. Pembakaran Ekskavator dan Puluhan Pondok dan Rakit Milik Pelaku PETI di Pinggir Sungai Batang Tebo | Jambipos
Home » , , , , , » Pembakaran Ekskavator dan Puluhan Pondok dan Rakit Milik Pelaku PETI di Pinggir Sungai Batang Tebo

Pembakaran Ekskavator dan Puluhan Pondok dan Rakit Milik Pelaku PETI di Pinggir Sungai Batang Tebo

Written By jambipos-online on Minggu, 23 Agustus 2020 | 20:10

Warga Bungo akhirnya bertindak tegas kepada pelaku PETI di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Tebo, Kabupaten Muarobungo dengan membakar alat berat dan pondok. Warga dari Kecamatan Pelayang bergabung dengan warga Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang merazia sendiri lokasi PETI di Dusun Pauh Agung, Bungo, Minggu (23/8/2020) pagi.(Foto Istimewa-FB)

Jambipos, Bungo-Warga Bungo akhirnya bertindak tegas kepada pelaku PETI di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Tebo, Kabupaten Muarobungo dengan membakar alat berat dan pondok. Warga dari Kecamatan Pelayang bergabung dengan warga Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang merazia sendiri lokasi PETI di Dusun Pauh Agung, Bungo, Minggu (23/8/2020) pagi.

Dari informasi yang diperoleh, awalnya warga sudah sepakat untuk memberantas PETI beberapa Minggu lalu di komandoi kepala desa (Rio) Dusun Pelayang Ical. Mereka kesal karena melihat air tak kunjung bersih seperti biasanya. 

Warga pun berikutnya berkordinasi dengan camat dan aparat setempat. Hasil kesepakatan bersama, warga dan pemerintah didampingi polisi dan TNI langsung bergerak menuju lokasi PETI.

Aktivitas PETI tersebut sudah sangat mengganggu kenyaaman hidup orang banyak. Pasalnya, sebagian besar warga di Pelayang setiap hari mengkonsumsi air buat minum, cuci dan mandi dari Sungai Batang Tebo.

 Kades (Rio) dusun Pelayang Aprizal atau Ical mengatakan, semenjak adanya PETI di hulu sungai Batang Tebo tersebut kondisi air keruh dan tidak layak konsumsi.

“Hal ini, tentu membuat kemarahan warga memuncak. Belum lama ini, Pemkab Bungo sepakat berantas aktivitas PETI itu, segera dihentikan, karena air sungai Batang Tebo ini sudah keruh oleh limbah PETI yang sengaja dibuang ke sungai,” kata Ica.

Dikatakan, meski sudah ada himbauan dari Pemda dan penegak hukum tetapi tak diindahkan oleh pelaku PETI tersebut. Jadi warga lama kelamaan kesal dan akhirnya turun ke lokasi menertibkan dan menemukan satu unit alat berat ekskavator lalu dibakar. Selain itu warga juga membakar puluhan penginapan mereka.

“Saat razia tadi, tak ada aktivitas yang berjalan, akan tetapi warga berhasil musnahkan puluhan rakit dan tempat peristirahatan dan satu unit alat berat. Para pekerja tidak ada di lokasi alias kabur dan pemilik alat berat tidak tahu siapa pemiliknya. Tak hanya mesin, semua alat-alat yang ada di lokasi ikut dibakar juga,” jelasnya.

Terpisah, Camat Limbur Lubuk Mengkuang  Zainuddin mengatakan warga sempat meminta izin kepada camat bahwa akan menggelar razia dompeng atau PETI yang terletak di dusun Pauh Agung  Lubuk dan lokasi PETI. Camat meminta kepada warga jangan sampai ada terjadi gesekan kepada pemilik dompeng.

"Kami membagi dua kelompok pencarian alat berat tersebut didampingi Asisten II aparat penegak hukum, camat Pelayang dan puluhan warga setempat dan akhirnya menemukan ekskavator yang lalu dibakar warga,” ujar  Camat.

Sementara Fiat Haryadi dari Kesbanglinmas Provinsi Jambi mengapresiasi langkah yang diambil oleh warga dalam memberantas PETI di daerah mereka. Pihak aparat juga diminta untuk membersihkan pratek PETI di Provinsi Jambi. (JP-Wan) 











Share this article :

Posting Komentar

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA