Home » » Bupati dan Ketua DPRD Merangin Belajar Pupuk Organik ke Balikpapan

Bupati dan Ketua DPRD Merangin Belajar Pupuk Organik ke Balikpapan

Written By jambipos-online on Kamis, 10 Maret 2022 | 14:21

Pupuk Organik, Merangin Tiru Balikpapan, Mampu Perbaiki Struktur Tanah
Bupati Merangin Mashuri bersama Ketua DPRD Merangin H Herman Efendi melakukan kunjungan kerja ke  Kota Balikpapan, Kamis (10/3/2022).

Jambipos, Merangin-Bupati Merangin Mashuri bersama Ketua DPRD Merangin H Herman Efendi melakukan kunjungan kerja ke  Kota Balikpapan, Kamis (10/3/2022). Kunker ke Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur ini guna mempelajari pembuatan pupuk organik berkualitas. Pupuk organik Balikpapan yang diberi merek ‘SEMOK’ ini, mampu memperbaiki struktur tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman vegetatif maupun generative. Untuk mengetahui lebih jauh pengolahan pupuk organik berkualitas itu, 

"Kita ingin tahu secara pasti bagaimana cara pengelolaan pupuk  ini, sehingga bisa kita produksi di Kabupaten Merangin,’’ujar Bupati, didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Selamet serta Kadis Peternakan dan Perkebunan Merangin Kaprawi.

Produk yang diberi nama SEMOK ini jelas bupati, merupakan campuran dari berbagai jenis tanaman herbal yang tumbuh di dataran Kalimantan. Beberapa tanaman itu ada di Kabupaten Merangin.
 
“Untuk pembuatan pupuk ini, dibutuhkan zat pengatur tumbuh, asam amino, rumput laut dan mikroba yang bermanfaat untuk segala jenis tanaman. Berbagai inovasi juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas SEMOK,’’jelas Bupati.

Sementara itu menurut Wahyu penemu pupuk organik bermerek SEMOK tersebut, pupuk temuannya itu, kini bukan hanya bisa mempercepat pertumbuhan tanaman, bukan pula sekedar bisa meningkatkan produktivitas, tetapi juga menghemat ongkos produksi.

Dengan paketan SEMOK yang terdiri dari SEMOK POC (Pupuk Organik Cair) dan POP SUPER SEMOK (Pupuk Organik Padat), AP (Decomposer /Pembenah tanah), AGRO PERSADA (Pupuk Hayati) dan PESTNEEM (Pencegah penyakit dan Pengendali Hama), petani diklaim bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia mencapai 50 persen.

“Peningkatan produksi 25-40 persen dengan penggunaan SUPER SEMOK 10 Kg/hektar yang dicampur pupuk, kemudian penyemprotan SEMOK POC dan PESTNEEM setelah pemupukan,’’terang mantan prajurit KOSTRAD ini.(JP-Kominfo/Yahya)
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA