Home » » PUPR Segera Perbaiki 249 Km Jalan Rusak di Provinsi Jambi

PUPR Segera Perbaiki 249 Km Jalan Rusak di Provinsi Jambi

Written By jambipos-online on Jumat, 29 Juni 2018 | 11:00

Salah satu ruas jalan provinsi di Jambi yang hingga kini masih rusak terdapat di Desa Panerokan, Bajubang, Batanghari, Jambi.(SP)
Perbaikan kerusakan jalan tersebut belum dilakukan secara menyeluruh akibat keterbatasan anggaran pembangunan jalan. Ruas jalan provinsi di Jambi yang paling banyak rusak terdapat di Kabupaten Merangin.

Jambipos Online, Jambi - Sedikitnya 249 kilometer (Km) ruas jalan provinsi di Jambi yang merupakan jalur utama transportasi dari sentra-sentra produksi pertanian dan perkebunan ke pusat perdagangan masih rusak. Kerusakan jalan tersebut mencapai 24 % dari sekitar 1.000 Km panjang jalan provinsi di sembulan kabupaten di Jambi. Perbaikan kerusakan jalan tersebut belum dilakukan secara menyeluruh akibat keterbatasan anggaran pembangunan jalan di daerah itu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Rupinus di Jambi, Jumat (22/6/2018) terkait masih banyaknya ruas jalan rusak di Provinsi Jambi.

Menurut Rupinus, ruas jalan provinsi di Jambi yang kondisinya baik saat ini baru sekitar 408 Km atau sekitar 40 % dari 1.000 Km panjang jalan provinsi di daerah itu. Ruas jalan provinsi yang kondisinya sedang sekitar 375 Km (36 %). Sedangkan ruas jalan provinsi di Jambi yang mengalami rusak ringan sekitar 164 Km (16 %) dan rusak berat sekitar 85 Km (16 %).

Menurut Rupinus, ruas jalan provinsi di Jambi yang paling banyak rusak terdapat di Kabupaten Merangin. Sekitar 57 Km ruas jalan provinsi yang menjadi jalur mudik lebaran di kabupaten itu saat ini masih rusak. Sekitar 32 Km rusak ringan dan 15 Km rusak berat.

Sedangkan di Kabupaten Bungo, sekitar 30 Km ruas jalan provinsi yang merupakan jalur mudik juga rusak. Ruas jalan yang rusak ringan sekitar 17 Km dan rusak berat sekitar 13 Km.

“Ratusan kilometer ruas jalan provinsi di tujuh kabupaten lain di Jambi juga masih rusak. Kerusakan jalan tersebut sangat mengganggu arus mudik dari ibukota kabupaten ke kecamatan-kecamatan dan desa,”katanya.

Sementara itu, warga tiga kecamatan di Kabupaten Merangin mengeluhkan kerusakan jalan yang hingga kini masih dibiarkan. Kerusakan jalan tersebut terdapat di Kecamatan Margotabir, Tabir Ilir dan Tabir Timur.

“Kerusakan dari kabupaten – kecamatan hingga desa kami sangat parah. Sebagian besar ruas jalan hancur. Aspalnya sudah terkelupas dan ruas jalan rusak berubah menjadi kubangan. Kondisi tersebut membuat kendaraan sulit lewat. Kami berharap kerusakan jalan ke kecamatan dan desa kami segera diperbaiki agar bisa dilalui saat Lebaran nanti,”kata Subroto (55), warga Kecamatan Tabir Timur.

Hal senada juga diakui Camat Pengabuan, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Jambi, Hermansyah. Menurut Hermansyah, edikitnya 50 kilometer (Km) ruas jalan negara berstatus jalan provinsi di Tanjabbar rusak berat. Sebagian ruas jalan sangat sulit dilintasi kendaraan karena sudah berubah menjadi kubangan. Kerusakan jalan tersebut menyebabkan beberapa desa di daerah itu terancam terisolir.

Salah satu ruas jalan provinsi yang rusak berat tersebut, lanjut Hermansyah, terdapat di Desa Teluknilau, Kecamatan Pengabuan, Tanjabbar. Ruas jalan tersebut menghubungkan Kota Kualatungkal, Tanjabbar dengan Kota Jambi. Kerusakan jalan di ruas jalan Kecamatan Pengabuan terdapat di Parit 11 dan 12 Desa Karyamaju hingga Teluknilau. Kerusakan jalan tersebut sudah lama terjadi.

Dikatakan, kondisi kerusakan jalan kini semakin berat akibat hujan yang terus turun di daerah itu. Ruas jalan yang rusak berat di Desa Teluknilau – Karyamaju mencapai dua kilometer. Kerusakan jalan tersebut membuat beberapa desa di Kecamatan Pengabuan terancam terisolir.

“Supaya ruas jalan rusak tersebut dapat dilalui kendaraan, warga menggunakan batang pinang menutup lubang di jalan karena batu sulit ditemukan di desa itu.

Namun tidak semua jalan rusak bisa ditutup dengan batang pinang karena alat dan tenaga terbatas,”katanya.

Secara terpisah Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah menjelaskan, anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi tahun 2018 mencapai Rp 830 miliar. Anggaran itu tidak hanya untuk jalan, tetapi juga untuk pengairan dan perumahan. Anggaran dana peningkatan dan rehabilitasi jalan provinsi di daerah itu tahun ini hanya belasan miliar.(JP-SP)
Share this article :

Posting Komentar