Home » , , » Presiden Bagikan Sembako kepada Korban Gempa Lombok

Presiden Bagikan Sembako kepada Korban Gempa Lombok

Written By jambipos-online on Senin, 13 Agustus 2018 | 23:03

Presiden Joko Widodo membagikan sembako dan buku bacaan serta alat tulis kepada korban gempa di Posko Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok, Lapangan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (13/8/2018) malam. ( Foto: istimewa )

Presiden juga melakukan musyawarah atau dengar pendapat dengan masyarakat yang terkena musibah. Jumlah total korban jiwa hingga saat ini jumlah sebanyak 436 orang.

Jambipos Online, Jakarta- Presiden Joko Widodo membagikan sembako dan buku bacaan serta alat tulis kepada korban gempa di Posko Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok, Lapangan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (13/8/2018) malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

Kapolri didampingi Asops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara; Dankor Brimob, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol Farley Helfrich Arthur Tampi, Karo Provost Div Propam Brigjen Pol Refdi Andri, Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal, dan Karo Psi SSDM Polri Brigjen Pol Suroto.

Presiden Jokowi beserta rombongan yang tiba di GOR Pemenang pukul 15.30 Wita segera menuju lokasi peninjauan di posko pengungsian Kantor Bupati Lombok Utara dan Lapangan Gondang, Kecamatan Gangga.

Selain melakukan peninjauan, Presiden juga melakukan musyawarah atau dengar pendapat dengan masyarakat yang terkena musibah serta menyerahkan sejumlah bantuan.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah total korban jiwa hingga saat ini jumlah sebanyak 436 orang, Total rumah rusak sebanyak 52.812, dan total pengungsi sementara menyentuh angka 352.793. Serta prasarana pendidikan yang rusak tercatat sebanyak 458 bangunan.

Segenap jajaran TNI, Polri, dan pemerintah baik pusat maupun daerah serta stakeholder dan masyarakat bersatu padu bergotong royong dengan sigap untuk membantu mulai dari evakuasi korban, pendirian tenda, pendirian rumah sakit lapangan, pendirian dapur lapangan hingga membangun sumur bor, hydran, dan MCK di lokasi pengungsian.(*)


Sumber: Suara Pembaruan 
Share this article :

Posting Komentar