Home » , , » Kisah Pria Tato Naga Dikubur Hidup-hidup di Pantai Pangandaran

Kisah Pria Tato Naga Dikubur Hidup-hidup di Pantai Pangandaran

Written By jambipos-online on Jumat, 08 Juni 2018 | 08:17

Lokasi mayat pria terkubur pasir pantai di Pangandaran. (Foto: Istimewa)
Jambipos Online, Pangandaran - Penemuan mayat Hendika Saputra (30) yang terkubur di pasir Pantai Pamugaran Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, membuat geger warga setempat. Polisi menyimpulkan pria bertato naga itu tewas dibunuh lantaran di tubuhnya ada tanda-tanda kekerasan. Titik terang penyelidikan menggiring polisi menangkap DH, tersangka pembunuh Hendika.

Kepala polisi, DH tak mengelak berbuat durjana. Dia mengaku mengubur hidup-hidup temannya tersebut. DH berdalih ritual kubur diri sebagai latihan pernapasan untuk menguasai ilmu kekebalan tubuh.

"Pelaku mengaku bisa membuat tubuh korban menjadi kebal, dengan cara melatih pernapasan dalam pasir dengan cara dikubur selama tiga menit," ujar Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi via telepon, Kamis (7/6/2018).

Ternyata aksi tersebut berujung maut. Nyawa Hendika melayang.

"Korban meninggal dunia diduga kehabisan nafas saat dikubur dalam pasir," ucap Suyadi.

Jasad Hendika ditemukan seorang warga yang lari pagi, Jumat (1/6/2018). Saksi melihat beberapa ekor anjing berkerumun menggali pasir sambil menggonggong. Ia mendekati anjing dan menemukan helai rambut kepala manusia. Di lokasi itu bau bangkai menyeruak.

Singkat cerita, polisi dan warga menggali pasir dan menemukan sesosok pria yang memiliki ciri tato bercorak naga di tangan kiri. Wajahnya sedikit rusak terutama di bagian hidung dan leher lebam diduga bekas jeratan.

Tim bentukan Satreskrim Polres Ciamis menggelar penyelidikan mendalam. Polisi memeriksa sejumlah saksi di sekitar rumah korban, kawasan Pamaciran, Pangandaran. Berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk lainnya yang dikumpulkan polisi, pelaku mengarah kepada salah satu teman korban.

Kamis pagi (7/6/2018), polisi menangkap DH di daerah perbatasan Banjarsari-Lakbok. Tersangka merupakan teman dan tetangga korban. Ia orang terakhir yang bersama korban.

"Setelah penyelidikan dan mengarah kepada pelaku, kami langsung melakukan pengintaian dan penangkapan," ujar Sayudi.

DH cerita kepada Hendika bahwa sempat berguru ilmu kebal di Banten. Hendikan percaya dan ingin berguru kepada temannya ini.

Baca juga: Pengakuan Pembunuh Pria Bertato yang Dikubur di Pantai Pangandaran

Menurut Sayudi, DH bersama Hednika berangkat dari Pamarican ke Pangandaran. Setiba di lokasi kejadian, keduanya bareng-bareng menggali lubang. 

Hendika masuk ke lubang dan dikubur DH dengan dalih sebagai ritual memperoleh ilmu kebal. Namun belum dijelaskan apakah korban dikubur seluruhnya atau setengah badan saja.

"Kami masih terus melakukan pemeriksaan. Pengakuan tersangka masih berubah-ubah," kata Sayudi.

Polisi mendalami dugaan motif lainnya yaitu ekonomi. Sebab, sepeda motor dan handphone milik korban dijual tersangka. "Sementara pelaku satu orang. Apakah motifnya itu karena menjanjikan ilmu kekebalan tubuh saja atau kemungkinan karena ingin uang," tutur Sayudi.

Ini Identitas Mayat Tato Naga

Polisi mengungkap identitas mayat yang terkubur di pasir Pantai Pamugaran Pangandaran, Jawa Barat. Mayat lelaki dewasa itu diketahui bernama Hendika Saputra.

Terungkapnya identitas korban, setelah tim Inafis Polres Ciamis bersama Polsek Pangandaran melaksankan identifikasi di tempat penemuan dan Puskesmas Pangandaran. 

"Namanya Hendika Saputra berusia 30 tahun," ujar Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/6/2018).

Guna penyelidikan lebih lanjut, kata Suyadi, jasad Hendika dibawa ke rumah sakit di Kota Bandung guna proses autopsi.

"Proses penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan. Nanti bersama-sama mengungkap penyebab kematiannya," ucap Suyadi.

Hendika berdomisili di Dusun Sukasari, Desa Sukasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Polisi sudah telah mengecek alamat rumah korban. 

Namun keluarga dan kedua orang tua Hendika tidak berada di tempat. Menurut informasi, bapaknya sudah lama kerja di Malaysia. Sementara Ibunya sudah lama bercerai. Korban diketahui berstatus duda.

Suyadi mengungkapkan hasil dari pemeriksaan sementara, ciri-ciri mayat ini memiliki tato di tangan sebelah kiri bercorak naga, wajah sedikit rusak terutama di bagian hidung, dan leher terlihat luka lebam diduga bekas jeratan.

Pengubur Pria Tato Naga Ditangkap

Teka-teki pembunuh pria tato naga Hendika (30) di Pantai Pamugaran Pangandaran berhasil terungkap. Polsek Pangandaran bersama Satreskrim Polres Ciamis mengamankan seorang pria berinisial DH (36) warga Sukajadi Kecamatan Pamarican yang diduga telah melakukan pembunuhan itu. Pelaku merupakan teman yang juga tetangga korban. 

Kapolsek Pangandaran Kompol Sayudi mengatakan terungkapnya kasus pembunuhan itu setelah tim yang dibentuk dengan Satreskrim Polres Ciamis melakukan penyelidikan selama lima hari. 

Pelaku ditangkap di daerah perbatasan Banjarsari-Lakbok pada Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah identitas korban diketahui bernama Hendika warga Pamarican, tim melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi di sekitar rumah korban. Sampai mengarah kepada seseorang pelaku.

"Setelah penyelidikan dan mengarah kepada pelaku kami langsung melakukan pengintaian sampai akhirnya pelaku kami amankan," ujar Sayudi saat dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (7/6/2018).

Sayudi menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan pembunuhan karena ingin menguasai kendaraan roda dua dan handphone milik korban. 

"Barangbukti yang diamankan kendaraan roda dua milik tersangka dan korban, handphone mikik tersangka dan korban," ungkapnya.

Diketahui pelaku merupakan orang terakhir yang bersama korban. Sampai akhirnya korban meregang nyawa dikubur dalam pasir.(JP)

Sumber: Detik.com 


Share this article :

Posting Komentar