Home » , » Banjir Kembali Terjang Bungo, 500 Keluarga Mengungsi

Banjir Kembali Terjang Bungo, 500 Keluarga Mengungsi

Written By jambipos-online on Saturday, February 27, 2016 | 6:41 PM

Menangkul Ikan di Anak Sungai Batanghari disaat musim banjir tiba. Foto Asenk Lee Saragih.
Jambipos Online, Jambi-Sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) warga puluhan desa di dua kecamatan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi hingga Jumat (26/2) masih mengungsi menyusul banjir yang menerjang permukiman sejak Kamis (25/2). Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga di desa lain yang aman dari banjir.

Sebagian mengungsi ke tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo di dataran tinggi sekitar desa. Warga belum bisa kembali ke rumah karena banjir masih mencapai satu meter. 

Banjir di Bungo tersebut menyebabkan 18 rumah warga rusak berat dan 25 rumah rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan rumah warga akibat banjir tersebut.

Kepala BPBD Bungo, Indones menjelaskan, puluhan desa yang terendam banjir berada di Kecamatan Pelepat dan Tanah Tumbuh. Banjir akibat luapan Sungai Batangpelapat dan Batangtebo. Kedua sungai tersebut meluap menyusul hujan deras yang turun di daerah itu sejak awal pekan ini.

“Seluruh rumah warga yang dilanda banjir berada di daerah aliran sungai (DAS). Warga terpaksa mengungsi karena luapan sungai mencapai tiga meter. Banjir tidak sampai memakan korban karena BPBD Bungo langsung mengerahkan ratusan petugas dan beberapa perahu mengevakuasi warga. Namun warga belum bisa kembali ke rumah karena rumah mereka masih terendam,”katanya di Muarabungo, Jumat (26/2). 

Menurut Indones, pihaknya juga sudah memberikan bantuan beras, mi instan dan air bersih kepada korban banjir. Kemudian pos kesehatan juga disiagakan di lokasi pengungsi mengantisipasi warga yang terkena penyakit. 

“Namun kegiatan warga di dua kecamatan yang dilanda banjir terganggu. Beberapa sekolah di Kecamatan Pelepat dan Tanah Tumbuh terpaksa diliburkan. Sedangkan para petani tidak bisa melakukan kegiatan. Sejumlah ruas jalan dan kebun mereka juga terendam banjir,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jambi, M Dalmanto mengatakan, beberapa desa di Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, Jambi juga dilanda banjir. 

Banjir membuat sebanyak 43 KK di Kecamatan Tabir Ulu hingga Jumat (26/2) masih mengungsi. Banjir yang melanda Kecamatan Pelepat sejak Rabu (24/2) menyebabkan dua unit rumah warga hanyut terseret banjir, dua unit rumah rusak berat dan 22 unit terendam.

Rumah warga yang rusak tersebut terdapat di Desa Batangkibul dan Pulaulebar, Kecamatan Pelepat. Banjir juga menyebabkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di dua desa rusak. Kemudian puluhan kubik material pasir, kerikil, ratusan lembar seng dan ratusan batang kayu bantuan untuk bedah rumah di kedua desa tersebut hanyut disapu banjir. Namun tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. 

“Untuk membantu korban banjir, BPBD Merangin dan BPBD Jambi sudah memberikan bantuan makanan, mi instan dan air bersih. Pos pelayanan kesehatan juga sudah disiapkan di lokasi pengungsi. Namun bantuan perbaikan rumah warga yang hanyut dan rusak belum ada,” katanya.(BeritaSatu.com/Radesman Saragih-Suara Pembaruan)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos