Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Zola: Ada 12 Peran Seorang Ibu dalam Sebuah Keluarga

Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (20/12/2017) pagi. Humas
Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA mengungkapkan, ibu memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga. Karena ibu memiliki tanggung jawab besar atas terciptanya sebuah keluarga yang harmonis dan sejahtera. Seorang Ibu memainkan banyak peran dalam sebuah keluarga, diantaranya ada 12 peran yang Ibu mainkan dalam sebuah keluarga.

Hal itu terungkap saat Zumi Zola pada acara Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (20/12/2017) pagi. Betapa mulia tugas Ibu, sebuah pekerjaan yang memerlukan banyak keilmuan dan keahlian. Dalam keluarga banyak sekali peran yang dimainkan oleh ibu.

Diterangkan, setidaknya ada 12 peran seirang Ibu dalam keluarga. Pertama, Ibu sebagai manager utama dalam keluarga. Sebagai seorang manager, seorang ibu mampu mengintegrasikan berbagai macam karakter, berbagai macam keadaan/kondisi anggota keluarganya ke dalam satu tujuan rumah tangga. Ibu mengatur semua kebutuhan anak-anaknya.

Kedua, Ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Sebagai seorang guru atau pendidik. Seorang ibu mampu mendidik putra-putrinya, mengajarkan sesuatu yang baru, melatih, membimbing mengarahkan serta memberikan penilaian baik berupa reward maupun punishment yang mendidik.

Kemudian Ibu sebagai pemberi tauladan bagi anak-anaknya. Ibu juga harus menjadi seorang tauladan atau role model bagi anak-anaknya. Bagaimanapun, anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Ibu sebagai Psikolog bagi anak-anak dan keluarganya. Selain mendidik, ibu juga bisa menjadi psikolog untuk anak-anaknya. Ia paham bagaimana pola asuh, susunan keluarga, tumbuh kembang masa kanak-kanak hingga dewasa, dan pengaruh lingkungan sosial anaknya.

Ibu sebagai chef bagi keluarganya. Sebagai seorang chef tentunya seorang ibu harus pandai memutar otak untuk berkreasi menghasilkan menu-menu yang dapat diterima semua anggota keluarga, baik menu sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Ibu sebagai perawat yang telaten bagi keluarganya. 

Sebagai seorang  perawat,  ibu bisa begitu telatennya merawat anak-anaknya, dari mulai mengganti popok ketika bayi, memandikan, menyuapi makan, sampai segala sesuatu yang dibutuhkan oleh putra-putrinya sekecil apapun beliau perhatikan, dan tidak bosan-bosannya mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya yang begitu tulus.

Ibu sebagai mentri keuangan keluarga, merangkap juga mentri “BUMN”. Ibu adalah mentri keuangan dalam keluarga. Ia yang mengelola keuangan dalam keluarga dengan sebaik-baiknya, bagaimana mengatur pengeluaran belanja bulanan dari mulai membayar listrik, telepon, PAM, kebutuhan anak sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang tak terduga.

Terkadang juga harus merangkap jadi mentri BUMN. Ia terlibat bagaimana ikut membantu perokonomian keluarga dengan cara ikut bekerja. Walau bekerja tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu.

Ibu sebagai seorang Desain interior bagi rumahnya. Ibu bisa menjadi sebagai seorang design interior. Ia bisa menata menciptakan/menata berbagai furnitur yang ada di rumahnya untuk menciptakan suasana nyaman, baru, tidak membosankan anggota keluarganya.

Ibu sebagai dokter buat anak-anaknya. Ibu sebagai seorang dokter bagaimana seorang ibu harus mampu mengupayakan kesembuhan dan menjaga putra-putrinya dari berbagai hal yang mengancam kesehatan. Berbagai cara dilakukan untuk menjaga anggota keluarganya tetap dalam keadaan sehat.

Ibu sebagai penjaga Perdamaian di rumah. Menjadi seorang ibu bagaikan menjadi superwoman. Ia harus bisa menyeimbangkan perannya, baik dalam keluarga, mau pun dalam pekerjaan. Ia adalah istri yang menyayangi suaminya sekaligus ibu bagi anaknya.

Ibu sebagai satpam bagi anak-anaknya. Selain ayah, Ibu juga ikut menjaga anak-anaknya.  Dengan kasih sayangnya, ia harus menjaga anaknya dari hal-hal buruk mulai agar benar pertumbuhannya. Menjaga anaknya dari hal-hal yang berbahaya dan tidak diingikannya. ia akan begitu khawatir jika anaknya telat pulang.

Peranan Ibu sebagai suri teladan bagi anaknya. Ibu sebagai Motivator bagi anak-anaknya. Sejak masa kelahiran seorang anak, proses pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap maksimal. Perkembangan dari proses organ-organ ini sangat ditentukan oleh motivasi/rangsangan yang diterima anak dari ibunya. 

Rangsangan yang diberikan oleh ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang.

“Peran ibu sangat penting sekali dalam sebuah keluarga, ketika anak-anak remajanya sedang mengalami masalah, anak tersebut akan menceritakan masalah tersebut kepada keluarga untuk mengadu dan meminta masukan, di sinilah peran seorang ibu sangat penting sekali untuk mengayomi anak anaknya,” kata Zola.

Zola menjelaskan, sebuah surga dalam keluarga akan tercipta dalam sebuah keluarga jika memiliki ibu dengan kriteria sebagai berikut, pertama adalah ibu yang taat kepada ajaran agama untuk bisa membimbing anak-anaknya, kedua adalah ibu yang cerdas untuk memberikan edukasi kepada anak anaknya, dan yang ketiga adalah ibu yang cerdas dalam memberikan gizi bagi anak anaknya.

“Kita semua mengetahui bahwa keluarga merupakan tahapan pertama bagi anak-anak dalam mendapatkan sebuah pelajaran, keluarga merupakan pondasi yang sangat mendasar bagi anak anak, selanjutnya baru dari lingkungan sekitar, dan di sinilah seorang ibu sangat berperan sangat penting sekali dalam mewujudkan itu semua, tanpa seorang ibu semuanya tidak mungkin dapat terwujud,” terang Zola.

Disebutkan, peran dari organisasi wanita, baik itu PKK, BKOW maupun organisasi lainnya sangat penting untuk dapat memberikan bimbingan kepada para ibu yang ada di Provinsi Jambi, agar menjadi ibu yang hebat dan berkualitas. “Melalui ibu-ibu yang hebat dan berkualitas ini, sama saja dengan kita mempersiapkan generasi muda Jambi yang berdaya saing,” ujarnya.

“Untuk menciptakan ibu-ibu yang hebat dan berkualitas ini, tidak bisa kita wujudkan dalam sekejap, karena tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah, yaitu bagaimana kita bisa mengubah pola pikir masyarakat di daerah masing-masing, tentu itu semua butuh komitmen. Saya berharap dari organisasi organisasi wanita di Provinsi Jambi memiliki program yang sinergitas dalam membimbing ibu-ibu yang ada di Provinsi Jambi, tentu juga didukung dengan ibu-ibu pengajian, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi,” ujar Zola.

Zola mengatakan, peringatan Hari Ibu merupakan wujud penghargaan dan penghormatan terhadap kiprah, peran, serta pengabdian kaum perempuan dalam kehidupan keluarga, bangsa dan negara. Momentum ini juga sebagai refleksi dan renungan untuk semua, terhadap upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas peran dan kontribusi positif yang telah ditunjukkan kaum perempuan di Provinsi Jambi, baik secara individu maupun melalui berbagai organisasi wanita yang ada, mulai dari GOW, PKK, BKOW, Dharma Wanita, Bhayangkari, IWAPPI, Koalisi Perempuan Indonesia Jambi, dan berbagai organisasi perempuan lainnya,” kata Zola.

Ditambahkan, peringatan Hari ibu ke 89 ini mengambil tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya,” ini didasari oleh situasi dan kondisi bangsa yang saat ini sedang menghadapi situasi darurat terhadap kekerasan perempuan dan anak, melalui kerjasama, gotong royong dan bahu membahu dari semua pihak, diharapkan dapat menghentikan dan menghindari  semua bentuk kekerasan dalam rumah tangga, baik itu kekerasan yang dialami perempuan maupun yang dialami oleh anak.

“Saya mengajak masyarakat dan semua pihak, mari kita dukung dan memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk maju dan memberdayakan diri, selama hal itu dilakukan secara positif dan bermanfaat. Saya juga mengingatkan kepada kaum perempuan agar tetap menyadari dan menjunjung tinggi kodratnya dalam keluarga,” ujar Zola.

Zola berpesan kepada kaum perempuan, sukses dalam karir atau pekerjaan apapun, harus sejalan dengan sukses dalam membina keluarga, jangan sampai melupakan tugas dan kewajiban seorang istri bagi suami, maupun ibu bagi anak anak, karena peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting, terutama dalam mendidik anak-anak yang menjadi dasar terbentuknya karakter keluarga, masyarakat hingga bangsa.

Turut hadir dalam Puncak Peringatan Hari Ibu tersebut, Wakil Gubernur Jambi, Drs.Dr.H.Fachrorri Umar,M.Hum, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Drs.H.M Dianto,M.Si, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola, Ketua BKOW Provinsi Jambi, Hj.Rahima Fachrori, Ketua Dharma Wanita Provinsi Jambi, Hj.Neta Aryani Dianto, serta para undangan lainnya. (JP-Lee)














Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar