Home » , » Gerhana Matahari Total di Jambi Tertutup Awan

Gerhana Matahari Total di Jambi Tertutup Awan

Written By jambipos-online on Thursday, March 10, 2016 | 12:01 AM

Gerhana Matahari Total di Kota Jambi tidak tempak jelas akibat terhalang awan tebal. GMT di kota itu tampak beberapa saat ketika matahari yang tertutup bulan terlihat kembali. Tampak awan yang menutupi langit Kota Jambi ketika terjadi GMT, Rabu (9/3) pukul 07.30 WIB. (Asenk Lee Saragih)



Jambipos Online, Jambi-Mayoritas warga Kota Jambi kurang puas menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) Rabu (9/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB akibat awan tebal yang menyelimuti kota itu mulai pukul 06.00 – 07.15 WIB. Saat GMT terjadi, Kota Jambi tampak mendung seperti pada petang hari. Warga baru bisa menyaksikan beberapa saat GMT ketika matahari mulai terlihat kembali sekitar pukul 07.30 WIB.

Pantauan di Kota Jambi, Rabu (9/3) pagi sekitar pukul 06.30 – 07.30 WIB, warga banyak yang menyaksikan GMT dengan mata telanjang di tugu kantor Wali Kota Jambi. Mereka mengabadikan saat-saat matahari mulai muncul kembali. Matahari kembali tampak seluruhnya sekitar pukul 08.00 WIB. Sejumlah warga di beberapa daerah menyaksikan GMT melalui layar televisi.

“Kurang puas, awan cukup tebal. Ketika matahari mulai tertutup bulan dan saat GMT tidak nampak. Hanya beberapa saat kami bisa melihat GMT ketika matahari mulai terlihat kembali. Setelah itu kami melihat GMT di beberapa daerah melalui televisi,” kata Arlis (56), warga Perumnas Kotabaru, Kota Jambi.

Sementara kegiatan warga Kota Jambi tetap berlangsung seperti hari biasa. Pasar tradisional tetap ramai dikunjungi seperti di pasar Handil Jaya, Kota Jambi. Pusat-pusat pertokoan juga tetap buka seperti di Perumnas, Kotabaru, Jelutung dan Pasar, Kota Jambi.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Edi Erizon mengatakan, kegiatan GMT dipusatkan di Candi Muarojambi yang dipadati ribuan pengunjung. Dari total jumlah itu, sekitar 300 orang merupakan wisatawan mancanegara. 

Kendati tertutup awan, pengunjung tetap serius menyaksikan saat-saat GMT di Candi Muarojambi dengan kaca mata khusus warna hitam. “Beberapa saat GMT bisa terlihat jelas ketika awan menipis, khususnya saat matahari yang tertutup bulan muncul kembali,” katanya. (Lee)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos