Home » , » Monumen KM Sinar Bangun Segera Dibangun

Monumen KM Sinar Bangun Segera Dibangun

Written By jambipos-online on Senin, 02 Juli 2018 | 16:36

"Monumen tragedi KM Sinar Bangun ini akan kami bangun di Pelabuhan Tigaras. Proses pengerjaannya dimulai, Selasa (2/7/2018)," ujar Bupati Simalungun JR Saragih kepada seluruh keluarga korban KM Sinabung di Balai Harangguan, Djabanten Damanik, Minggu (1/7/2018).

Pemkab Simalungun akan membangun monumen tragedi Kapal Motor (KM) Sinar Bangun.

Jambipos Online, Simalungun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun akan membangun monumen tragedi Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam setelah bertolak dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras di Parapat, Simalungun.

"Monumen tragedi KM Sinar Bangun ini akan kami bangun di Pelabuhan Tigaras. Proses pengerjaannya dimulai, Selasa (2/7/2018)," ujar Bupati Simalungun JR Saragih kepada seluruh keluarga korban KM Sinabung di Balai Harangguan, Djabanten Damanik, Minggu (1/7/2018).

Kepala daerah yang akrab dengan panggilan JR itu mengatakan, monumen yang mau dibangun pemerintah itu nantinya berbentuk KM Sinar Bangun. Dalam monumen itu akan ditampilkan 188 nama penumpang kapal sebelum tenggelam.

"Seluruh nama penumpang dan tanggal kelahirannya akan dicantumkan dalam monumen tersebut. Nama penumpang yang selamat juga kita sertakan. Monumen ini kita buat untuk bisa dikenang. Kita bangun karena kita turut berduka atas musibah ini," katanya.

Menurutnya, Pemkab Simalungun juga akan memberikan bantuan sebagai tanda turut belasungkawa kepada seluruh keluarga korban penumpang yang tenggelam di Danau Toba. Bantuan itu sebesar Rp 2 juta untuk setiap korban kapal tenggelam.

Bantuan itu tidak termasuk bantuan dari Kementerian Sosial sebesar Rp 15 juta, dan pihak Jasaraharja sebesar Rp 50 juta.

Menurutnya, musibah KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba bukan semata karena lemahnya pengawasan. Masyarakat pun harus menyadari bahwa kejadian ini merupakan bagian dari takdir yang tidak diketahui.

"Sebenarnya, proses angkut penumpang kapal yang melebihi kapasitas ini sudah berjalan sangat lama. Namun, kejadian naas itu terjadi 18 Juni 2018 kemarin. Kita tidak mengetahui kapan takdir (bencana) itu terjadi," sebutnya.(JP)

Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Posting Komentar