Home » , » Mengisi Usia Senja, Ngatminah Bertanam Melati dan Mendapat Rezeki

Mengisi Usia Senja, Ngatminah Bertanam Melati dan Mendapat Rezeki

Written By jambipos-online on Tuesday, April 12, 2016 | 7:50 AM


Ngatminah (Ny Siagian), wanita kelahiran Solo 8 Oktober 1945.


Jambipos Online, Jambi-Usia senja ternyata bukan suatu alasan untuk berdiam diri dari segala aktifitas yang dapat  memberikan manfaat, terlebih mata pencaharian. Mengisi masa tua, bisa juga disibukkan dengan bertanam kembang yang bisa juga mendapatkan rejeki.

Hal itu yang dilakukan seorang janda Tentara yang tinggal di Jalan Kolonel M Kukuh, Kecamatan Kotabaru Kota Jambi ini. Sejak ditinggal suami tercinta Serka TNI AD R Siagian 1987 silam, dirinya tak hanya berdiam diri menunggu pensiunan almarhum suaminya.

Adalah Ngatminah (Ny Siagian), wanita kelahiran Solo 8 Oktober 1945. Wanita asal Solo Jawa Tengah ini sudah puluhan tahun tinggal sendirian, (maaf) tidak ada keturunan. Namun dirinya hidup serumah dengan satu keluarga, yang ngontrak di rumahnya.

Ny Ngatminah sudah merupakan ibu angkat buat keluarga yang tinggal bersamanya selama puluhan tahun. Untuk mengisi kesibukannya setiap hari, Ngatminah menanam 10 batang bunga melati alam di belakang dan samping rumahnya.

“Saya setiap pagi memetik bunga melati ini. Satu hari bisa dapat 1,5 kilogram (kg) dengan harga Rp 10 ribu per kg. Seminggu bisa mengumpulkan uang Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu. Bahkan dalam sebulan bisa Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu. Cukuplah untuk makan ibu sebulan,”ujar Ngatminah saat ditemui Jambipos Online dikediamannya baru-baru sembari memetik melati miliknya.


PANEN MELATI SETIAP PAGI.

Menurut Ngatminah, dirinya menggeluti usaha kembang melati itu sejak tahun 2007 lalu. “Bunga hasil petikan saya jual sama ibu Rosadelima (Ny Suhardi) sebelah. Ibu Rosadelima mengumpulkan dan menjualnya ke Pasar Angso Duo. Saya hanya punya sepuluh batang melati, namun ibu Suhardi lebih dari 30 batang,”katanya.

Usaha tanam melati kini bisa mencari rejeki. Dengan mimiliki 10 batang pohon, Ngatminah bisa mendapat uang Rp 500 ribu setiap bulannya. Padahal bunga melati tidak ada perawatan khusus, seperti pemberian pupuk dan semprotan pestisida. “Bunga melati setiap hari berbunga,”ujarnya.

Belajar dari Ngatminah, tak ada alasan untuk mengeluh bagi kawula muda. Jiwa kreatifitas dan keseriusan dalam segala hal bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, terlebih menangguk rejeki pula.


Ngatminah (Ny Siagian), wanita kelahiran Solo 8 Oktober 1945.

Usia Ibu Ngatminah yang tak lagi muda, ternyata masih produktif dalam mencari rejeki dengan bertaman kembang melati. Mengisi usia senjanya, Ngatminah justru bisa mudik ke Solo dengan naik pesawat hasil dari melati.

“Desember 2013 lalu saya pulang naik pesawat. Tiketnya itu dari hasil jual kembang melati selama setahun. Kalau ada kemauan, tentu ada jalan. Buat kaum muda agar jangan patah semangat dalam hidup ini. Buka usaha sendiri lebih baik ketimbang mencari kerja yang tak dapat-dapat. Hidup lebih kreatif kini sudah menjadi pilihan,”ujar Ny Ngatminah berpesan. (Asenk Lee Saragih)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos