Home » » Jonatan "Jojo" Christie Rebut Medali Emas Tunggal Putra Bulutangkis Asian Games 2018

Jonatan "Jojo" Christie Rebut Medali Emas Tunggal Putra Bulutangkis Asian Games 2018

Written By jambipos-online on Selasa, 28 Agustus 2018 | 14:03

Jonatan "Jojo" Christie.Google.
Medali emas yang diraih Jonatan "Jojo" Christie ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulutangkis.

Jambipos Online, Jakarta-Indonesia meraih emas ke-23 setelah pebulutangkis Jonatan "Jojo" Christie mengalahkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen di final tunggal putra bulutangkis, Selasa (28/8/2018), dalam tiga gim 21-18, 20-22, 21-15.

Medali emas yang diraih Jojo ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulutangkis. Ini sekaligus emas ke-27 tim bulutangkis Indonesia dalam sejarah perjalanan Asian Games.

"Kita harus mulai awal lagi, saya dan tim tunggal putra harus siap dalam laga berikutnya," kata Jonatan Christie usai laga.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga Indonesia yang memberikan dukungan. Dan, usai menyudahi laga final, Jojo langsung melepaskan kaos yang dikenakannya.

Perolehan 23 medali emas ini merupakan capaian terbaik Indonesia sepanjang perjalanannya dalam mengikuti ajang Asian Games.



Capaian 23 medali emas ini akan bertambah menjadi 24 karena final bulu tangkis ganda putra akan menghadapkan sesama atlet Indonesia.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, akan menghadapi ganda putra Indonesia lainnya, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada Selasa (28/8/2018) siang ini.

Dua emas Dari Panjat Tebing

Sebelumnya, Indonesia berhasil meraih 22 medali emas setelah cabang olah raga panjat tebing menyumbang dua emas melalui nomor kecepatan regu putra dan putri di Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (27/8/2018) malam.

Emas pertama disumbangkan regu putri Indonesia untuk nomor kecepatan estafet, yaitu Puji Lestari, Fitriyani, Aries Susanti Rahayu, Sallsabillah Rajiah, dengan mengalahkan tim Cina.

Dan emas kedua diraih regu putra Indonesia (tim satu) dalam nomor kecepatan estafet regu putra, yaitu Sufriyanto Rindi, Hinayyah Muhammad, Dzar Yulianto Abu, serta Leonardo Veddriq, setelah mengalahkan tim Indonesia dua.

Sebelumnya, atlet panjat tebing putri, Aries Susanti Rahayu, telah menyumbang emas pertama panjat tening nomor tunggal. Dengan demikian, cabang panjat tebing sudah menyumbangkan tiga emas.

Sampai Senin (27/08), Indonesia telah meraih 22 emas dan masih berada di urutan empat dalam perolehan medali sementara, di bawah Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Perolehan 22 medali emas ini merupakan capaian terbaik Indonesia sepanjang perjalanannnya dalam mengikuti ajang Asian Games.

Capaian 22 medali emas ini akan bertambah menjadi 23 karena final bulu tangkis ganda putra akan menghadapkan sesama atlet Indonesia.

Pencak Silat Sapu Bersih Medali Emas

Abdul Malik memenangkan emas ke 20 Indonesia dan ke-delapan dari cabang pencak silat setelah menjuarai pencak silat nomor 50-55 kg dalam final yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8/2018). Dia mengalahkan pesilat asal Malaysia, Faizul M Nasir, dengan angka 5-0.

Dengan pencapaian ini, Indonesia mantap di posisi ke-empat klasemen umum, meninggalkan Iran. Tiga raksasa Asia, yang sementara ini menempati posisi tiga besar adalah Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Emas ke-19 diperoleh Monita Sarah Tria setelah mengalahkan lawannya, Nong Oy Vongphakdy dari Laos dengan angka 5-0 di final nomor 55-60 kg putri.

Satu emas lagi, juga satu perak, dipastikan diperoleh dari ganda putra bulutangkis setelah dua pasangan Indonesia berhasil melaju ke final.

Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju ke final setelah menundukkan ganda putra Taiwan, Lee Yang-Lee Jhe Hui dalam tiga set (21-15, 20-22, 21-12).

Di babak final, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan menghadapi ganda putra Indonesia lainnya, Alfian Fajar-Muhammad Rian Ardianto

Sayangnya, tunggal putera bulutangkis gagal menampilkan sesama atlet Indonesia setelah Anthony Ginting takluk di tangan pemain Taiwan, Chou Tien Chen, di semifinal.

Dalam laga sebelumnya, ganda putra Alfian Fajar-Muhammad Rian Ardianto telah mengalahkan ganda putra Cina, Yuchen Liu - Li Junhui (21-14, 19-21, 21-13).

Dengan 'All Indonesian Final' di ganda putera bulutangkis, Indonesia dipastikan meraih setidaknya 21 medali emas di Asian Games kali ini -terbaik sepanjang sejarah.

Para finalis Indonesia praktis menyapu bersih semua nomor final dan menyumbangkan seluruhnya delapan emas bagi kontingen.

Sebelumnya Aji Bangkit Pamungkas menyumbang emas dengan mengalahkan atlet Singapura Sheik Alauddin dengan skor 5-0 di nomor 85 kg, Senin (27/8/2018).

Ganda putra Indonesia untuk nomor seni, Yola Primadona dan Hendy, berhasil meraih medali emas dengan nilai terbesar yaitu 580.

Ada pun trio atlet pencak silat memenangkan final nomor beregu untuk menyabet medali ke-15 Indonesia, melesatkan tim merah putih ke posisi ke-empat klasemen umum untuk pertama kalinya, menyalip Iran.

Dalam nomor ganda putra, trio atlet pencak Indonesia Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, dan Anggi Faisal Mubarok, berhasil meraih nilai tertinggi yaitu 465.

Di partai final yang digelar di Padepokan pencak silat Taman Mini, Jakarta, mereka mengungguli regu putra Vietnam (450) dan Thailand (448).

Ganda putra Indonesia untuk nomor seni, Yola Primadona dan Hendy, menyabet emas setelah berhasil meraih nilai tertinggi yaitu 580, mengalahkan ganda putra Vietnam yang meraih nilai 562 serta Malaysia 560.

Beberapa saat sebelumnya, Puspa Arum Sari menyumbang emas ke-13, lewat kemenangan di nomor seni tunggal puteri.

Puspa mengungguli atlet Singapura Nurzuhairah Mohammad Yazid yang memperoleh perak dan pesilat Filipina Cherry May Regaldo yang memperoleh perunggu.

Keberhasilan Puspa memperpanjang catatan 'setiap hari medali emas' kontingen Indonesia.

Hari Minggu (26/8/2018) kemarin), Indonesia menambah dua emas melalui atlet jetski, Aqsa Sutan Aswar, di nomor endurance, dan karateka Rifki Ardiansyah Arrosyid yang menjuarai nomor kumite 60 kilogram.

Bagi Indonesia, ini adalah prestasi Asian Games terbaik sepanjang masa, melampaui pencapaian Asian Games 1962. Ketika itu Indonesia juga menjadi tuan rumah dengan menyabet 11 emas.

Di Asian Games 2018 Jakarta Palembang, hingga saat ini urutan tiga teratas masih ditempati oleh raksasa olahraga Asia, Cina, Jepang, Korea Selatan, disusul Iran.

Indonesia masih bisa menambah medali emas, antara lain dari pencak silat, bola voli pantai putera, sepak takraw dan bulu tangkis perorangan.

Atlet Indonesia yang masih bertahan di bulu tangkis adalah Jonatan Christie (tunggal putra) yang akan berhadapan dengan atlet Taiwan penakluk Anhony Gining, sementara pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan saling berhadapan di final ganda putra, memastikan tambahan satu emas dan satu perak.(*)

Sumber: BBC.com
Share this article :

Posting Komentar