Home » , » Sambutan Lengkap Kapolres Merangin Pada Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilukada Serentak Tahun 2018

Sambutan Lengkap Kapolres Merangin Pada Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilukada Serentak Tahun 2018

Written By jambipos-online on Sabtu, 06 Januari 2018 | 13:04

Polres Merangin menggelar Apel Gelar Pasukan kesiapan mengamankan Pilkada serentak di Kabupaten Merangin 2018. Pada Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di halaman depan Mapolres Merangin, Jumat (5/1/2018). Humas
Jambipos Online, Jambi- Polres Merangin menggelar Apel Gelar Pasukan kesiapan mengamankan Pilkada serentak di Kabupaten Merangin 2018. Pada Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di halaman depan Mapolres Merangin, Jumat (5/1/2018).

Berikut ini sambutan lengkap Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama W SIK dan membacakan sambutan amanat Kapolda Jambi Brigjend Pol Drs Priyo Widyanto MM.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita bersama - sama tidak henti - hentinya memuji keagungan allah swt, tuhan yang maha kuasa dan mensyukuri segala nikmat yang dikaruniakan kepada kita, sehingga dapat hadir di tempat ini untuk mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka operasi “Mantap Praja - 2018”. 

Apel gelar pasukan yang diselenggarakan di seluruh kesatuan kewilayahan ini, dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana polri beserta unsur terkait, sebelum diterjunkan ke lapangan. dengan demikian diharapkan, semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal, dalam rangka mensukseskan pengamanan pemilu kada serentak thn 2018.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kehidupan demokrasi di indonesia telah memberikan ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi, serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintahan. 

Sehubungan hal tersebut, kita melihat proses pendewasaan demokrasi sedang berlangsung yang dimulai dari tahap transisi demokrasi, dengan melakukan pembelajaran terhadap setiap prinsip – prinsip demokrasi, melalui penguatan dan pematangan dasar – dasar dalam kehidupan berdemokrasi, menuju konsolidasi demokrasi hingga tahap pemantapan demokrasi. 

Pada tahap pemantapan demokrasi, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ditandai dengan akuntabilitas pemerintah, tegaknya supremasi hukum, kuatnya partisipasi masyarakat dalam politik, kepatuhan masyarakat terhadap hukum, serta terselenggaranya pemilukada yang aman dan demokratis.

Berdasarkan Undang-Undang dasar 1945, pemilukada merupakan wujud keikutsertaan seluruh rakyat indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Disamping itu, pemilu adalah sarana demokratis untuk menyampaikan aspirasi rakyat, dalam rangka membentuk sistem negara yang legitimate dan berkedaulatan rakyat, sehingga pemerintahan dan pimpinan daerah yang lahir dari hasil pemilu kada, merupakan kehendak rakyat, dan dijalankan sesuai dengan keinginan rakyat.

Mengingat arti penting dan strategisnya pemilukada bagi keberlangsungan kepemimpinan daerah, pemerintahan dan pembangunan dalam mencapai tujuan negara, maka pada konteks inilah Polri sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri, berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan penyelenggaraan pemilu kada serentak thn 2018. 

Hal ini dilakukan melalui manajemen keamanan yang terpadu dan komprehensif, mengerahkan segala sumber daya yang ada, serta memperkokoh kerja sama sinergis dengan penyelenggara pemilukada, TNI, masyarakat dan mitra keamanan lainnya, agar pesta demokrasi pemilu kada serentak thn  2018 dapat berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis. dengan demikian diharapkan, pemantapan demokrasi dapat terwujud, serta menjadi landasan menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Perlu kita cermati, pada pelaksanaan pemilukada serentak tahun 2018 terdapat berbagai potensi kerawanan, yang memerlukan perhatian serius kita semua untuk diantisipasi sejak dini, agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata, yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan pemilukada serentak tahun 2018 di Kabupaten Merangin.

Berbagai potensi kerawanan tersebut, dapat terjadi dalam setiap tahapan pemilukada berupa pelanggaran tindak pidana, termasuk tindak pidana umum, yang harus dapat dikelola dan ditangani oleh polri secara profesional, transparan dan akuntabel. terkait tindak pidana pemilukada serentak, polri bekerja sama dengan kejaksaan dan panwaslu, diharapkan dapat mengoptimalkan peran sentra gakkumdu, sehingga dapat menyelesaikan dengan tuntas setiap pelanggaran pemilu kada yang terjadi.

Oleh karena itu, dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya pemilukada serentak tahun 2018, Polri menggelar operasi kepolisian  dengan sandi “Mantap Praja - 2018”, yang dilaksanakan dari tahap pendaftaran pasangan calon bupati  hingga tahap pelantikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi, dalam rangka mengamankan setiap tahapan inti pemilu kada serentak tahun 2018. 

Sehubungan dengan pelaksanaan operasi kepolisian tersebut, maka dalam implementasinya, akan dilakukan pergelaran fungsi - fungsi kepolisian di lapangan dalam bentuk satuan tugas tingkat polres, yang melibatkan 316 personel polri dengan bantuan perkuatan 1 peleton TNI, 2 peleton Dit Sabhara Polda, 2 peleton Sat Brimobda dan 2 peleton personel Polda Jambi serta petugas keamanan dan ketertiban TPS sebanyak  445 personel, yang akan tersebar pada yang akan tersebar di delapan ratus empat puluh tiga  (843) TPS sementara. 

Mencermati tantangan tugas dalam pengamanan pemilukada serentak tahun 2018 tersebut, saya perintahkan kepada seluruh jajaran, untuk mengawal dan mengamankan setiap tahapan pemilukada dengan sebaik – baiknya, serta berupaya mewujudkan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman kepada para penyelenggara dan peserta pemilu kada serentak tahun 2018, serta menjamin masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan jernih sesuai hati nuraninya. 

Dalam rangka mendukung hal tersebut, saya juga memerintahkan kepada seluruh personel Polri, agar terus meningkatkan kemampuan personel, serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai, dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terjadi pada pemilu kada serentak tahun 2018, serta kemungkinan terjadinya situasi kontinjensi.  

Selain itu, kepada seluruh jajaran, agar secara proaktif terus memperkokoh sinergi polisional dengan penyelenggara pemilukada, TNI, masyarakat, dan mitra keamanan lainnya, dalam rangka mendukung kesuksesan pemilukada 2018. Saya tegaskan agar seluruh personel Polri tetap menjaga netralitas, dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu, dalam memberikan pelayanan maupun tindakan kepolisian lainnya, selama berlangsungnya tahapan – tahapan pemilukada serentak tahun 2018.

Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan pemilukada serentak tahun 2018, pada kesempatan apel gelar pasukan ini, ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan, untuk dipedomani dan dilaksanakan : 

1. Siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga dapat menampilkan jati diri polri sebagai sosok penolong, sahabat, pelayan masyarakat, serta penegak hukum yang jujur benar, adil, transparan dan akuntabel; 

2. Petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan pemilu kada serentak thn 2018, serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen, didukung bhabinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya pemilu kada serentak thn 2018, dapat diantisipasi sedini mungkin, dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas; 

3.Implementasikan asta siap secara maksimal di masing – masing kesatuan, sehingga pengamanan pemilu kada serentak thn 2018 dapat benar – benar kita laksanakan secara optimal; 

4. Perkokoh kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu kada, unsur tni, dan segenap komponen masyarakat, guna mewujudkan sinergi polisional yang proaktif dalam rangka pengamanan pemilu kada serentak thn 2018; 

5. Bagi segenap anggota polri, jaga komitmen dan netralitas, serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam penyelenggaraan pemilu kada serentak thn 2018, yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap polri; 

6.Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme yang memanfaatkan momen pemilu kada serentak thn 2018, khususnya wilayah yang memiliki kerawanan serta berpotensi dijadikan target oleh pelaku; 

7. Lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana pemilu kada serentak thn 2018 secara terpadu, melalui sentra gakkumdu; 

8. Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum bertugas, serta pedomani aturan dan s.o.p yang berlaku, untuk menghindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas; 

9. Siapkan rencana pengamanan kontinjensi, serta latihkan kepada seluruh personel, sehingga mampu menghadapi eskalasi ancaman yang mengarah pada situasi kontinjensi. 

10.Lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat, terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota, untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. 

Sebelum mengakhiri amanat ini, marilah kita jadikan apel gelar pasukan ini untuk menyatukan tekad dan komitmen, dalam rangka mengawal dan mengamankan serta mensukseskan pemilu kada serentak thn 2018, semoga segala tugas pengabdian yang telah kita laksanakan, menjadi nilai ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kkuasa.

Demikian amanat yang saya sampaikan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan dan kekuatan kepada kita semua, dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. 


Sekian dan Terima Kasih. Wasallamu’alaikum WR, WB. Bangko, 05 Januari 2018. Kepala  Kepolisian Resor Merangin. AKBP I Kade Utama Wijaya S.IK, MH. (JP-Rel/Yah)










Share this article :

Posting Komentar