Home » , » Kasatgas Pangan: Telur Palsu Hoax, Pelakunya Akan Ditangkap

Kasatgas Pangan: Telur Palsu Hoax, Pelakunya Akan Ditangkap

Written By jambipos-online on Jumat, 16 Maret 2018 | 20:58

Humas Irjen Setyo Wasisto. ( Foto: Antara / Reno Esnir ) 

Polisi menyebut ini hanya isu yang dibuat untuk meresahkan. Sejauh ini satgas Pangan tak menemukan telur palsu di lapangan. 

Jambipos Online, Jakarta - Kasatgas Pangan Irjen Setyo Wasisto menggelar jumpa pers khusus menanggapi hoax terkait telur palsu asal Tiongkok yang marak di media sosial. Jenderal bintang dua yang juga Kadiv Humas Polri ini mengatakan jika sejauh ini pihaknya tak menemukan telur palsu di lapangan. Itu hanya isu yang dibuat untuk meresahkan.


“Di Sumbawa muncul dan sudah dilidik Polda NTB dan itu dinyatakan itu gak benar. Tapi rupanya makin hari makin banyak isu telur palsu di pasar. Ini sangat mengganggu khususnya situasi Kamtibmas,” kata Setyo.

Hal ini perlu direspons karena saat ini jelang Pilkada, jelang bulan puasa, dan hari besar keagamaan nasional. Telur palsu jelas tidak mungkin karena akan lebih susah membuat daripada telur asli.

“Tapi ada video singkat soal telur palsu. Ini sangat meresahkan konsumen yang akhirnya jadi ragu saat mau beli telur di pasar atau toko. Ini ujungnya juga merugikan para peternak ayam petelur,” lanjutnya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan) Syamsul Maarif

“Secara akal sehat telur palsu akan jauh lebih mahal dari dari aslinya. Bisa 1,5 kali dari harga asli. Ini tentu tak masuk akal ada telur palsu.(Telur asli yang diduga palsu) itu telur asli yang sudah terlalu lama atau ayamnya sakit sehingga memengaruhi telur,” kata Syamsul di lokasi yang sama.

Ada juga, yang dikira palsu itu, karena kuningnya lembek dan yang putihnya cair. Itu juga bisa karena terlalu lama telur itu sehingga konsistensinya menurun.

“Kalo curiga ada telur palsu bisa berhubungan langsung ke kami. Informasi yang disebarluaskan katanya palsu itu kami sudah uji lab dan bahwa telur itu gak palsu. Itu telur asli, mungkin cuma sudah terlalu lama,” sambungnya.

Direktur Perbibitan Dan Produksi Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Sugiono melanjutkan jika telur produk biologis sehingga tidak akan bisa dipalsukan.

“Harga telur perkilo jelas Rp 20-23.000. Kalau mau dipalsukan berapa biayanya? Teknologi macam apa? Gak mungkin bisa dipalsukan. Nanti ada sperma palsu, nanti ada produk biologis lain yg palsu. Itu impossible,” tegasnya.(JP)

Share this article :

Posting Komentar