Home » , , » Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Sungaipenuh Gagal Panen

Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Sungaipenuh Gagal Panen

Written By jambipos-online on Sabtu, 28 April 2018 | 00:12

Tanaman Padi Sawah di Kerinci. Photo Asenk Lee Saragih
Tanaman padi petani di daerah itu tidak dapat diselamatkan karena terendam banjir terlalu lama. 

Jambipos Online, Kerinci - Sedikitnya 78 hektare (ha) sawah di beberapa desa, Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi gagal panen menyusul banjir yang melanda daerah itu sepekan terakhir. Tanaman padi petani di daerah itu tidak dapat diselamatkan karena terendam banjir terlalu lama.


“Hasil pendataan sementara di lapangan, sekitar 22 ha tanaman padi di Kecamatan Pondoktinggi tidak bisa lagi dipanen. Sekitar lima hektare dipastikan puso dan 17 ha rusak berat dan terancam puso,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Pemerintah Kota (Pemkot) Sungaipenuh, Bomberdin di Kota Sungaipenuh, Jumat (27/4).

Bomberdin menjelaskan, tanaman padi yang terancam gagal panen terdapat juga di beberapa desa, Kecamatan Tanahkampung. Luas tanaman padi yang terendam banjir di kecamatan tersebut sepekan terakhir mencapai 56 ha. Sebagian besar tanaman padi tersebut juga terancam gagal panen.

Dijelaskan, sawah yang terancam gagal panen di Kota Sungaipenuh akibat banjir yang melanda daerah itu diperkirakan masih cukup luas. Namun data seluruh sawah yang terendam banjir belum terdata.

Sawah yang terendam akibat banjir terdapat juga di Desa Ujungpasir, Kecamatan Danau Kerinci dan di Desa Kotolebu, Kecamatan Kumundebai. Luas sawah yang terendam banjir di kedua kecamatan itu diperkirakan mencapai 50 ha. Namun petani belum ada yang melapor mengenai tanaman padi yang puso.

“Kami sudah meminta para petani segera melaporkan tanaman padi mereka yang terendam banjir ke Dinas Tanaman Pangan Kota Sungaipenuh. Berdasarkan laporan itu, kami bisa mengajukan bantuan benih padi kepada Dinas Pertanian Provinsi Jambi,” katanya.

Sementara itu, Khairul (50), petani Ujungpasir mengatakan, para petani di desa tersebut tidak bisa berbuat banyak menyelamatkan padi mereka yang terendam banjir.

“Puluhan hektare padi di desa kami yang sudah mulai menguning sudah sepekan terendam. Kami tidak bisa memanen karena genangan air masih tinggi dan merendam seluruh batang padi. Sebagian petani bisa memanen padi secara dini ketika banjir belum setinggi sekarang,” katanya.(JP-SP)
Share this article :

Posting Komentar