jawaban UN tersebut juga tidak jelas. Jadi tidak ada peserta UN yang menanggapi tawaran kunci jawaban UN tersebut,”ujarnya.

Sementara itu seluruh sekolah SMA dan sederajat di Kota Jambi menandatangani pakta integritas UN jujur di hadapan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, Senin (4/4). Penandatanganan pakta integritas UN jujur yang dihadiri seluruh kepala sekolah SMA dan sederajat di Kota Jambi tersebut dilakukan mencegah keterlibatan guru dalam kecurangan UN.

Secara terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi, Taufik Yasak meminta para kepala daerah dan pejabat di Jambi tidak lagi memasuki ruang ujian ketika meninjau pelaksanaan UN. Kehadiran pejabat di ruang ujian dikhawatirkan mengganggu konsentrasi peserta UN. Kalau mau meninjau UN ke dalam ruang ujian hendaknya dilakukan sebelum UN dimulai.

“Kami sangat menyesalkan masuknya kepala daerah dan pejabat ketika meninjau pelaksanaan UN di beberapa sekolah di Jambi, Senin (4/4). Kehadiran para pejabat di ruang ujian melanggar standar operasional pelaksanaan (SOP) UN dan mengganggu konsentrasi peserta UN. Kami harapkan hal seperti ini tidak terulang lagi,”katanya.

Menurut Taufik Yasak, pihaknya belum menerima laporan adanya kecurangan sejak pelaksanaan UN hari pertama, Senin (4/4) hingga Selasa (5/4). Namun demikian pihaknya terus memantau intensif terjadinya kecurangan pelaksanaan UN di Jambi. (Rds/SP)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar