Home » , , » Banjir di Bungo, 60 Hektare Padi Gagal Panen

Banjir di Bungo, 60 Hektare Padi Gagal Panen

Written By jambipos-online on Saturday, February 27, 2016 | 6:50 PM


Ilustrasi sawah terendam akibat banjir.
Ilustrasi sawah terendam akibat banjir. (Antara)
Jambipos, Jambi-Sekitar 60 hektare (ha) tanaman padi di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi gagal panen akibat hantaman banjir. Luas padi sawah yang gagal panen tersebut mencapai 50 ha dan padi darat sekitar 10 ha. Tanaman padi yang gagal panen tersebut terdapat di Desa Aur Gading, Bukit Sari, Tenam, dan Kuamang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabupaten Bungo, Khairul Saleh di Bungo, Sabtu (27/2) menjelaskan, tanaman padi yang gagal panen di Kecamatan Jujuhan akibat banjir yang menggenangi areal pertanian sepekan lebih.

“Banjir yang merendam tanaman padi hingga tenggelam membuat batang, daun dan buah padi siap panen membusuk. Petani juga tidak bisa melakukan panen dini karena genangan banjir cukup tinggi di areal sawah dan ladang,”katanya.

Menurut Khairul, selain tanaman padi, puluhan hektare tanaman palawija, termasuk sayur-sayuran di Kecamatan Jujuhan juga gagal panen akibat teredam banjir. Tanaman sayuran yang membusuk akibat banjir tersebut antara lain, sawi, cabai, bawang merah, dan sebagainya. Sedangkan puluhan hektare tanaman kedelai selamat dari banjir karena sudah dipanen sebelum banjir.

“Banjir yang menghantam tanaman pangan di Jujuhan, Bungo akibat luapan sungai menyusul tingginya curah hujan di daerah itu dua pekan terakhir. Para petani sama sekali tidak bisa menyelamatkan padi dan palawija mereka dari hantaman banjir karena areal pertanian berada di kawasan daerah aliran sungai (DAS),”katanya.

Khairul mengatakan, para petani di Kecamatan Jujuhan mengalami kerugian hingga ratusan juta akibat gagal panen padi dan tanaman sayuran. Untuk mengganti kerugian petani, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Bungo kini sedang mengupayakan bantuan ke Dinas Pertanian Provinsi Jambi.

“Kami sedang mendata luas areal tanaman pangan dan kerugian petani akibat banjir di Bungo. Nanti hasil pendataan tersebut akan disampaikan kepada Dinas Pertanian Provinsi Jambi agar petani di Bungo segera mendapat bantuan. Bantuan yang dibutuhkan petani antara lain benih padi dan sayuran, biaya pengolahan lahan dan pupuk,”katanya.

Sementara itu banjir yang melanda Bungo dan Merangin sepekan terakhir meluas ke Kabupaten Sarolangun, Jambi. Banjir yang melanda Sarolangun Kamis-Jumat (25-26/2) disebabkan meluapnya Sungai Batangasai dan Limun. Daerah yang dihantam banjir di Sarolangun, yakni Desa TanjungRaden, Kecamatan Singkut dan Desa Kampung renah Bawah dan Pasar Pelawan, Kecamatan Pelawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Mulyadi mengatakan, banjir di Sarolangun tersebut meyebabkan tiga unit rumah warga hanyut dan beberapa unit rumah warga lainnya terendam. Puluhan keluarga yang rumahnya hanyut dan terendam hingga Sabtu (27/2) masih mengungsi.

“Korban banjir yang mengungsi di rumah keluarga mereka sudah kami berikan bantuan bahan makanan. Sedangkan bantuan perbaikan rumah warga belum ada. Bantuan perbaikan rumah korban banjir masih kami usahakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun dan para dermawan,” katanya. (BeritaSatu.com/Radesman Saragih/JAS/Suara Pembaruan)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos