Home » , , » Ibunya Meninggal Dunia, Bocah Laki-laki Ajukan Permintaan pada Jokowi: Ikut Boleh Tidak

Ibunya Meninggal Dunia, Bocah Laki-laki Ajukan Permintaan pada Jokowi: Ikut Boleh Tidak

Written By jambipos-online on Kamis, 04 Oktober 2018 | 18:41

Ibunya Meninggal Dunia, Bocah Laki-laki Ajukan Permintaan pada Jokowi: Ikut Boleh Tidak
Jambipos Online, Palu-Presiden Joko Widodo kembali datang ke Palu dan sekotarnya untuk meninjau dampak gempa yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Pada Rabu (3/10/2018), sekiranya pukul 11.20 WITA, Jokowi dan rombongan sampai di Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

Jokowi menunggangi pesawat CN milik TNI AU. Mengenakan kemeja putih khasnya lengkap dengan celana jins biru tua, Jokowi mengunjungi beberapa lokasi korban gempa dan tsunami Palu.

Lokasi pertama yang ia tinjau yaitu rumah sakit darurat yang letaknya di area bandara. Selain menyapa, Jokowi juga memberi semangat pada para korban yang masih terbaring lemah di tandu darurat yang disiapkan pemerintah.



Tahu bahwa sedang ditinjau Presiden Republik Indonesia, sebagian orang berusaha bangkit dari tidurnya, namun Jokowi mencegahnya dan menyarankan untuk istirahat.

Dalam rekaman yang ditayangkan Kompas TV, Jokowi mengatakan pada salah seorang laki-laki yang jadi korban, "sudah, enggak apa-apa, tidur saja".

Ia terlihat berbincang dan juga bertanya pada para korban yang ditemani keluarganya di rumah sakit darurat tersebut.

Tak berselang lama, Jokowi kemudian melanjutkan perjalannya menuju lokasi tinjauan lainnya.

Ia kemudian berkunjung ke Hotel Roa Roa, di mana lokasi tersebut menjadi lokasi yang cukup memakan banyak korban karena bangunannya hancur.

Saat berkunjung ke hotel, tim Basarnas tampak masih melakukan proses evakuasi.

Diperkirakan masih ada puluhan korban yang terjebak dan tertimpa puing-puing reruntuhan bangunan berbahan beton dan belum berhasil diselamatkan.

Melihat banyak tim yang bekerja, Jokowi mendekati lokasi didampingi Menko Polhukam, Wiranto dan Menko PMK, Puan Maharani.

Ia meminta tim untuk terus bekerja mencari korban yang masih terjebak selagi ia datang untuk meninjau.

Seperti pernyataan tim Basarnas yang sduah beberapa hari melakukan evakuasi, Jokowi juga mengatakan bahwa masih ada sekitar 30 orang yang terjebak reruntuhan.

"Ini kita terus selesaikan agar seluruh korban yang ada bisa diangkat," ujarnya kepada Kompas TV.

Ada yang menarik dalam tinjauannya ke Hotel Roa Roa. Saat tengah meninjau, Jokowi didekati seorang anak laki-laki berkulit putih bersih, mengenakan baju garis-garis putih dan biru.

Ia mengajak anak laki-laki tersebut mendekat ke mobil Presiden dengan sangat tenang. Tanpa ada perlawanan dari Paspampres, Jokowi menggandeng bocah tersebut masuk ke dalam mobil untuk mengambil makanan.

Ia memberi beberapa makanan dan memberikannya pada bocah tersebut. "Bawa ya. Apa lagi?" tanya Jokowi.

Bocah laki-laki tersebut dengan sopan menerima makanan yang diberikan orang nomor satu di Indonesia, "sudah," jawabnya.

"Mamanya ndak ada," ujar salah seorang perempuan yang menemani bocah laki-laki tadi.

"Bapaknya ada tapi lagi di rumah sakit," tambah perempuan tersebut.

"Oke. Sekolah yang baik ya," ujar Jokowi sembari mengusap punggung bocah yang tak diketahui namanya tersebut.

"Pak, ikut boleh tidak?" tanya bocah tersebut dengan polos pada Jokowi.

Mendengar ucapan tersebut, Jokowi terlihat tenang menjawab dengan bijak.

"Nunggu, nunggu di rumah aja. Besok sekolah, belajar, ya?" jawab Jokowi.

Mendengar bahwa Jokowi memintanya belajar, anak tersebut justru mengatakan hal yang tak terduga.

"Ndak bisa, kita sekolah rusak," jawab bocah laki-laki tersebut.

"Iya, nanti sekolahnya diperbaiki dulu, ya?" ujar Jokowi.

Video tersebut kemudian diunggah di akun Twitter Kompas TV dan jadi viral.

Hingga saat ini, video tersebut mendapat lebih dari 2.000 retweet, lebih dari 2.200 likes dan juga ratusan komentar.

Banyak yang iba dan kasihan kepada anak tersebut dan ikut merasa sedih mendengar percakapannya, banyak pula yang memuji sikap Jokowi saat melayani anak kecil korban gempa.

Melansir dari Kompas.com, ibu dari anak tersebut telah meninggal dunia karena gempa, sedangkan ayahnya sedang menjalani perawatan karena luka parah.(*)

Sumber: Nakita.id





Share this article :

Posting Komentar