Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Luapan Sungai Batanghari Lampaui Ambang Batas, Jambi Siaga Banjir

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/381453771065.jpg
Warga Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi terpaksa menggunakan sampan untuk melakukan kegiatan di lura rumah akibat banjir yang merendam permukiman mereka, Selasa (26/1). (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)
Jambipos Online, Jambi-Sedikitnya 1.000 unit rumah warga di Kota Jambi terkepung banjir menyusul meluapnya Sungai Batanghari. Rumah warga yang terkepung banjir tersebut antara lain terdapat di lima keluarahan, Kecamatan Danauteluk, Seberang Kota Jambi (Sekoja) dan Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Akses jalan darat ke permukiman warga di lima kelurahan tersebut terputus. Untuk melakukan kegiatan di luar rumah, warga harus menggunakan sampan dan perahu kecil.

Pantauan SP di Kelurahan Legok, Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (26/1) pagi, sebagian warga yang hendak mengantarkan anak-anak ke sekolah terpaksa menggunakan sampan karena jalan lingkungan ke rumah mereka terputus akibat banjir. Namun warga belum mengungsi karena rumah mereka yang memiliki tiang hingga ketinggian satu meter belum sampai terendam banjir.

“Kami belum mengungsi karena air belum sampai masuk ke rumah. Hanya halaman rumah yang terendam banjir, sehingga kami tidak bisa ke luar rumah tanpa menggunakan sampan. Kalau ketinggian banjir naik setengah meter lagi, rumah kami akan terendam dan kami pun harus mengungsi,”kata Rizal (35), warga Legok kepada SP di Jambi, Selasa (26/1).

Sementara itu pantauan SP pada alat pengukuran ketinggian Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Jalan Sultan Thaha, Kota Jambi, Selasa (26/1) menunjukkan, ketinggian luapan Sungai Batanghari sudah mencapai 13 meter atau naik sekitar 35 centimeter dibandingkan kondisi Minggu (24/1) sekitar 12,65 meter. Ketinggian luapan sungai tersebut sudah lampaui ambang batas. 

Namun demikian pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi belum menaikkan status banjir di Jambi dari kondisi waspada menjadi darurat.

Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arief Munandar mengatakan, kondisi banjir di Jambi mulai Senin (25/1) menuju status siaga karena luapan sungai sudah mencapai 13 meter. 

Bila ketinggian luapan Sungai Batanghari mencapai 13,10 meter, maka status banjir dinaikkan menjadi siaga dan sebagian warga di Kota Jambi harus waspada.

“BPBD Jambi akan segera menaikkan status banjir dari waspada menjadi siaga bila luapan Sungai Batanghari mencapai 13,10 meter. Saat ini ketinggian luapan sungai mencapai 13 meter, hampir mendekati kondisi siaga. Bila dalam satu hari ini luapan sungai naik 10 centimeter, banjir di Jambi masuk status siaga dan kami akan segera evakuasi warga yang terkepung banjir,”katanya.

Menurut Arief, pihaknya kini sudah menyiapkan dua perahu besar dan 24 perahu karet. Sedangkan petugas BPBD Jambi yang siaga di lapangan mencapai 76 orang. Untuk membantu evakuasi warga jika banjir di Jambi siaga hingga siaga darurat, ratusan taruna siaga bencana (tagana), personil kepolisian dan TNI siap dikerahkan.

Kendati kondisi banjir di Jambi saat ini belum memasuki status siaga, lanjut, Arief, pihaknya sudah mengeluarkan peringatan kepada warga yang bermukim di kawasan daerah aliran sungai (DAS) agar mengurangi kegiatan di sungai. Kegiatan warga di sungai yang sedang meluap sangat membahayakan dan bisa mengancam jiwa.

“Peringatan ini kami keluarkan karena sudahada enam korban jiwa akibat banjir di Jambi, Keenam korban tersebut tenggelam akibat melakukan kegiatan di sungai yang sedang meluap,”katanya.

Dijelaskan, daerah paling rawan banjir di Jambi terdapat pada 348 lokasi. Lokasi-lokasi yang paling rawan banjir tersebut tersebar di 50 kecamatan di wilayah beberapa kabupaten. Lokasi rawan banjir di Kabupaten Kabupaten Muarojambi sekitar 74 titik, Batanghari (68 titik), Tebo (62 titik) dan Kerinci (32 titik). Sedangkan daerah rawan banjir di Kota Jambi tersebar di 50 titik di empat kecamatan.(Sumber: Suara PembaruanRadesman Saragih/FMB)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar