Home » , » Presiden Jengkel Pengurusan SIUP Lama

Presiden Jengkel Pengurusan SIUP Lama

Written By jambipos-online on Selasa, 27 Maret 2018 | 13:40

Presiden Joko Widodo. ( Foto: Antara ) 
Seharusnya pengurusan SIUP cukup tiga menit. Keluhan itu didengar langsung dari dunia usaha. 

Jambipos Online, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat jengkel ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek langsung pengurusan surat izin usaha perdagangan (SIUP). Presiden mendapati pengurusan SIUP lama dan memakan waktu berminggu-minggu. Seharusnya pengurusan SIUP cukup tiga menit, sebab pemohon hanya mengisi data yang terdapat pada lima kolom yang tersedia.


“Hanya lima tulisan. Saya suruh coba, saya datang ke kantor perizinan. Saya sudah punya syarat. Saya minta SIUP. Saya hitung, dua menit selesai. Seharusnya dua menit selesai, karena memang selesai pengisian dalam dua menit,” kata Kepala Negara saat memberikan Presidential Lecture bertema “Bersatu dalam Harmony : Menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024” kepada sekitar 5.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Hasil Seleksi Tahun 2017 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (27/3/2018).

Presiden menanyakan kepada petugas front desk mengenai lamanya pengurusan izin. Diperoleh jawaban bahwa penyebab pemohon harus menunggu dua minggu adalah kepala kantor. Sebab berdasarkan pengakuan petugas front desk, pengisian formulir hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun yang menjadi kendala adalah kepala kantor kerap berada di luar kantor, sehingga dokumen yang harus ditandatangani menjadi terbengkalai. “Saya jengkel sekali. Karena keluhan-keluhan itu saya dengar langsung dari dunia usaha, dari masyarakat,” katanya.

Saat mengecek kehadiran kepala kantor, katanya, ternyata tidak berada di tempat. “Saya naik ke Lantai 3, saya mencari kepala kantor. Untungnya tidak ada. Kalau sudah jengkel. Untungnya tidak ada. Kalau ada saya gaplok langsung saat itu. Untungnya tidak ada,” kata Presiden Jokowi.

PNS kata Presiden, harus selalu mendengar keinginan masyarakat. "Kalau masyarakat ingin dilayani cepat, jangan sampai Saudara-saudara melayaninya dengan lambat. Dimaki-maki kita ini,” katanya.

Jokowi juga mengingat seluruh PNS untuk bekerja penuh integritas, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta setia melayani masyarakat. “Perubahannya sangat cepat. Sebagai birokrat, Saudara harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus mengikuti adanya gagasan inovatif. Harus mengikuti dinamika sosial, dinamika politik, dan dinamika ekonomi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, birokrat harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan perubahan global yang menjadi tantangan zaman. Saat ini, masih ada birokrat yang tidak setia pada tugas dan tanggung jawabnya, sehingga kerap mengulur-ulur waktu menyelesaikan permohonan izin.



Share this article :

Posting Komentar