Home » , » Wagub Jambi Ajak Masyarakat Mencintai Produk UMKM

Wagub Jambi Ajak Masyarakat Mencintai Produk UMKM

Written By jambipos-online on Tuesday, November 21, 2017 | 20:17

Jambipos Online, Jambi-Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Dr Drs H Fachrori Umar M.Hum mengajak, masyarakat Provinsi Jambi untuk senantiasa berusaha memilih dan mencintai produksi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang ada disekitarnya. Ajakan itu disampaikan Fachrori Umar saat membuka Workshop pelaku UMKM dalam rangka Implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jambi di Ruang Serba Guna Kajang Lako Bank Mandiri Gatsu Kampung Manggis, Kota Jambi Selasa (21/11/2017).

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua Anggota TPAKD dan Khususnya kepada kepala Otoriter Jasa Keuangan Provinsi Jambi yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan pelatihan ini," kata Fachrori Umar.

Fachrori Umar berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan secara seksama, karena metri yang akan disampaikan oleh instruktur atau narasumber pada kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengakses sumber permodalan serta dapat mengelola kegiatan usahanya secara profesional.

“Saya menilai bahwa kegiatan pelatihan ini memiliki arti dan makna yang sangat strategis dalam konteks pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menegah. Materi yang akan disampaikan menyangkut peningkatan ketrampilan teknis, tetapi kali ini materinya berkenaan kegitan usaha serta bagaimana mengakses sumber permodalan yang tepat guna,” katanya.

Fachrori Umar menekankan, UMKM salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi tahun 2016-2021. “Program pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dengan kolaborasi antara Pemerintah, Swasta (Perussahaan) dan lembaga masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat,” ujar Fachrori Umar.

Dia menjelaskan, sampai saat ini masih banyak pelaku UMKM di Provinsi Jambi, yang belum berpengalaman untuk mengakses sumber permodalan dari perbankan, bahkan ada diantara mereka yang terjerat oleh para rentenir dengan bunga yang sangat tinggi.

“Disini kita tidak boleh berdiam diri, tetapi harus melakukan berbagai upaya agar para pelaku UMKM kita dapat perlindungan, pengayoman serta bimbingan guna dapat mengakses sumber permodalan yang resmi yaitu Baik,” katanya. 

“Berbicar tentang lembaga keuangan di Provinsi Jambi, pertumbuhan sektor keuangan belum diikuti oleh akses masyarakat yang memadai terhadap layanan jasa keuangan. Hal ini terlihat dari hasil survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) oleh OJK, dimana pada tahun 2016 indeks literasi keuangan Provinsi Jambi sebesar. 26,91 persen. 

Hal tersebut menunjukan bahwa setiap 100 orang penduduk Provinsi Jambi hanya 26 orang yang Well-literate (Wel literet) atau yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga keuangan dan produk dan jasa keuangan serta memiliki keterampilan dalam mengunakan produk jasa keuangan,” katanya. 

Sedangkan untuk indeks Inklusi Keuangan tercatat sebesar 66,91 persen. Hal tersebut menunjukan bahwa dari 100 orang yany memiliki akses baru 66 orang yang telah memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. Sementara untuk produk jasa keuangan Syariah, Indek Literasi Keuangan Provinsi Jambi sebesar 12,73 persen dan indeks Inklusi keuangan sebesar 7,27 persen.

Sementara Plt Kepala OJK Provinsi Jambi Endang Nuryadin menyampaikan, TPAKD Provinsi Jambi telah dibentuk pada tanggal 29 juni 2016 melalui surat keputusan Gubernur,, No.552/kep.Gub/B.AP-SDA/2016, memiliki berbagai program, mendorong pemberdayaan UMKM dalam rangka sinergi aksi ekonomi kerakyatan. 

Mendorong percepatan akses keuangan melalui pembiayaan perbankan terhadap sektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta percepatan keuangan bagi pelajar dan mahasiswa dengan melakukan sosialisasi dalam rangka peningkatan riterisasi jasa keuangan dengan meningkatkan rekening simpan pinjam.

“OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan serta nonperbankam," ujarnya.

Area Head Bank Mandiri Jambi Ari Widya Poerwanto, Bank Mandiri mempunyai program usaha mikro yang bisa di pinjam sampai Rp. 200 juta bagi UMKM dan bisa melebihi dan ada juga program KUR pinjaman ini juga bisa mencapai Rp200 juta yang di subsidi oleh pemerintah dan selama 2017 Bank Mandiri telah menyalurkan 70 persen kepada UMKM senilai 9,1 milyar berada di Provinsi Jambi, tinggal 30 persen akan di bagikan asalkan ada permintaan.

Ketua Alisa Khadijah ICMI Provinsi Jambi Rina Safitri menyampaikan, kehadiran perwakilan anggota UMKM sebanyak 175 orang  dari Kota Jambi, Muarojambi dan Batanghari, kegiatan ini yang 3 kalinya selama 2017 berkerja sama dengan Bank Mandiri dan Aliansi Khadijah.

Acara ini berkerjasama antara Pemerintah Provinsi Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan didukung oleh Bank Mandiri Area Jambi, Alisa Khadijah ICMI Provinsi Jambi, Bank Mandiri Alisa Khadijah. 

Turut serta pada kesempatan ini perwakilan organisasi Persit KCK Korem, Bhayang kari Polda, Komonitas Fece Books, para pelaku Usaha UMKM Kota Jambi, Muaro Jambi dan Batanghari, serta para undangan lainya. (JP-Hms) 

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos