Home » , » Ini Dugaan Awal Penyebab Ambruknya Selasar BEI Versi KemenPUPR

Ini Dugaan Awal Penyebab Ambruknya Selasar BEI Versi KemenPUPR

Written By jambipos-online on Selasa, 16 Januari 2018 | 14:15

Ini Dugaan Awal Penyebab Ambruknya Selasar BEI Versi KemenPUPR Foto: Dok. Istimewa


Jambipos Online, Jakarta- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuat laporan awal soal ambruknya selasar di Tower II gedung BEI. 

Begini hasilnya:

Dokumen kesimpulan sementara Kementerian PUPR soal ambruknya selasar itu beredar di kalangan jurnalis, Selasa (16/1/2018). 

Salah seorang pejabat Kementerian PUPR membenarkan dokumen tersebut, tapi dia menegaskan itu hanya laporan awal, bukan merupakan kesimpulan resmi. Laporan awal ini akan dibawa ke rapat di Kementerian PUPR untuk dikaji lebih lanjut.

(Baca Juga: 81 Korban Insiden BEI, 23 Dioperasi)

Dokumen itu berjudul 'Laporan Kajian Teknis Pendahuluan Kegagalan Bangunan Gedung Tower Gedung Bursa Efek Indonesia'. Laporan dibuat pada 15 Januari kemarin, setelah tim PUPR melakukan pengamatan dan kajian awal di lokasi kecelakaan selama 3 jam.

Ini Dugaan Penyebab Ambruknya Selasar BEI Versi Kementerian PUPRFoto: repro dari dokumen KemenPUPR

Berikut ini kesimpulan sementara PUPR soal jatuhnya selasar gedung BEI:

Dugaan sementara:

1. Konsentrasi beban terkumpul pada salah satu titik selasar mengakibatkan salah satu penggantung terlepas dari kedudukannya di atas dan memicu penggantung lainnya turut lepas.

2. Beban momen yang terjadi tidak mampu dipikul oleh tumpuan pada dinding vertikal dan memicu kegagalan bangunan.

Baca juga: Kata Ahli Teknik Sipil ITB soal Ambruknya Selasar BEI

Dugaan kegagalan bangunan gedung pada selasar Lobi Gedung BEI, dapat terjadi karena:

a. Sling putus
b. Penjepit sling terlepas
c. Baut tidak kencang
d. Baut patah
e. Penurunan kekuatan sling, baut, atau penjepit akibat korosi
f. Robeknya pertemuan baja dengan beton kolom dan/atau balok

TINDAK LANJUT

1. Perlu dilakukan pengamatan lebih dekat, terutama pada area yang diperkirakan sebagai titik pemicu kegagalan bangunan.

2. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terhadap dokumen pembangunan gedung.

3. Perlu dilakukan simulasi rekonstruksi pembebanan untuk menilai kemampuan struktur dalam memikul beban yang terjadi dikomparasi terhadap beban rencana.(JP)



Sumber: detik.com
Share this article :

Posting Komentar