Home » , » Dalam 8 Hari, Polri Tangkap 74 Teroris, 14 Ditembak Mati

Dalam 8 Hari, Polri Tangkap 74 Teroris, 14 Ditembak Mati

Written By jambipos-online on Rabu, 23 Mei 2018 | 08:42

Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian. IST
Jambipos Online, Jakarta-DETASEMEN ‎Khusu‎s (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menembak mati 14 dari total 74 terduga teroris yang ditangkap. Penindakan dilakukan dalam kurun waktu delapan hari, 13-21 Mei 2018.

"Sudah 74 orang ditangkap dan 14 orang di antaranya meninggal karena melawan saat ditangkap," ujar Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5/2018) seperti dilansir Mediaindonesia.com.

Penangkapan itu dilakukan di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatra bagian Selatan, Riau, dan Sumatra Utara. Polisi juga menyita berbagai barang bukti.

"Ada barang bukti yang disita, baik bom siap pakai maupun materi bahan peledak lainnya seperti baterai, switch, dan lain-lain," ujar dia.

Eks Kapolda Metro Jaya itu memastikan pihaknya akan terus mengungkap jaringan-jaringan teroris yang terkait dengan insiden beberapa waktu belakangan ini. Ia meyakini mereka masih berhubungan dengan aksi di Polda Riau dan Mako Brimob.

"Dugaan sangat kuat ini di dilakukan oleh JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang memiliki afiliasi ISIS di Suriah,"‎ kata dia. 

Aparat kepolisian dibantu TNI terus melakukan penindakan terhadap para terduga teroris di berbagai wilayah di tanah air, pasca bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu. 

Kapolri merinci, di Jawa Timur, polisi menangkap 31 orang dan empat orang di antaranya meninggal dunia. Di Banten, polisi menangkap 16 orang dan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Di Jawa Barat, Polri menangkap delapan orang dan empat orang di antaranya tewas. Sedangkan di Riau, ada sembilan terduga teroris ditangkap dan empat orang di antaranya tewas. Sisanya adalah penangkapan enam orang di Sumatera Utara dan empat di Sumatera Selatan. 

"Ada sejumlah barang bukti yang kita sita baik bom siap pakai maupun materi bahan peledak lainnya, dan kemudian baterai, switch dan lain-lain," kata Tito. 

Tito menambahkan, penyelidikan kepolisian juga menunjukkan bahwa aksi teror baik yang terjadi di Mako Brimob, Depok, Surabaya, Sidoarjo, hingga Riau terkoneksi. "Ini dilakukan oleh kelompok Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang memiliki afiliasi dengan ISIS di Suriah," kata Tito. (JP)

Share this article :

Posting Komentar