Jambipos Online, Jambi - Kemacetan panjang akibat angkutan batu bara di jalan umum bukan lagi keluhan sesaat, melainkan persoalan menahun yang dirasakan langsung masyarakat Jambi. Dari terganggunya aktivitas sekolah hingga terhambatnya distribusi barang, dampaknya kian meluas dan menuntut solusi konkret.
Melihat kondisi tersebut, DPRD Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan jalan khusus atau hauling batu bara. Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, menyatakan bahwa proyek ini tidak boleh lagi berlarut-larut.
Penegasan itu disampaikan usai DPRD menerima audiensi dan surat resmi dari Pemuda Pancasila, yang juga menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kemacetan akibat angkutan batu bara, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Hafiz, jalan khusus merupakan solusi jangka panjang yang harus segera diwujudkan demi memisahkan jalur industri dan jalur publik. “Kita tidak bisa terus membiarkan jalan umum menjadi beban angkutan tambang. Ini soal keselamatan, kenyamanan, dan hak masyarakat,” tegasnya.
Proyek hauling batu bara sebelumnya ditargetkan rampung pada 2024. Namun hingga memasuki 2026, penyelesaiannya belum terealisasi sepenuhnya. Sejumlah kendala seperti persoalan pembebasan lahan, penolakan di beberapa titik trase, hingga izin penggunaan kawasan hutan produksi menjadi hambatan yang harus segera diselesaikan oleh pihak pengelola.
DPRD pun memberikan dorongan tegas kepada perusahaan pengelola agar menunjukkan keseriusan dan komitmen penuh terhadap penyelesaian proyek tersebut. Legislator menilai, percepatan pembangunan bukan hanya demi kepentingan investasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat Jambi.
Sebagai langkah konkret pengawasan, DPRD berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) percepatan jalan batu bara. Pansus ini nantinya akan memastikan progres berjalan sesuai jadwal dan setiap kendala di lapangan mendapat solusi cepat tanpa mengorbankan kepentingan warga.
Berdasarkan hasil rapat terakhir di rumah dinas gubernur, proyek jalan khusus batu bara ditargetkan dapat diselesaikan pada Agustus atau September 2026. DPRD menegaskan akan terus mengawal hingga proyek ini benar-benar rampung dan berfungsi optimal.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada keseriusan seluruh pihak, terutama pengelola proyek, untuk bergerak lebih cepat. Jalan khusus batu bara bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas persoalan panjang yang menuntut kepastian dan keberpihakan pada kepentingan publik.(JPO-ADV DPRD Prov Jambi)


0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE