Home » , , » Jenazah Dibonceng Tiga Sepeda Motor di Tanjabtim

Jenazah Dibonceng Tiga Sepeda Motor di Tanjabtim

Written By jambipos-online on Selasa, 24 Juli 2018 | 06:23

Donny Pasaribu: Rumah Sakit Harus Gratiskan Antar Jenazah Warga
Kolase FB/Jampos

Jambipos Online, Jambi-“Saya meminta kepada semua kepala daerah yaitu Gubernur, Bupati dan Walikota khususnya di Provinsi Jambi untuk ambil  kebijakan mengratiskan ambulance untuk antar jenazah masyarakat dari Rumah Sakit ke rumah dukanya. Terutama bagi yang tidak punya biaya. Jangan terjadi hal seperti dibawah Ini. Terimakasih,” demikian Ketua IPK Provinsi Jambi Donny Pasaribu memberikan komentar pada video yang lagi viral soal jenazah dibonceng tiga naik motor di Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Senin (23/7/2018).

Dalam video berdurasi 1, 27 menit itu memperlihatkan polisi tengah memberhentikan pengendara sepeda motor matic di pinggir jalan. Diketahui video tersebut direkam oleh Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur.

Video tersebut memperlihatkan personel kepolisian yang tengah berpatroli menggunakan mobil memberhentikan pengendara sepeda motor yang tengah melintas di jalanan yang sepi.

Pengendara terlihat memboncengkan sosok seorang pria yang terlihat terkulai lemas. Saat ditanya pria tersebut mengatakan memboncengkan pria yang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Sontak saja hal ini membuat polisi kaget. Personel kepolisian yang menggunakan mobil patroli tersebut lalu menawarkan bantuan untuk membawa jenazah yang sebelumnya dibonceng tersebut.

Dalam video tersebut terlihat anggota Polisi Lalu Lintas membantu seorang warga yang telah meninggal dunia tengah perjalanan dibonceng menggunakan sepeda motor.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/7/2018) sekira pukul 11.00 WIB, di ruas Jalan Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai Tanjung Jabung Timur.

Saat itu empat orang anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur yakni Brigadir Candra, Brigadir Ari Safrizal, Bripka Andi dan Bripka Memet sedang melaksanakan Patroli sektoral.

Dalam melaksanakan Patroli rutin itu menemukan pengendara motor berbonceng tiga melaju dengan kecepatan tinggi mendahului mobil petugas.

Tak lama kemudian pengendara motor itu berhenti dan ketika ditanya ternyata pengendara motor tersebut sedang membawa laki-laki paruh baya yang telah meninggal dunia dalam perjalanan pulang ke rumah.

Dengan sigap anggota Satlantas Polres Tanjabtim memberikan pertolongan kepada keluarga yang berduka tersebut. Karena di sekitar tempat tersebut minim kendaraan yang melintas.

Kasat Lantas Polres Tanjung Jabung Timur, AKP Tesmirizal saat dikonfirmasi wartawan, menceritakan, almarhum diketahui atas nama H Kade.

Menurutnya saat patroli kebetulan anggotanya menemukan keluarga yang sedang ditimpa musibah tersebut. Almarhum sejak beberapa hari terakhir berada di rumah Keluarganya di Desa Pematang Rahim, dalam kondisi sakit sesak napas.

Pihak keluarga yang mengetahui hal tersebut kemudian membawa pulang almarhum ke rumahnya di Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.  

Keluarga membawa pria tersebut dengan memboncengkannya di sepeda motor matic berboncengan tiga. Saat dibawa pulang dengan diboncengkan sepeda motor dietahui pria tersebut masih hidup. Namun naas ditengah perjalanan pria tersebut meninggal dunia. Belum sampai ke rumah, di tengah perjalanan pria tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

"Saat itu almarhum yang sedang sakit dibawa oleh keluarganya menggunakan sepeda motor dari desa Pematang Rahim Kecamatan Mendagara Ulu, menuju rumahnya di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi. Namun ditengah perjalanan almarhum yang sedang sakit itu ternyata meninggal dunia," cerita Tesmirizal, Senin (23/7/2018).

Anggota kepolisian yang mendapati keluarga yang sedang ditimpa musibah tersebut, Selanjutnya degan menggunakan kendaraan dinas Unit Patroli membawa Almarhum kerumah duka yang jaraknya 20 Kilo Meter degan kondisi jalan yang berlubang dan berdebu.

Namun banyak tanggapan warganet berkomentar kalau jenazah itu dibawa dari rumah sakit ke rumah. Keluarga membawa jenazah menggunakan sepeda motor karena tak memiliki biaya untuk sewa ambulan rumah sakit.(JP-Berbagai Sumber/Lee) 

Share this article :

Posting Komentar