. Era Digital, Sebanyak 62 Desa di Merangin Masih Blankspot Sinyal Internet | Jambipos
Home » , , , , » Era Digital, Sebanyak 62 Desa di Merangin Masih Blankspot Sinyal Internet

Era Digital, Sebanyak 62 Desa di Merangin Masih Blankspot Sinyal Internet

Written By jambipos-online on Kamis, 11 Maret 2021 | 08:42

Bersama Program Desa Pinter, Bupati Merangin H Al Haris Minta Desa Blank Spot Bisa Menuju Smart City
Era Digital, Sebanyak 62 Desa di Merangin Masih Blanksopt Sinyal Internet.(IST)

Jambipos, Merangin-Memasuki era digital yang sudah memasuki 15 tahun terakhir ternyata belum dapat dirasakan ratusan ribu warga di 62 desa di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Lambannya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin terhadap "blankspot" sinyal internet ini menjadi keterbatasan masyarakat dalam penggunaan teknologi internet dalam kebutuhan hidupnya.

Bahkan Pemkab Merangin "abai" dalam menggandeng PT Telkom selaku pemegang regulator seluler Telkomsel dalam mengatasi "blankspot" sinyal internet tersebut. Namun demikian, kini Pemkab Merangin melalui program "Desa Pintar" mulai mengatasi blankspot tersebut. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Merangin M Arief, pada rakor kades se-Kabupaten Merangin di Gedung Serbaguna Desa Rawa Jaya, Rabu (10/3/2021) mengatakan, sebanyak 62 desa blank spot sinyal handphone di Kabupaten Merangin.

Menurutnya, keberadaan itu justru bisa menjadi desa menuju Smart City. Hal ini bisa diwujudkan melalui program “Desa Pintar’. 

“Desa Pinter adalah singkatan dari Desa Punya Internet, yaitu sebuah program pelayanan internet untuk pedesaan atau desa terisolir sekalipun,’’ujar M Arief didampingi Wima dan Eri utusan dari program Desa Pintar.

Program ini lanjut M Arief, merupakan anak program dari proyek induk Kewajiban Pelayanan Universal (KPU/USO) yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Harus diakui jelas pria berkacamata minus ini, jaringan internet menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada terbatasnya ruang gerak masyarakat.

Namun sambungnya, jaringan internet menjadi suatu barang langka dan mahal bagi masyarakat yang tinggal di area tanpa jaringan internet (blank spot), seperti di daerah pelosok pedesaan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Diskominfo Merangin berupaya mengurangi daerah blank spot dengan menawarkan program Internet Desa Mandiri. Melalui program ini, jaringan internet diperluas sehingga dapat dinikmati sampai pelosok desa.

“Program Internet Desa Mandiri atau Program Smartconnect, mengajak para kepala desa di Merangin yang desanya blank spot, untuk bekerjasama menyediakan layanan internet broadband dengan harga terjangkau,’’terang M Arief.(JP-Yah/Asenk Lee)
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE

Garis Tangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni Jadi Wali Kota dan Wali Kota Sungaipenuh

Garis Tangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni Jadi Wali Kota dan Wali Kota Sungaipenuh
Nyaris Gagal Maju Pilkada Karena Gerakan Rival Borong Partai

Bersyukur Sebagai Kader Alumni GMKI

Bersyukur Sebagai Kader Alumni GMKI
Tinggi Iman Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian #UtOmnesUnumSint. Robinson Hutapea.

Rasa Optimisme Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi Bersama St Radipoh Hasiholan Sinaga SH

Rasa Optimisme Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi Bersama St Radipoh Hasiholan Sinaga SH
KLIK Benner Untuk Beritanya

Sebesar Rp 211 Miliar Refokusing APBD Provinsi Jambi Seperti “Menggarami Laut”

Sebesar Rp 211 Miliar Refokusing APBD Provinsi Jambi Seperti “Menggarami Laut”
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
HPN 2021
 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA