. Pilkada Gembira, Hindari Politik Identitas | Jambipos
Home » , » Pilkada Gembira, Hindari Politik Identitas

Pilkada Gembira, Hindari Politik Identitas

Written By jambipos-online on Sabtu, 14 November 2020 | 10:16

Robinson Hutapea
Oleh : Robinson Hutapea

Jambipos-Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kini sudah memasuki masa puncak kampanye 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020. Kita berharap suasana kondusif saat ini dapat terus dipelihara sampai ditetapkannya pemimpin dimasing-masing daerah. 

Oleh karena itu masing-masing tim sukses tidak menghalalkan segala cara sampai perang urat syaraf dan syarat masalah politik sampai bersitegangan antar kosituen dalam meraih kemenangan. 

Justru para pemilih harus dijadikan layaknya seorang tamu yang keberadaannya harus dihargai dan dicari rasa simpatiknya sehingga mereka datang menentukan pilihannya dengan rasa nyaman dan senang hati. 

Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Provinsi Jambi merasa berkewajiban mengingatkan seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan. 

Pilkada itu pesta demokrasi, karena itu harus dilakukan dalam suasana penuh kegembiran dan bertanggung jawab sehingga bisa berjalan sukses, tertib dan aman penuh kedamaian. Sebagai pesta demokrasi harus dilaksanakan dengan gembira dan penuh sukacita. 

Beda pilihan dan politik itu wajar dan tidak ada masalah karena pilkada hanya bersifat sesaat, sementara persaudaraan harus kita jaga seumur hidup. Ayo kita lakukan pilkada gembira. 

Politik Identitas

Politik identitas adalah sebuah alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu. Misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukkan jati diri suatu kelompok. 

Berkaca dari berbagai Pilkada bangsa Indonesia belum pernah lepas dari politik identitas, penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan kampanye hitam. Atribut-atribut itu sesunguhnya tidak berhubungan dengan kualitas calon pemimpin. 

Namun begitu mudahnya dipakai untuk mengaburkan pemilih dari objektifitas, cenderung diwarnai polarisasi berbasis irrasional. Dampak paling ekstrim dari politik identitas ialah terjadinya perpecahan dimasyarakat hingga menimbulkan konflik-konflik sosial. 

Karena harus diakui politik identitas menjadi tren ancaman riil pertarungan politik tanah air dewasa ini. Oleh karenanya politik identitas dan SARA harus dicegah dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 karena dapat membahayakan persatuan kesatuan bangsa. 

DPD PIKI Provinsi Jambi bagian integral dari bangsa ini mengajak para calon, Tim Sukses dan Parpol pendukung agar dalam setiap tahapan pilkada semua pihak menghindari politik identitas dan politik SARA. 

Aparat penegak hukum agar menindak tegas jangan membiarkan penggunaan narasi, simbol-simbol yang dapat memecah persatuan dan kesatuan dimasyarakat. Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada telah dengan tegas menyatakan larangan atas praktik politik identitas. 

Kita ingin dalam situasi menghadapi pandemi Covid-19 harus mengedepankan narasi-narasi yang mampu membangun semangat kebersamaan, menyampaikan gagasan atau adu program serta mendorong pada penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa. 

Kita juga berharap dan meminta para aparat, tokoh agama, tokoh adat dan juga tokoh masyarakat serta pemuda mendukung dan mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020.(JP-Penulis Adalah Ketua DPD PIKI Provinsi Jambi)
Share this article :

Posting Komentar

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA